Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara mendaftar beasiswa


__ADS_3

Aku melihat teman-temanku berkumpul di papan pengumuman kampus. "Ada apa yaa,"pikirku. Aku bergegas ingin melihat pengumuman apa gerangan.


"Ara... "


Aku menoleh ke belakang mencari sumber suara yang memanggil namaku."Ooh ternyata Amir,"batinku. Amir memberi isyarat agar aku mundur.


Aku urungkan niatku masuk ke kerumunan yang sedang melihat papan pengumuman. Aku mundur dan menghampiri Amir.


"Amir, ada pengumuman apa yaa kok temen-temen rela berdesak-desakan, "tanyaku.


"Ada beasiswa X Ar, lumayan bisa buat tambah uang saku. Kita coba daftar yuk." Amir mengajakku.


"Syarat-syaratnya apa Mir?


"Aku sudah mencatat smua persyaratannya, ne kamu tulis dulu biar gak lupa." Amir menyodorkan selembar kertas kepadaku.


Aku mengeluarkan buku kemudian menulis semua persyaratan yang tertulis di kertas itu.


"Terimakasih Mir," kataku sambil mengembalikan kertas milik Amir.


"Sama-sama Ar." Amir tersenyum dan mengambil kertasnya.


"Mir, kapan terakhir mengumpulkan semua berkas-berkas ini?" tanyaku.

__ADS_1


"Kita masih ada waktu 7 hari Ar. Kamu urus dan lengkapi berkas-berkasnya yaaa, kutunggu," kata Amir sambil tersenyum.


"Makasi Mir," jawabku dan tersenyum


Amir adalah teman yang paling baik dan begitu perhatian padaku. Kami satu angkatan. Setiap ada tugas ataupun pengumuman-pengumuman penting Amir pasti memberitahu aku.


"Ar, kita masuk ruangan yuk, 5 menit lagi kuliah akan dimulai." Amir mengingatkan.


Aku mengangguk, kemudian beranjak menuju rungan kuliahku. Amir berjalan di sampingku.


***


Seminggu kemudian aku dan Amir memasukkan berkas-berkas persyaratan untuk mendaftar mendapatkan beasiswa. Semua berkas sudah lengkap.


Aku mengangguk sambil mengecek dan merapikan berkas-berkasku.


Semua berkasku dan Amir sudah lengkap, kami menyerahkan ke bagian tata usaha yang mengurus bagian administrasi.


"Semoga kita berdua lolos seleksi yaa Mir," harapku.


"Yaa Ar, kalo kamu pasti lolos lah, nilaimu bagus sejak semester 1 dan 2. Aku ini yang dag- dig dug bisa lolos atau tidak. Karena nilaiku pas-pasan." Amir menyemangatiku.


"Kamu berlebihan Mir. Kita berdoa semoga kita berdua lolos yaa," kataku dan tersenyum.

__ADS_1


"Ara, kita ke perpustakaan yuk. Hari ini kan gak ada kuliah. Daripada kamu pulang, kamu mau kan?" Amir menawariku.


Aku langsung mengiyakan, karena memang hari ini gak ada kuliah, jadi sayang sekali kalo aku langsung pulang.


Amir mengambil sepeda motornya di parkiran. Kemudian Amir memboncengku pergi ke perpustakaan.


Di perjalanan, Amir bertanya kepadaku. "Ar, kamu belajar sampai pagi yaa? "


"Kenapa kok tanya seperti itu, gak lah aku bisa botak kalo belajar sampai larut malam. Aku gak paksa diri Mir, kalo lagi mood bagus aku bisa belajar sampai lupa waktu, tapi kalo aku sudah capek dan jenuh, aku malah cepet tidur." jawabku.


"Oh iya?? Aku pikir kamu begadang terus setiap malam, habis kamu pinter banget sih, jadi aku penasaran bagaimana cara kamu belajar sampai kamu bisa pinter."


"Eeh jangan berlebihan lah Mir, aku gak pinter-pinter amat. Mungkin karena faktor keberuntungan Mir yang buat nilaiku bagus-bagus."


"Aku serius Ar. Aku sudah belajar sampai larut malam, niatnya pingin pinter dan dapat nilai bagus... eeh malah besok paginya aku ngantuk saat jam kuliah berlangsung."


"Yang bener tu Mir, jangan paksa diri belajar sampai larut malam. Materi-materi kuliah yang sudah dikasi kita rangkum, baca dan perdalam lagi ilmunya lewat buku-buku lain supaya wawasan kita tambah luas."


"Ooh begitu yaa... Betul juga katamu Ar, kayaknya memang harus seperti itu."


Tek terasa aku dan Amir sudah sampai di perpustakaan. Kemudian kami masuk ke dalam perpustakaan dan mencari beberapa buku penunjang materi kuliah kami.


Aku mulai membaca dan merangkum apa-apa yang aku anggap penting. Begitu juga dengan Amir.

__ADS_1


"


__ADS_2