
Sampai sore aku menunggu pesan dari Pram, namun tak ada pesan masuk darinya.
Aku berdoa untuk kesembuhannya, berharap semua baik-baik saja. Aku tak bisa membayangkan kalau terjadi sesuatu yang buruk pada Pram, bagaimana nasib anak-anak dan istrinya. Sementara semua urusan keluarga ditangani Pram.
"Bu.... Siti sudah selesai beres-beresin semua Bu." Kata Siti.
"Oh iyaa... Kamu bisa pulang duluan Siti. Ibu masih nunggu bapak jemput. Hati-hati di jalan yaa .."
"Iya Bu .." Kata Siti dan menyalami aku kemudian pergi.
Aku membuat teh hangat sebagai temanku menunggu suamiku.
Suamiku telepon, dan langsung kuangkat.
"Ma... Maaf Papa telat jemput yaa... Setengah jam lagi Papa sampai. Gak pa-pa kan Mama nunggu di toko." Kata suamiku.
"Iyaa Pa, gak apa-apa. Hati-hati di jalan yaa Pa..."
"Iya Ma...Oh ya, nanti Papa belikan martabah telur mau gak?"
" Gak usah dah Pa... Nanti Papa mampir di pak de aja... belikan anak-anak sate ayam. Biar mama pulangnya gak perlu masak. "
"Ooh iyaa Ma, siap. Ntar Papa mampir ke Pak de beli sate ma Papa pingin beli bubur kacang ijo."
"Iyaa Pa... "
Kemudan suamiku mematikan telepon.
__ADS_1
Aku menelpon anakku Azka.
" Iya Ma... Kok Mama belum pulang? Arini nanyain Mama nih dari tadi." Kata Azka di seberang sana.
"Iyaa Nak... Papa lagi ada urusan, jadi Papa terlambat jemput Mama. Mana Arini... Mama mau ngombong. " Kataku.
Azka memanggil adiknya dan terdengar Azka mengatakan pada Arini, " Ne...Mama mau ngomong ma adek."
Arini langsung mengambil telponnya.
"Maaa.... Mama kapan pulang? Ini dah hampir malam lho Ma..." Kata Arini.
" Iyaa sayang... Sebentar lagi Mama pulang, Papa masih beliin sate ayam ma bubur kacang ijo. Tunggu bentar yaa sayang... Sabar yaa ..." Kataku.
"Iyaa Ma... Adek nungguin kok. Tapi jangan lama-lama yaa Ma..."
"Iyaa Ma... Ini sudah adek kerjain, lagi satu nomor juga selesai PR nya adek."
" Ooh pinternya anak Mama .. Sekarang lanjutin dulu yaa... Udah dulu yaa sayang ..."
"Iyaa Ma .., sampai ketemu di rumah yaa Ma... Nanti Mama sampe rumah PR nya adek dah selesai.."
"Iyaa sayang..." Kataku kemudian telpon kumatikan.
Setelah selesai telpon dengan Arini dan Azka, aku menelpon anak-anak bujangku Aldi dan Arjun.
Aldi tidak menerima telponku, mungkin lagi ada kegiatan, pikirku. Jadi aku menelpon Arjun, dan syukurlah Arjun menerima panggilan teleponnku.
__ADS_1
" Haloooo Mamaku sayang.... Pa kabar Mam... Sehat kan Mam..." Kata anakku.
"Iyaa Nak, Mama sehat. Arjun gimana sehat kan?" Tanyaku.
"Iyaa Mam... Arjun sehat, cuma lagi banyak tugas kuliah aja Mam... Jadi agak ribet aja Mam."
"Ooh gitu yaa... Semangat anak Mama yaa, dan jangan lupa untuk tetap jaga kesehatan yaa .. Mama bantu doa supaya semua tugas-tugas kuliah Arjun cepet beres dan dapat nilai bagus yaa..."
"Iyaa Ma... Makasi Mam."
"Nak, abangmu Aldi gimana kabarnya?"
"Aldi kayaknya lagi sibuk Ma... Lagi banyak kegiatan kampus juga."
"Ooh gitu yaa... Pantas tadi Mama telepon tapi gak diangkat. Mungkin sibuk pikir Mama."
"Iyaa Ma...Nanti Arjun bilangin dah, supaya telpon balik Mama yaa..."
"Gak papa Nak... Nanti biar Mama kirim pesan aja ke abang Aldi yaa..."
"Ooh iyaa Ma..."
"Arjun, udah dulu yaa... Itu sepertinya Papa dah datang jemput Mama ... Udah dulu yaa sayang..."
"Iyaa Mam...Salam ma Papa yaa Ma...Besok kalau sudah luang Arjun telpon yaa Ma..." Kata Arjun.
"Iyaa Nak..." Aku kemudian memutuskan panggilan telpon.
__ADS_1
Aku melihat keluar dan benar, suamiku sudah menungguku. Aku kemudian menghampiri suamiku, dan sebelumnya aku sudah mengunci pintu toko.