
ARA
Aku bahagia karena sebentar lagi aku akan bertemu langsung dengan Pram. Sudah 20 tahun lebih, sejak tamat SMA, aku tidak pernah bertemu dengannya.
Setelah telponan beberapa hari yang lalu dengan Pram, aku merasa tenang. Sebelumnya aku kepikiran bagaimana keadaan Pram di sana setelah istrinya tahu hubungan kami.
Pagi ini aku membuka toko offlaine ku seperti biasa dibantu Siti. Aku kaget ketika melihat tiba-tiba Pram keluar dari group Reseller yang dia buat untukku.
Pasti ada masalah lagi dengan mbk Pipin. Hmmm... Aku menarik nafas panjang.
Telponku beedering, ada panggilan masuk dari suamiku.
"Ma, 2 hari lagi kita akan berangkat ke kota X. Nanti kalau bisa pulang toko nya lebih cepat yaa. Aku mau mengajakmu membeli perlengkapan yang akan kita bawa berlibur." Kata suamiku.
"Ya Pa. Nanti aku pulang lebih cepat. Sekarang aku suruh Siti menyiapkan orderan-orderan yang harus dikirim. "
Tak lama kemudian, panggilan diakhir suamiku.
Aku pulang lebih cepat, dan sesampainya di rumah aku melihat anak-anakku sudah siap untuk pergi.
Kemudian kami pergi membeli perlengkapan untuk dibawa berlibur. Tapi kami membeli secukupnya saja, karena nanti bisa beli lagi di kota X.
__ADS_1
Pulang berbelanja, anak-anak tampak lelah. Mereka langsung tidur. Begitu juga dengan suamiku.
Tinggallah aku yang gelisah tidak bisa tidur, karena kepikiran tentang Pram yang tiba-tiba keluar dari group reseller Azka yang dia buat. Aku menunggu pesan dari Pram untuk menjelaskan padaku alasan dia keluar dari group.
Sejak keluar group tadi pagi sampai sekarang Pram belum juga memberikan penjelasan padaku.
Aku ingin mengirim pesan ke Pram, tapi aku takut nanti jadi masalah lagi dan memperumit keadaan saja. Akhirnya karena lelah aku tertidur.
Pagi-pagi aku bangun dan kupriksa handphone ku siapa tahu ada pesan dari Pram, tapi ternyata tidak ada.
Pram aktif dini hari tadi, tapi dia tidak mengirim pesan untukku.
Siang harinya, ada telpon masuk. Ternyata dari Pram dan akupun menerimanya.
"Ara, maafin aku yaa..." Kata Pram.
"Ada apa Pram, kenapa kemarin kamu tiba-tiba keluar group."Tanyaku.
"Keadaanku di sini semakin parah Ar. Setiap hari istriku marah-marah dan aku kasian dengan anak-anakku. Setiap ada yang berhubungan denganmu, pasti itu akan buat kami bertengkar."
"Setiap ada pesan masuk di group Azka, palaginsaat kamu share produk, aku pasti ribut dengan istriku."
__ADS_1
"Iyaa Pram, itu sudah aku duga."
"Jadi aku putuskan untuk keluar dari group Reseller. Maafin aku yaa..." Kata Pram.
"Yaa... Gak apa-apa Pram. Aku ngerti kok." Kataku.
Kemudian aku mengabarkan ke Pram, kalau besok aku akan berangkat ke kota X. Dan 2-3 harinya baru akan lanjut ke kota tempat tinggal Pram.
"Ar, maaf yaa aku gak bisa telpon lama. Besok kalau sudah sampai di kotaku cukup kamu kabari lewat statusmu. Dan besok aku akan mencarimu ke tempatmu menginap." Kata Pram.
"Ya Pram."
Pram mengalihkan panggilan ke video, dan akupun menerimanya.
"Ara, aku sangat menyayangimu jadi aku mohon kamu ngerti keadaanku yaa.. Sabar yaa sayang..."
"Pram, kalau ini berat bagimu sudahlah lupakan semua Pram. Aku gak tega lihat kamu seperti ini."Kataku.
"Gak Ar. Aku sanggup Ara. Yang penting kamu tetaplah di sampingku, temani aku dan setia menungguku. Please..."
Aku mengangguk. Kemudian panggilan diakhiri Pram.
__ADS_1