
Aku menatap Pram yang memandangku dengan pandangna sendu.
"Ar... Aku gak bisa lama, besok kutelpon lagi yaa..." Kata Pram.
Aku menggeleng. "Pram, ceritain aku dulu ada masalah apa di rumah." Kataku dengan sedikit agka memaksa.
"Biasa... Pipin marah lagi. Gara-gara aku lupa hapus fotomu yang aku edit kapan tu."
"Foto yang mana Pram?" Tanyaku.
"Fotomu yang bilahari aku kirim tu. Itu kan aku edit sedikit pakai latar lampu remang-remang..."
"Oooh foto itu." Kataku.
"Iyaa... Aku lupa hapus dari galeri.. yaa akhirnya dilihat ma Pipin. Salahku sih... Pelupa...Hmmm..." Kata Pram.
"Trus sekarang gimana?"
" Yaa setiap aku pulang kerja, handphone ku diperiksa dulu. Setiap hari, aku pulang kerja disambut dengan cemberut kadang aku gak disapa. Tapi yaaa... aku ngerti dan gak marah. Lagian aku yang salah... Jadi yaa gitu, aku terima semua sikap istriku." Kata Pram sambil menarih nafas.
Aku menangis.
"Kenapa kok kamu nangis Ar?" Tanya Pram.
__ADS_1
"Aku merasa gak enak ma mbk Pipin... Aku yang buat rumah tanggamu jadi gak nyaman Pram." Aku menunduk.
"Ara... Maaf yaa... Aku buat kamu nangis. Ara... ini bukan salahmu Ar... Ini salahku. Salahku karena sangat mencintaimu." Kata Pram lesu.
"Pram.... Kenapa harus seperti ini. Kenapa kita baru ketemu sekarang Pram. Posisi kita sangat sulit, dan perasaan kita ini menyakiti pasangan kita masing-masing." Kataku namun aku sudah tidak menangis lagi. Aku sudah mulai tenang.
"Ar... Cinta kita gak salah Ar.... Kita sama-sama saling menyayangi dan mencintai...Dan kita bisa menjaga dan membatasi diri. Jadi aku tetap merasa cinta kita tak salah Ar. Please Ar... jangan salahkan cinta kita."
"Iya Pram..."
"Maafin aku yaa Ar... Aku sering buat kamu nangis.
"Gak kok Pram... Aku yang cengeng. Kamu gak salah Pram. I love you....Udah lah Pram... Kita jalani saja yaa." Aku menatap Pram.
"Iyaa Pram...Dengan syarat kamu gak lelah dengan keadaan ini Pram. Kamu janji yaa Pram, untuk selalu kuat dan semangat." Kataku dan tersenyum.
"Aku kuat kok Ar... Liat badanku gede, tinggi... Masak gak kuat" Kata Pram dan tertawa.
Aku bahagia melihat Pram tertawa. Karena aku tahu, selamai ini hidup Pram terlalu pedih, penuh liku-liku. Aku ingin membuatnya bahagia. Aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan Pram dengan caraku. Dia begitu mencintaiku, dan sangat menjagaku.
"Lho kok malah bemgong? Wey..." Kata Pram mengagetkanku
Aku tersenyum.
__ADS_1
"I love you Pram ...." Kataku.
Pram tersenyum, kemudian mengecup keningku dari handphone nya.
"Ar ... Sekarang kau mau cerita bisnis kita. "
"Iyaa aku dengerin sayangku..."
"Sekarang bisnis kita semakin maju. Aku banyak dapat kemudahan dari supplier bahan baku."
"Oh iyaa Pram?? Kok bisa? " Kataku bersemangat.
"Iyaa... Aku dikasi kelonggaran dalam pembayaran nya Ar. Jadi aku bisa bayar setelah orderannya selesai dibayar customer ku."
" Wah mantap.... Hebat Pram... Pasti ini karena kamu pinter nego yaa... "Aku memberikan jempol ke Pram.
Tampak Pram bangga dan bahagia.
"Ara... Makasi yaa..." Kata Pram menatapku.
"Makasi untuk apa Pram?" Kataku.
"Yaaa.... Kamu dah membangunkna semangatku lagi. Dulu sebelum kita ketemu, aku gak punya semangat. Aku hanya mengikuti ke mana angin membawaku. Sejak kamu datang, kamu memberiku semangat dan warna baru dalam hidupku. Kamu selalu mensupport ku... I love you...Kumohon tetaplah di sampingku. Tunggu aku yaaa..." Pinta Pram.
__ADS_1
"Iyaa sayang.... I love you..." Aku tersenyum haru mendengar kata-kata Pram