
Tengah malam, aku terbangun. Aku duduk di samping suamiku. Kupandangi wajahnya. Kemudian aku menyelimutinya.
Aku kemudian beranjak dari tempat tidurku. Aku membersihkan diri kemudian aku bersimpuh dan berdoa. Sejujurnya, aku merasa tidak tenang dengan perasaan hatiku. Aku berharap semua akan baik-baik saja. Aku menangis memohon kebaikan, kesehatan dan keberkahan untuk semua orang-orang yang aku cintai.
Selesai berdoa, aku mengambil HP ku. Waktu menunjukkan pukul 3 pagi dini hari.
Aku melihat notifikasi di HP ku. Ternyata ada yang yang mengirim pesan pribadi lewat media Sosial X. Aku kaget, di situ tertulis nama orang yang sangat dekat di hatiku. Pramuji Wijaya.
Tapi karena sudah dini hari, aku tak membuka pesannya. "Besok aja kubuka," batinku.
Kemudian aku kembali ke tempat tidur, dan mencoba untuk tidur.
Tapi ternyata suamiku terbangun, dan kemudian memelukku.
"Ma... Kebangun yaa..." Kata suamiku sambil mengendus-endus tengkukku.
Aku sudah mengerti dengan kode yang diberikan suamiku.
Suamiku mulai mencium dengan nafas memburu, dan tak lupa tangannya mulai beraksi meraba semua bagian tubuhku.
"Bang, aku ngantuk banget... Besok aja yaa...." Aku berusaha menghindar serangan-serangan suamiku.
"Tanggung Dek..." Kata suamiku tak menghentikan serangannya malah semakin menggebu-gebu. Akhirnya aku terbawa hasrat suamiku, dan mengikuti kemauannya. Dan tak berapa lama penyatuan terjadi. Desah nafasku dan suamiku semakin memburu hingga akhirnya kita melakukan pelepasan.
__ADS_1
Setelah pelepasan, suamiku tertidur di sampingku.
"Bang... Bersih-bersih dulu sana... Jangan langsung tidur." Kataku membangunkan suamiku yang sudah mulai tertidur.
Suamiku tak menjawab.
"Hmmm.... Sudah aku bilang besok aja mainnya, tetep aja maksa harus sekarang." Aku menggerutu.
Suamiku membuka matanya dan tersenyum, sepertinya dia mendengar kata-kataku.
"Adek bilang besok tu kan kemarin malam, nah ini kan sekarang sudah pagi, jadi bener kan. Sekarang tu besoknya kemarin." Kata suamiku sambil tertawa dengan suara pelan.
Aku melotot. Kemudian suamiku beranjak pergi ke kamar mandi. Setelah itu balik lagi ke tempat tidur dan mencium keningku.
"Dek... Makasi yaa...Sekarang bobok dah, biar bisa bangun pagi besok." Katanya.
"Kenapa kok gitu bibirnya... Mau lagi? " Kata suamiku menggoda.
"Udah abang tidur aja dah, supaya gak kesono terus pikirannya," kataku sambil beranjak dari tempat tidur, menuju kamar mandi.
Aku balik dari kamar mandi... Eeeh beneran aku melihat suamiku sudah tertidur pulas. Dan tak lama suara dengkurannya terdengar.
Aku mencoba untuk tidur, dan akhirnya aku tertidur juga.
__ADS_1
PRAM
"Mana anak-anak Papa ne... Yuk kita makan bareng dulu..." Kataku memanggil anak-anakku yang lain. Karena hanya ada aku, Yusuf dan Pipin di depan hidangan makan malam yang disediakan istriku. Sabila dan Rahma belum keluar dari kamarnya.
Tak berapa lama setelah aku panggil, Sabila dan Rahma keluar kamar.
"Ngapain aja sih kok lama sekali keluar..." Kataku sambil melihat ke arah Rahma.
"Adek lagi bahas soal-soal les sama kak Sabila." Jawab Rahma singkat.
Aku mengangguk. Kemudian seperti biasa Yusuf mengambil sepiring nasi untukku dan sepiring nasi untuknya. Setelah itu Pipin mengambilkan nasi untuk anak-anak gadisku. Dengan menu sederhana namun nikmat kami menyantap makan malam sambil ngobrol-ngobrol ringan.
Aku pulang kantor jam 6 sore sudah sampai di rumah, kemudian aku bersih-bersih sebentar dan aku makan malam bersama dengan keluarga kecilku.
Setelah itu baru aku ngobrol ma anak-anak sambil nonton TV. Lalu aku menemani Yusuf belajar sebentar, setelah itu aku bersiap-siap balik ke kantor lagi.
Sekitar jam 10 malam aku sudah bersiap-siap keluar rumah untuk menuju kantor lagi. Itulah rutinitasku selama kurang lebih 1,5 tahun ini. Ini kulakukan karena aku kadang sering terlambat masuk kantor maklum aku juga punya bisnis sampingan parfum. Dan itu sudah dimaklumi oleh bosku Pak Amin.
Aku lebih sering tidur di kantor dari pada di rumah.
"Bu... Aku jalan ke kantor dulu yaa..." Kataku berpamitan pada Pipin istriku.
Istriku mengangguk, kemudian mencium tanganku menyalamiku.
__ADS_1
"Baik-baik di rumah yaa, kalo ada apa-apa telpon Papa." Kataku sambil mengecup kening istriku.
Aku beranjak pergi meninggalkan rumahku menuju kantor.