
Hari berganti hari. Hubungan Ara dan Pipin sudah baik. Aku lega.
Aku sudah menceritakan Pipin, istriku kalau usaha yang sedang aku bangun sekarang adalah usaha yang disupport oleh Ara. Jadi aku dan Ara bekerja sama untuk mengembangkannya.
Dan aku bersyukur Pipin mengerti dan mendukungku. Aku sudah menceritakan Pipin bagaimana bentuk kerjasamaku dengan Ara. Namun hanya aku dan istriku yang tahu.
Hari ini aku merasa kurang fit, jadi aku tidak ke kantor.
"Dek... Hari ini Papa gak ke kantor, kayaknya Papa lagi gak enak badan. Badan Papa pegel semua. Nanti tolong Adek ke percetakan yaa... Tolong kasikan gambar yang sudah Papa buat kemarin." Kataku pada Rahma.
"Iya Pa... Papa istirahat di rumah dah. Nanti adek yang ke percetakan. Kebetulan hari ini adek juga gak ada ngajar les Privat. Jadi waktu adek luang kok."
"Iya. Hati-hati di jalan yaa."
Rahma mengiyakan dan mencium tanganku dan ibunya bergantian saat akan berangkat ke kantor.
Pipin sekarang keadaannya semakin baik karena Pipin rutin melakukan pengobatan herbal.
"Pa.. Sebaiknya nanti Papa ke dokter aja yaa... Ibu lihat Papa dari kemarin kurang fit. Nanti biar diantar ma Rahma atau Sabila. Ya Pa..."
"Liat nanti aja Bu, Papa mau istirahat dulu yaa."
"Iya Pa..." Akupun beranjak menuju kamar.
Aku mencoba untuk tidur. Aku minum air hangat yang disediakan istriku kemudian aku merebahkan badanku di tempat tidur.
Mungkin karena pengaruh obat yang kuminum aku jadi agak mengantuk dan aku tidurnya lumayan lama.
Sekitar 2 jam kemudian istriku membangunkan aku.
"Jam berapa ini Bu? " Tanyaku.
__ADS_1
" Sekarang sudah siang Pa..
Papa tidurnya pulas sekali, hampir 2 jam lebih Papa tidur."
"Ooh iya...." Aku mengucek kedua mataku dan aku duduk menatap istriku.
"Bu... Papa seneng sekali liat ibu sekarang sudah sehat."
Istriku mendekatiku, kemudian menyentuh dahiku.
"Iya Pa... Papa juga harus sehat seperti ibu yaa...Nanti sore Papa ke dokter yaa... Ne Papa seperti nya demam."
Aku mengangguk, karena sehabis bangun tidur badanku masih terasa pegel dan mataku terasa hangat.
"Iya Bu... Nanti biar Papa ke dokter sendiri aja Bu. Gak apa-apa, toh Papa masih bisa jalan dan mengendarai motor sendiri."
"Iyaa Pa...Tapi naik motornya pelan-pelan yaa..." Kata istriku.
Sore harinya aku ke dokter sendiri. Setelah diperiksa dokter aku diberi obat. Kemudian aku pulang. Di perjalanan pulang aku mampir ke kantor.
Sampai kantor ternyata Rahma sedang keluar. Kantor dikunci, namun aku punya kunci cadangan.
Aku istirahat sambil duduk di depan laptopku. Aku memeriksa semua orderan yang sudah masuk dan yang belum dikerjakan.
Aku senang melihat pertumbuhan usaha yang sedang aku bangun. Aku hanya ingin mewujudkan mimpi-mimpi ku melihat usaha yang aku bangun bisa berhasil.
Aku teringat Ara...
Ara yang percaya padaku, Ara yang selalu mensupportku, yang mau bekerja sama denganku padahal aku sering gagal dalam bisnisku.
Aku dan Ara sesekali telponan, namun hanya urusan bisnis. Bahkan kami sudah tak lagi melakukan panggilan video. Kami menjaga komitmen yang sudah kami sepakati demi keluarga kami masing-masing.
__ADS_1
Bagiku ini tetap berat, namun aku sangat menyayangi Ara, melihatnya bahagia sudah cukup bagiku. Itulah caraku mencintai dan menyayangi Ara.
Saat ini aku tiba-tiba rindu Ara. Sangat rindu. Aku hanya ingin melihatnya.
Akupun menekan tombol telpon, dan Ara mengangkatnya.
"Ar... Apa kabar?" Kataku.
"Aku baik-baik aja Pram. Kamu sendiri gimana? Sehat kan?"
"Iyaa aku sehat." Kataku namun nafasku agak tersengal-sengal. Aku menyembunyikan sakitku dari Ara,aku tak mau Ara khawatir.
"Syukurlah... Aku senang mendengarnya Pram."
"Iya Ar... Ara, maaf... Boleh aku melihatmu?" Kataku.
" Pram.... Hmmm ...." Ara terdengar ragu-ragu.
" Iyaa udah kalau gak boleh gak apa-apa."
Namun Ara kemudian mengalihkan ke panggilan video.
" Ada apa Pram? Kok tumben kamu pingin liat aku?"
Aku memandang wajah Ara, orang yang sangat aku sayangi. Wajah polosnya, wajah keibuannya... Aku melihat Ara tampak cemas.
" Pram... Kamu sehat kan? " Kata Ara.
Aku mengangguk. Dan aku berusaha untuk menyembunyikan nafasku yang terasa sesak.
Aku mengalihkan ke panggilan biasa.
__ADS_1