Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Maafin Sabila, Pa....


__ADS_3

Pagi-pagi sekali aku sudah bangun, dan aku akan menyiapkan sarapan untuk istri dan anak-anakku. Aku langsung menuju dapur.


Saat aku sedang menyiapkan bumbu-bumbu Nasi goreng, tiba-tiba Sabila masuk.


"Pa... Papa lagi ngapain sih? Kok di dapur?" Tanya Sabila dan menatapku.


"Papa mau buatin sarapan untuk kalian. Maaf Papa baru bangun Nak. Tapi Papa jamin kamu gak terlambat masuk kerja kok. Tunggu yaa .." Kataku.


Sabila langsung mencium tanganku dan duduk di bawah memeluk kakiku. Sabila menangis.


"Maafin Sabila Pa... Maafin Sabila."


Aku bingung, kemudian aku duduk dan memeluk anakku.


" Kamu kenapa Sabila? Nak, kamu kenapa?"


"Maafin Sabila, Pa.... Sekarang Papa istirahat di kamar yaa Pa... Sabila pingin buat sarapan untuk Papa ma ibu, ma untuk kita semua."


Aku menatap Sabila dan tersenyum.


"Papa sudah sehat Nak... Papa bisa buatin sarapan untuk kita semua. Sekarang kamu mandi aja sana, siap-siap nanti terlambat masuk kerjanya. Ya...." Kataku dengan sedikit memaksa.


"Gak Pa... Kali ini Sabila yang buat sarapan. "


"Okeeeyy... Gini aja, sekarang kita masak bareng aja yuuk... "Kataku.


"Sabila sayang Papa... Maafin Sabila selama ini yaa Pa ... Papa dah lelah urus kita semua. Maafin Sabila. Sabila mulai sekarang akan bantu selesein kerjaan di rumah. Jadi Papa gak sakit seperti ini urus semuanya."

__ADS_1


Aku menatap anakku, aku mendapatkan kesungguhan dan ketulusan dari kata-katanya barusan.


"Udah yaa sayangnya Papa... Jangan nangis lagi. Papa kuat kok. Papa akan sembuh, kamu gak usah khawatir yaa ... Doakan saja Papa ma ibu mu sehat yaa .."


Sabila mengangguk.


" Sekarang kita mulai masaknya yaa ... " Kataku dan Sabila pun tersenyum.


Kegiatan masak nasi goreng dimulai. Beberapa menit kemudian Rahma dan Yusuf juga datang membantu. Akhirnya nasi gorengpun sudah siap.


Kamipun sarapan bersama.


"Wah buatan siapa nih nasi gorengnya?" Kata istriku.


" Itu buatan Sabila... Enak kan Bu .. " Kataku dan melirik Sabila. Sabila tersenyum


"Iyaa... Ini enak banget Rupanya anaknya Ibu punya bakat terpendam nih... " Kata Istriku.


" Ini enak banget Kak..." Kata Yusuf. Sementara Rahma memberikan jempolnya kepada Sabila.


"Bener lho, ini enak banget..." Kata Istriku


Sabila tampak senang.


Selesai sarapan anak-anak langsung bersiap, Sabila bersiap untuk ke kantor, Yusuf bersiap berangkat ke sekolah dan Rahma bersiap untuk ke kantor.


"Pa... Papa istirahat dulu di rumah yaa...Supaya Papa bener-bener sehat. Biar adek yang anter Yusuf ke sekolah."

__ADS_1


"Kamu lelah kalau seperti itu Dek." Kataku sambil menarik nafasku yang mulai sesak.


"Gak kok Pa... Papa harus nurut kata Adek. Karena dokternya kemarin berpesan kalau Papa harus istirahat total biar benar-benar sehat. Biar sesak nafas Papa cepet sembuh Pa."


Aku mengangguk dan mengatur nafasku.


" Ini obat Papa yaa... dan ini obat ibu..." Kata Rahma seperti perawat memperlakukan aku dan istriku.


Istriku mengangguk.


" Untuk urusan di kantor biar adek yang tangani untuk sementara yaa Pa. Yusuf juga, biar adek yang antar jemput. Iya Pa... " Kata Rahma sambil mengusap dadaku dengan minyak kayu putih.


Aku mengangguk. Kemudian anak-anak menyalami kami berdua dan berangkat ke urusan masing-masing.


Aku mengambilkan istriku air hangat untuk minum obatnya. Kemudian kami minum obat kami masing-masing.


Setelah itu kami berdua rebahan di kasur, istriku di pelukanku.


" Pa... Nafas Papa masih sesak yaa?" Tanya istriku.


"Iyaa Bu .. Masih, tapi sudah mendingan dibandingkan dengan kemarin-kemarin. Ini sudah Papa minumin obat, sudah lebih enakan." Aku mengelus rambut istriku.


" Ooh gitu yaa Pa.... Pa, Ibu berdoa supaya Papa cepet sehat yaa... Ibu kepikiran ma sakit Papa ne."


" Sudah jangam terlalu dipikirkan Bu... Ini namanya disayang ma Tuhan, supaya Papa selalu inget ma Tuhan. Gitu....Ibu jangan terlalu pikirkan yaa... Papa gak mau ibu sakit lagi. Yaa..." Aku mencium kening istriku.


" Iyaa Pa.... Masalahnya ibu kasian liat Papa, walaupun sakit Papa urus kami semua. Papa urus kerjaan di kantor, anter jemput Yusuf, kirim orderan pelanggan, dan urus makanan kami di rumah juga. Jadi Papa capek sekali... Maafin ibu yaa Pa... "

__ADS_1


Aku menatap istriku, dan kukecup keningnya.


"Papa sayang ibu... Ibu harus semangat untuk sembuh yaa...." Aku mencium tangan istriku.


__ADS_2