
Sepertinya aku ketiduran. Aku terbangun karena kedatangan dua bidadariku.
"Ma... Arini dah pulang sekolah. Mama gimana keadaannya dah baikan Ma? Dah berhenti pusingnya?" Tanya Arini sambil naik ke tempat tidurku.
"Ooh sayangku, dah pulang yaa...Sini cium mama dulu."
Arini langsung menciumku dan kemudian memelukku.
Tak berapa lama Azka dan suamiku masuk kama, kemudian duduk di sampingku.
"Masih pusingnya Ma..."Kata suamiku sambil mengelus rambutku.
"Sudah enakan Pa... " Kataku sambil tersenyum.
"Sekarang semua makan siang dulu yaa... Bibik kayaknya tadi dah selesai masak makan siangnya. Pa, ajak anak-anak makan dulu ..." Kataku pada suamiku karena aku lihat Arini dan Azka malah asyik tidur di sampingku.
Suamiku mengangguk dan mengajak anak-anakku makan.
Aku membuka handphone ku. Dan aku melihat banyak pesan yang masuk. Setelah aku menjawab chatting dari pelanggan ku, barulah aku melihat chatting Pram yang dia kirim skitar 7 menit lalu.
" Gimana keadaanmu Ara.."
"Aku berharap kamu baik-baik saja Ar. Maafkan aku mengkhawatirkanmu."
"Tolong balas pesanku nanti yaa, kutunggu."
Aku membalas pesan Pram.
"Aku dah baikan Pram."
"Kamu gak perlu khawatir seperti itu"
"Kamu jaga kesehatan juga yaa."
"Dan maafin Ara, dah buat kamu khawatir."
Kemudian aku mencari anak-anak dan suamiku yang sedang makan. Kemudian akupun ikut makan siang, walaupun agak dipaksakan.
Selesai makam siang suamiku langsung balik ke kantor lagi. Arini dan Azka masuk ke kamar mereka, dan aku kembali ke kamarku
Handphone ku berbunyi ada panggilan masuk. Aku lihat itu dari suamiku.
"Yaa Pa.. Ada apa? Ada yang ketinggalan Pa?"
"Gak, aku cuma mau bilang, kalau aku nanti akan mengantar ibuku ke dokter. Mama mau ikut sekalian atau gak?" Tanya suamiku.
"Gak usah dah Pa... Nanti tolong beliin obat vertigo aja pulangnya, karena obat vertigo mama tinggal 1 biji."
__ADS_1
"Ooh iya Ma, nanti Papa belikan."
"Bener yaa Pa.. tolong jangan sampai lupa." Kataku menegaskan.
" Iyaa siap Ma..." Suamiku mematikan telpon.
Kemudian ada telpon masuk lagi, aku pikir dari suamiku lagi, Ternyata dari Pram. Aku deg-degan dan aku menerima telepon nya.
"Ara... Gimana keadaanmu?"
"Aku dah baikan Pram..."
"Ara dah makan kan?"
"Sudah Pram..Kamu juga dah makan kan Pram?"
"Belum, ini lagi nunggu dibuatin telur dadar."
"Lagi di rumah yaa Pram?" Tanyaku lagi.
"Gak Ara,, aku lagi di warung." Jawab Pram.
"Ooh Ara pikir lagi di rumah, habis nunggu digorengin telur dadar. Emang ada warung yang jualan siap gorengin telur dadar langsung seperti itu?"
"Ooh kalo di sini ada Ar, aku cuma pesen nasi sama telur dadar aja,nanti tinggal aku pakaikan kecap aja"
"Enak Ar, coba aja. Yang penting ada pakai ganjal perut Ar.. Na ini pesanan aku datang."
"Oh iyaa...Ara jadi lapar Pram... "
"Enak Ar.. ne tak liatin yaa." Kata Pram yang kemudian mengalihkan panggilannya ke mode video call.
Aku gugup, dan aku tolak panggilannya. Lalu aku mengirim pesan pada Pram.
"Pram, maaf aku kusut nih. Malu..."
"Ooh gitu... Iya udah." Tulis Pram.
Kemudian aku mengambil selendang untuk menutupi kepalaku, karena rambutku kusut gak beraturan. Dan aku melakukan panggilan video. Tapi Pram gak menerima panggilan ku. Aku merasa kecewa. Hmmm...
Tak berapa lama, ada panggilan video masuk dari Pram. Aku langsung menerima panggilannya.
Saat aku menerima panggilan video itu, ada rasa grogi, deg deg an dna bermacam-macam perasaan muncul dalam hatiku.
"Hai Ara... " Kata Pram sambil tersenyum.
"Iya Pram... eee Ara malu Pram, Ara kusut nih. Ara gak mandi dari pagi." Aku senyum lalu menutup mukaku.
__ADS_1
Pram tertawa. Hatiku bergetar melihat wajahnya. Aku bisa melihat jelas wajah Pram. Ada perasaan bahagia bisa melihat lagi sosok Pram.
"Ar, kenapa kok ditutup sih muka nya...Kamu tetap seperti yang dulu Ar..."
Aku tidak menutup mukaku lagi...
"Na begitu... Ara, ne liat ne nasi ma telur dadarku. Enak kan..." Kata Pram sambil mengarahkan kamera video ke nasi telur dadarnya.
Aku melihat nasi telur dadar Pram...
" Wah... mantap Pram, enak sekali. Ara beneran jadi lapar ni... Tapi Ara pingin makan yang lain..."
"Pingin makan apa Ar...Ara aku sambil makan yaa..." Kata Pram sambil mulai menyantap makan siangnya
Aku mengangguk. Dan aku memperhatikan Pram yang lagi makan.
"Ar... tadi bilang pingin makan apa Ar?"
"Ara pingin makan jengkol Pram... Hmmm enak lho.. Kamu pernah makan jengkol gak?" Tanyaku.
Pram menghentikan aktivitas makannya, kemudian membelalakkan matanya dan berkata, " Kamu suka jengkol Ar??? yang bener?"
"Kenapa Pram, aku memang suka jengkol Pram, suka pete juga. Hmmm enak banget lho. bisa bikin selera makan." Kataku.
Pram sepertinya sudah selesai makan. Kemudian Pram meminum jeruk hangatnya.
"Oh iyaa, kalo jengkol dimasak apa Ar?"
"Dilalap aja Pram. Jengkolnya direbus dulu sampai empuk dan matang, trus dicocol sambal... Hmmm enak banget Pram."
Pram memperhatikan aku ngomong sambil senyum.
"Eee Kok senyum-senyum sih. Ada apa Pram?"
"Aku seneng liat kamu cerita Ar, aku bahagia liat kamu sehat dan baik-baik saja... Jaga kesehatan yaa Ar..." Kata Pram sambil memandangku dengan tatapan lembut.
Aku mengangguk.
"Ara.. Sekarang kamu istirahat lagi yaa... jangan ke toko dulu, uang bisa dicari, kesehatan nomor satu. yaa..."
"Iya Pram...Makasi yaa..."
"Aku yang makasi Ar... Karena kamu mau menerima panggilan videoku. Aku bahagia bisa melihatmu langsung."
Aku tersenyum, dan kemudian aku menutup panggilan video .
Aku sepertinya mendapat energi baru yang membuatku merasa sehat, dan bersemangat. Aku tidak tahu kenapa panggilan video Pram membuat kepalaku yang pusing jadi sembuh.
__ADS_1
Aku bahagia bisa melihat kembali sosok orang yang yelah lama kurindukan.