
Keesokan harinya aku berangkat kuliah sendiri. Aku berusaha untuk melupakan kekesalanku pada Bagus dan konsentrasi untuk skripsi. Aku ingat dengan janjiku pada mama bahwa hubunganku dengan Bagus tidak akan mempengaruhi kuliahku.
Hari ini aku janji bertemu dengan dosen pembimbing. Ada yang harus aku konsultasikan.
Aku menunggu dosen pembimbingku datang. aku memeriksa semua coretan-coretan dosenku dan perbaikan-perbaikan yang sudah aku buat. Yaah smua sudah beres. "Smoga hari ini bisa disetujui dan di ACC,"harapku.
Selang beberapa menit dosen pembimbingku datang. Aku dipersilahkan masuk ke ruangannya. Kemudian beliau memeriksa semua yg sudah aku perbaiki.
"Oke... Semua sudah beres. Bapak ACC yaa.. Kamu ujian skripsi minggu depan yaa..Siapkan diri baik-baik yaa Ara..." kata dosenku.
"Siap Pak." jawabku sambil tersenyum dan meninggalkan ruangan dosenku.
Aku bersyukur semua dipermudah. Aku tinggal mempersiapkan diri untuk ujian skripsi.
Aku berniat akan ke perpustakaan untuk mencari buku-buku yang bisa menambah wawasanku agar aku bisa menjalani ujian skripsi dengan baik dan lancar.
Saat aku akan ke perpustakaan, tanpa sengaja aku melihat Bagus sedang membonceng seorang cewek.
__ADS_1
Aku kaget dan ada perasaan cemburu dan kecewa. Aku ingin menangis tapi ku tahan. Aku batalkan niatku ke perpustakaan, aku memilih untuk pulang.
Sesampainya di rumah aku langsung masuk kamar. Aku langsung menangis. Dan menangis sejadi-jadinya. Mama mengetuk pintu kamar yang aku kunci.
"Ara.. Ara... Buka pintunya nak..Ara..."
Aku menangis tersedu-sedu. Aku tidak menyangka Bagus akan lakukan ini kepadaku. " Kamu pembohong !!! Kamu jahat Gus!!! Kamu tega lakuin ini kepadaku..." teriakku dalam hati.
"Ara sayang.. tolong buka pintunya nak..Sayang.. Buka pintunya sayang..." Mama mengetuk lagi pintu kamarku.
"Ma... Biarkan Ara sendiri dulu ma.. Ara mohon ma..." Aku menjawab sambil menangis.
Aku masih menangis, aku menyesali mengapa aku bisa menerima kepalsuan cinta Bagus? Mengapa aku bisa tertipu kata-kata manisnya? Mengapa aku mengalami ini? Semua penyesalan-penyesalan muncul dalam hatiku.
Mengapa saat aku mulai benar-benar mencintainya, Bagus malah mengkhianati. Apa salahku Gus? Kenapa kamu tega lakukan ini kepadaku? Apa salahku?? Aku makin menangis mengingat kebodohan-kebodohanku.
Aku menangis dan menangis lagi. Aku menghambur-hamburkan buku yang ada di mejaku.
__ADS_1
Mataku tertuju pada buku harianku yang jatuh di lantai. Foto Pram jatuh ke lantai.
Aku mengambil foto Pram.. "Pram... kamu di mana? mengapa kamu gak ada di sampingku? Mengapa saat aku membutuhkanmu kamu gak ada di sampingku...Pram ,,aku hancur, aku sedih... " Aku menangis lagi.
Karena lelah menangis, aku akhirnya tertidur.
Beberapa saat kemudian aku terbangun. Aku melihat diriku di cermin. Mataku sembab dan bengkak. Aku mengusap air mataku yang jatuh lagi. Aku berusaha menahan tangisku, aku tidak mau menangis lagi.
"Aku harus bangkit!!! Aku gak boleh lemah!! Aku harus kuat!! Kamu mampu Ara! Buang Bagus dari pikiranmu! Dia Hanya laki-laki pecundang yang tidak pantas kamu cintai!!" Aku mencoba menyemangati diriku.
Aku berusaha mengontrol emosiku. Aku teringat mama. Aku gak mau buat mama sedih. Mama pasti sedih dan khawatir melihat keadaanku.
Kemudian aku keluar mencari mama.
"Ma.. Ara sayang mama," kataku sambil memeluk mama.
Mama memelukku dan menenangkan aku. Aku menangis di pelukan mama.
__ADS_1
Akhirnya aku tenang dalam pelukan mama.