
Malam semakin larut, aku menutup buku-buku yang tadi kubaca. Aku rapikan tugas-tugas yang sudah aku buat. Kemudian aku merebahkan badanku di tempat tidur. Aku mencoba untuk tidur.
Setengah jam berlalu, mataku gak bisa terpejam. Pikiranku kemana-mana.
"Huh... kok aku gak bisa tidur yaa.." gumam ku sambil mengucek-kucek mataku.
Dah beberapa hari ini aku sering teringat Pram. Bayang-bayang Pram sering muncul saat aku sendiri. Apalagi kalo aku melihat bunga edelweis pemberian Pram, kontan bayangan Pram langsung muncul. Perasaan apa ini, kenapa bayangannya selalu menghantuiku.
Aku bangun dari tempat tidurku, kembali duduk ke meja belajarku. Aku mengambil buku diary yang kusimpan di dalam laci meja. Aku membuka buku diary ku, dan kudapati foto Pram. Aku tersenyum memandang foto Pram.
Aku bertanya-tanya dalam hati. "Apa kabar Pram sekarang? kok menghilang???"
Sudah kurang lebih 6 bulan sejak perpisahan kelas di rumah Wiwin, aku gak tahu kabar Pram. Aku berharap ada sepucuk surat mengabariku. Tapi ternyata gak ada. Memang aku gak pernah memberikan alamat ke Pram. Jadi kenapa aku berharap ada surat dari Pram?
Aku gak tahu kenapa sejak Pram memberi aku foto dan bunga, ada harapan di hatiku. Tapi Pram juga gak pernah menyatakan apa-apa. Memang aku sering mendapat perhatian darinya tapi gak berlebihan juga kok.
__ADS_1
Berbagai pertanyaan bermain-main dalam pikiranku.
"Ah... Sudahlah, aku gak bisa tidur memikirkannya. Aku berharap tentang Pram tapi aku sendiri gak pernah memberikan perhatian lebih pada Pram." batinku.
Aku kembali ke tempat tidurku, sambil memegang foto Pram. Aku mencoba merebahkan tubuhku lagi karena aku melihat jam di dinding kamarku sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.
Aku tetap berharap suatu saat Pram akan mengirim surat untukku. Aku tetap bermain-main dengan pikiranku sendiri. Sampai akhirnya aku tertidur.
ESok harinya...
Keesokan harinya, aku bangunnya kesiangan. Aku buru-buru mandi dan terus bersiap-siap untuk berangkat kuliah.
"Alhamdulillah...," batinku.
Aku memperhatikan penjelasan dosenku dengan baik. Kalau kuliah aku selalu mengambil tempat duduk yang posisinya di depan bagian ujung, kadang ujung kiri kadang ujung kanan.
__ADS_1
Hampir 2 jam berlalu akhirnya bapak dosen mengakhiri kuliahnya. Lalu kami istirahat sebentar.
"Hai Ara... kenapa tadi datang terlambat?" Amir menyapaku dan duduk di sebelahku. Amir meyodorkan beberapa permen.
Aku mengambil 1 buah permen. "Yaa Mir, aku semalem gak bisa tidur. Aku tidurnya hampi jam 2an."
Amir tertawa.. "Kenapa kok gak bisa tidur, inget aku terus yaa?"
Aku tertawa kecil.. "He he... kamu GR banget Mir, aku nyicil tugas-tugas kuliah kemaren . Aku takut ntar numpuk, aku kewalahan dan pusing sendiri."
Amir tertawa dan masih tetap menggodaku. " Udah gak usah malu, aku tahu kok kamu kebayang wajahku terus sampai gak bisa tidur. Jangan banyak alasan dah..."
Aku mulai kesel," Terserah kamu dah Mir, yang penting aku gak pernah mikirin kamu, apalagi kebayang wajahmu. Hmm..."
"Ngomong-ngomong Ar, tugas manajemen Akuntansi dah beres belum," tanya Amir.
__ADS_1
"Belum kelar Mir, ada yang belum aku pahami," jawabku.
Lalu aku dan Amir mulai diskusi tugas manajemen Akuntansi. Kurang lebih 20 menit , jam kuliah berikutnya dimulai lagi.