
Aku menangis dan kupandangi Hp ku yang sudah kutaruh di meja. Aku mengambilnya kemudian aku menulis pesan ke nomor Pram yang baru, karena aku sudah diblokir di nomor pribadinya.
"Apa maksud semua ini Pram???"
"Kenapa kamu tega lakukan ini ke aku."
"Tapi yaa sudahlah... Aku ikhlas dengan semua yang sudah kamu lakukan."
" Kamu ingin hancurkan rumah tanggaku juga..."
"Gak pa-pa..."
"Aku pikir kamu benar-benar sayang dan benar-benar mencintaiku tapi ternyata begini caramu mencintaiku."
" Aku ikhlas...Makasi untuk semuanya Pram...
Aku lihat pesanku langsung dibaca Pram. Aku tidak tahu kapan Pram aktif online. Aku sibuk dengan mengetik pesan tumpahan kekecewaan ku.
Pram membalas pesanku.
"Ara... Maafkan aku."
"Aku sudah melukaimu."
"Maafkan aku, sudah membuatmu menangis."
"Aku tahu semua yang aku lakukan ini akan membuatmu menangis dan kecewa."
" Silahkan kamu marah dan benci padaku."
__ADS_1
"Aku terima Ar... Aku ikhlas."
" Aku terjepit Ar... Tolong maafkan aku."
"Aku tahu, aku tak layak mendapatkan maafku. Aku tak layak mendapatkan cinta dan kasih sayangmu."
" Bencilah aku, bila itu bisa membuat rasa sakitmu berkurang."
"Aku terima semuanya Ar. I love you... Aku terjepit Ar... Kamu gak akan mengerti."
"Namun aku gak akan memintamu untuk mengerti akan apa yang sudah aku lakukan ini."
"Aku hanya ingin kamu memafkanku, karena aku tak bisa memegang janjiku padamu yang ingin membahagiakanmu. Aku sudah membuatmu menangis dan terluka."
" Maafkan aku."
Aku membaca pesan Pram, namun aku tak ingin membalasnya. Aku hanya menangis. Kemudian hp aku matikan.
Setelah beberapa saat, aku kembali ke ranjangku, dan mencoba untuk tidur. Aku lihat suamiku masih sibuk di depan laptop nya.
"Pa, mau aku buatkan kopi?" Tanyaku.
"Gak usah Ma, tadi aku sudah minum kopi. Tolong buatkan aku teh saja." Kata suamiku.
"Ya Pa..." Kataku sambil menuju dapur.
Tak berapa lama aku kembali lagi ke ruang kerja suamiku dengan membawa segelas teh hangat.
"Pa... Ini tehnya... Aku tidur duluan yaa..." Kataku.
__ADS_1
"Iya Ma... istirahat dah. Ntar aku nyusul."
Aku kemudian menuju kamarku, dan bersiap untuk tidur.
Sebelum tidur, aku mengecek pesan-pesan yang masuk siapa tahu ada orderan yang masuk.
Ternyata Pram mengirim pesan lagi. Aku pun membukanya.
"Ara ... tolong balas pesanku. Aku ingin kamu baik-baik saja di sana."
"Aku juga sudah ngomong ke suamimu, kalau dia harus benar-benar menjagamu, benar-benar mencintaimu dan harus membahagiakanmu. "Karena kalau dia sampai menyakitimu, dia akan berhadapan denganku."
"Ara...Tolong jaga dirimu untukku. Aku sangat sayang dan sangat mencintaimu."
" I love you forever..."
"Aku akan menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawabku di sini."
"Aku tetap mengingat janjiku padamu, aku akan menjemputmu saat waktunya tiba atas ijin Tuhan."
"Semoga kamu masih mau menungguku."
"Kalau kamu memang benar-benar sayang dan mencintaiku, kamu akan mengerti kenapa aku melakukan semua ini."
"Aku yang selalu menyayangimu, selalu mencintaimu. Selamanya sayangku..."
Aku hanya membaca pesan Pram, namun aku belum bisa membalasnya. Aku masih kecewa atas apa yang telah dilakukannya.
Kemudian aku mencoba untuk tidur, aku matikan lampu. Namun kenapa mataku tak bisa terpejam.
__ADS_1
Kudengar suara langkah kaki memasuki kamarku, dan kuyakin itu suamiku. Aku kemudian pura-pura memejamkan mataku.
Suamiku menyelimuti tubuhku, kemudian mengecup keningku. Suamiku naik ke tempat tidur, dan kemudian memelukku.