Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pram mengundurkan diri


__ADS_3

PRAM


Setelah telponan dengan Mamak dan Ara, hatiku merasa lega. Aku semangat lagi. Sungguh Mamak dan Ara benar-benwr menjadi penyemangatmu saat ini.


Yàh keadaan di rumah masih gak mengenakkan. Jadi aku belum bisa berkeluh kesah ke istriku. Jangankan berkeluh kesah, aku pegang hp aja wajah istriku sudah langsung berubah.


Aku menikmati semuanya. Aku mencintai istri dan anak-anakku walau bagaimanapun sikap mereka. Sebelum pertemuanku kembali dengan Ara, sikap istri dan anak-anakku memang tidak jauh beda dengan sekarang.


Kegagalan-kegagalan yang kualami dalam usaha membuat sikap dan pandangan keluarga istriku kurang baik kepadaku. Aku sering putus asa, namun aku belajar untuk ikhlas menerima semua keadaan dan kegagalanku.


Aku yakin suatu saat aku akan berhasil. Aku yakin itu. Setelah kehadiran Ara, semangatku tumbuh kembali.


Setiap ada masalah yang membuatku lemah, aku punya kebiasaan harus menelpon Mamak di kampung. Walaupun aku tak berkeluh kesah padanya namun hanya dengan mendengar suaranya dan melihatnya dari panggilan Video sudah cukup membuat hatiku lebih tenang.


Aku sudah rundingkan dengan Ara tentang keinginanku untuk berhenti bekerja di kantor Pak Amin. Ara setuju. Dan Ara memberiku beberapa pandangan, usaha apa yang kira-kira bagus saat ini.


Selesai telponan dengan Ara, aku langsung balik ke kantor. Aku lihat Pak Amin dan Andre belum ada di mejanya. Berarti mereka belum pulang dari kunjungan ke kantor X.


Aku mempersiapkan kata-kata yang tepat yg harus kusampaikan ke Pak Amin nanti agar aku masuk secara baik-baik jadi aku ingin keluarpun secara baik-baik.

__ADS_1


Sekitar setengah jam kemudian, Pak Amin dan Andre tampak masuki ruangan kantor . Aku langsung menyapa mereka berdua. Namun sikap Pak Amin dingin, membuatku geram.Semakin bulat tekadku untk segera keluar dari kantor ini.


Aku menunggu saat yang tepat. Dan aku bersyukur aku bisa menyelesaikan tugas yang diberikan pak Amin padaku tadi pagi


Saat Pak Amin meelintas di depanku.


"Pak ...Ada yang mau aku bicarakan. Pak, punya waktu sebentar? " Kataku sambil berdiri di dekatnya.


Pak Amin memandangku sekilas dan mengangguk.


"Yaa.. katakan..." Kata Pak Amin.


"Trus maumu apa? Hmmm." Kata Park Amin.


Aku bingung dengan jawaban bosku. Aku merasa ditantang. Tapi aku mencoba halus dulu.


"Maksudku Pak, kalau aku ada salah tolong aku ditegur aja jangan diamkan aku seperti sekarang-sekarang ini."


"Iya gak ada yang salah. Biasa aja. Jangan terlalu kamu pusingkan. Aku pikir ada yang perlu. "Kata Pak Amin dan akan berlalu.

__ADS_1


Aku menjadi kesal karena merasa diabaikan.


"Hmmm sebelumnya aku minta maaf Pak. Sepertinya lebih baik aku mengundurkan diri saja Pak!" Kataku tegas.


Bosku menoleh. Memandangku.


"Iya Pak. Aku mengundurkan diri. Pekerjaan yang terakhir aku terima sudah aku selesaikan. Dan Aku ucakan terima kasih selama ini bapak sudah membantu aku. Mungkin memang ini yang terbaik Pak. Maafkan kalau selama aku bekerja di sini aku ada salah atau sikapku yang buat Pak Amin kurang berkenan.Maaf kan aku." Kataku.


"Ooh begitu. Ya sudah, terserah kamu." Kata Pak Amin dingin.


Aku mengangguk, kuanggap semua selesai.


"Baik Pak, yaa walaupun aku berhenti bekerja di sini kuharap hubungan persahabatan kita akan tetap baik Dan tolong maafkan kalau ada sikapku yang kurang Pak Amin suka." Aku menjabat tangan Pak Amin.


"Iyaa.." Kata Pak Amin kemudian pergi.


Ada rasa kesal dan kecewa melihat sikap pak Amin seperti itu.Aku menghela nafas.


Aku merapikan barang-barang ku.

__ADS_1


__ADS_2