Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Tawaran Bisnis baru


__ADS_3

" Pa... Bangun Pa... Makan malamnya dah siap." Popin membangunkan aku.


Aku kaget, dan langsung terbangun.


"Eeeh Papa ngoyok tadi.. Papa ngantuk banet yaa.." Sabila memegang tanganku kemudian duduk di pangkuanku.


"Ooh iyaa, Papa tadi ngorok???Masak sih... Maafin Papa ya Nak, Papa tadi ketiduran. " Aku kemudian menggendong Sabila menuju meja makan..


Di meja makan sudah tersedia nasi, sayur, tempe, dan telur. Kami makan seadanya.


"Sekarang Sabila duduk sendiri yaa sayang..." Pipin mengambil Sabila dari gendonganku dan mendudukkan nya di kursi.


Setelah itu kami makan bersama. Aku bersyukur melihat senyum bahagia di wajah istri dan anakku.


Setelah selesai makan, Pipin merapikan meja dan mencuci piring di dapur. Sedangkan aku kembali menemani Sabila bermain di kamar.


Aku membacakan cerita dongeng. Sabila antusias mendengarnya. Setelah itu selang beberapa menit akhirnya Sabila mulai mengantuk.


"Pa... Boleh gak Sabila bobok duluan Pa? " Sabila mendekatiku kemudian mencium pipiku.


"Ooh rupanya anak Papa sudah ngantuk yaa... Yaa sayang, sekarang Sabila bobok dulu yaa. Papa temenin Sabila bobok yaa.." Aku duduk di tepi ranjang sambil mengelus rambut sabila.


Tak lama kemudian Sabila bobok juga. Kupandangi wajah anakku, ternyata Sabila mirip sekali denganku. aku mencium keningnya.

__ADS_1


"Pa... duduk duduk sini dong... " Pipin menyiruhku duduk di dekatnya. Aku pindah duduk di sebelah PipIn.


"Tadi di dapur Papa bilang mau cerita soal bisnis baru papa..." Pipin mendekati aku..


"Iya Pin, Papa mau bisnis tentang kartu pulsa dan kuota..Ada yang nawari papa."


Pipin tampak antusias mendengar ceritaku. Kemudian aku menceritakan awal pertemuanku dengan seorang pebisnis pulsa sampai akhirnya aku diajak gabung menjalankan bisnis.


"Wah... ini bisa besar penghasilannya Pa.. smoga dipermudah yaa Pa..." Pipin menyemangatiku. Aku tersenyum, kemudian kukecup keningnya, dan memeluknya.


"Makasi Pin, sudah selalu sabar menghadapi kenyataan hidup susah bersamaku...Aku mencintaimu."


Pipin memelukku erat...


Tak terasa malam semakin larut, akhirnya kami mutuskan untuk tidur beristirahat. Karena besok ada secercah harapan untuk kemajuan ekonomi rumah tanggaku.


Pagi harinya...


"Pa... Sarapan dulu yaa sebelum berangkat kerja, tu aku dah buat nasi goreng." Kata Pipin


"Iya bu... aku masih bangunin Sabila ne..." kataku.


"Sudah biarin aja dulu Sabila bobok, nanti aku yang bangunkan. Sekarang Papa sarapan aja dulu , supaya gak terlambat."

__ADS_1


Aku mencium kening Sabila yang masih tertidur pulas, " Papa pergi kerja dulu yaa nak," kataku kemudian berlalu menuju meja makan.


"Pa, nanti pulangnya malam lagikah?" tanya Pipin sambil memperhatikan aku yang sedang makan.


" Papa gak tahu Pin... ada apa?" tanyaku balik.


"Gak ada apa-apa, cuma aku pingin sekali pergi ke pantai nanti sore. Tapi gak usah dipikirkan Pa, kita bisa pergi kapan-kapan." Kata Pipin sambil tersenyum.


Aku tersenyum. "Nanti Papa usahain pulang cepet yaa... Semoga semua urusan dipermudah, doain Papa yaa Pin."


Pipin tersenyum dan menjawab,"Iya Pa...Papa harus selalu semangat yaa..."


Aku mengangguk.


Aku kepikiran dengan permintaan Pipin. Sejak aku menikah, aku jarang mengajaknya jalan-jalan sore. Seolah-olah waktuku habis untuk kerja saja. Tapi begitulah hidupku, hidupku belum longgar, jadi aku masih bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tanggaku.


Aku menarik nafas panjang, kemudian beranjak bersiap-siap berangkat kerja.


"Pin, Papa jalan dulu yaa... Doain Papa yaa..."


Pipin mencium tanganku dan tersenyum. " Yaa Pa... Aku selalu berdoa semoga urusan Papa dipermudah yaa Pa.. Papa selalu semangat yaa..."


Aku mencium kening Pipin, kemudian berangkat kerja.

__ADS_1


Semangatku lagi tinggi saat ini, karena aku dah kebayang bakal bisa merubah ekonomi rumah tanggaku saat ini.


__ADS_2