Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Seandainya dia tahu perasaanku


__ADS_3

Malam ini suamiku mengantar ibu mertuaku ke dokter. Aku mengingatkan suamiku untuk membeli obat vertigo untukku.


Anak-anakku lagi belajar, sedangkan aku membuat list orderan-orderan yang masuk, supaya besok tinggal disiapkan Siti.


Pram mengirim pesan, menyuruhku agar jangan banyak aktivitas dulu, perbanyak istirahat. Aku senang atas perhatian yang diberikan Pram padaku.


"Ma... Arini dah ngantuk,Arini bobok duluan yaa.." Kata Arini yang tiba-tiba masuk kamarku


"Yaa sayang... Bobok dah, yaaa..." Kataku sambil menciumnya.


Tak berapa lama Arini benar-benar tertidur. Mungkin tadi di sekolah capek sekali.


Ada pesan masuk dari Pram


"Ara... bagaimana keadaanmu..."


"Kamu sudah baikan?"


"Balas, please..."


Aku membalas chatting Pram.


"Aku dah sehat. Kamu gak perlu khawatir lagi Pram."


"Makasi perhatianmu."


"Kamu juga jaga kesehatan yaa.."


Pram tidak menjawab pesanku.


Aku kemudian merapikan buku-buku Arini. Dan melihat anak-anak bujangku.


"Sudah jangan maen game terus Arjun." Kataku saat masuk kamarnya dan kulihat Arjun lagi asyik maen game.


"Yaa Ma... ini baru aja Arjun main game. Tadi Arjun dah belajar kok Ma."

__ADS_1


"Oh iyaa nak.. Nanti jangan terlalu malam tidurnya yaa..."


Arjun hanya mengangguk dan tetap konsentrasi di game nya.


Aku masuk kamar Aldi, anakku yang paling besar. Aku lihat sedang belajar.


"Aldi, belajarnya jangan sampai terlalu malam yaa... Niar besok bisa bangun pagi."


'Iya ma... Ini Aldi selesei laporan aja Ma." Kata Alsi.


"ooh iya...Mama mau tidur duluan. Oh iya Aldi, Papamu belum pulang masih mengantar nenekmu ke dokter. Nanti tolong bukakan papamu pintu yaa..."


"Ya Ma..."


Aku kembali ke kamarku. Dan kulihat handphone ku, ada pesan masuk. Sari suamiku dan dari Pram.


"Ma... Aku masih antri di dokter, mama gak usah tunggu aku pulang. Istirahat duluan dah." Kata suamiku.


Aku membalas pesannya langsung," Yaa Pa.."


"Syukurlah kalau kamu dah baikan..."


"Kamu dah tidur Ar?"


Aku membalas pesan Pram, yang kulihat sedang online.


" Aku belum tidur Pram."


"Ara, bisa tolong kirimkan aku beberapa foto barang beserta harganya, aku mau membuat group reseller."


"Baik Pram, tunggu yaa..."


Kemudian aku memilih barang-barang jualanku yang lagi banyak peminatnya. Aku mengirim 15 gambar.


"Iya Ar... Makasi gambar-gambarnya... Sekarang aku akan membuat group reseller."

__ADS_1


" Nah sekarang kamu tidur yaa Ar.. jangan tidur terlalu larut. Minum obat trus tidur."


"Iyaa Pram, tapi ada yang mau aku tanyakan, boleh?"


"Mau tanya apa? "


" Janji gak marah yaa..."


"Masak mau dimarahi, dah lama dicari trus baru ketemu... Ya disayang sayanglah..." Tulis Pram.


"Kapan tu kamu kan kirim puisi ke aku, memang itu bener dari isi hatimu, atau cuma iseng aja?'"


"***Puisi yang mana Ar? "


"Hmmm kamu gak inget, ya udah lupakan... Aku mau tidur aja."


"Hmmm ngambek nih...Gini Ar... yang pertama kali aku kirim dulu tu, itu puisiku untukmu. Na yang kemarin yang kedua itu lirik lagu Ar, lagunya Sheilla On seven. Waktu tu selesai kita chating malam, aku kan gak bisa tidur, jadi aku putar lagu... Eee yang keputar lagunya sheila yang itu.'


"Aku merasa pas liriknya, jadi yaa aku kirim ke kamu. Sabagai ungkapan perasaanku."


"Ooh gitu... Iyaa udah.. Kalau gitu Ara tidur duluan yaa... "


" Iya Ar... Oh iya Ara... Gak apa-apa kan aku sering chatting kamu... Kamu gak keberatan kan..."


"Hmmmm.... gak boleh!"


"Serius Ar???"


"Iya.. Udah aku mau tidur dulu***."


Aku menunggu balasan dari Pram, tapi ternyata Pram gak balas chatting ku. "Apakah Pram marah yaa..." Pikirku.


Seperti ya aku sudah menyinggung perasaannya, padahal aku hanya becanda. Seandainya dia tahu perasaanku....


Tak lama kemudian aku tertidur.

__ADS_1


__ADS_2