Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pipin pusing dan sakit kepala


__ADS_3

Aku yang asyik chatting dengan Ara gak perhatiin kalo ada seseorang yang lagi perhatiin aku.


"Pak Pram... aku liat dari tadi asyik sekali dan senyum-senyum sendiri." Kata Pak Amin mengagetkan aku.


Aku gak berfikir kalau pak Amin bakal perhatiin aku, karena Pak Amin lagi nyetir mobil. "Waduh.. aku jadi gak enak nih," bathinku.


"Hmmmm... Maaf pak... Aku lagi chatting ma teman SMA ku dulu. Maklum pak, baru ketemu setelah 20 tahun kami gak bertemu." Jawabku dengan jujur.


"Ooh yaa... Wow pasti asyik lah pak pak Pram. Pasti kita nostalgia dengan kenangan-kenangan waktu SMa dulu yaa Pak." Kata pak Amin senyum-senyum.


"Yaa begitulah Pak.." jawabku.


"Palagi kalau temen kita tu termasuk orang yang spesial yaa Pak," Kata pak Amin sambil melirik menggoda ke arahku.


Aku langsung tertawa sumringah.


"Ada-ada aja Pak Amin ne... Iya kali Pak..." Kataku sambil tersenyum.


Kemudian aku dan Pak Amin ngobrol membahas masalah pekerjaan.


Tak berapa lama kami sampai di kantor perusahaan yang menjadi klien kami. Pembicaraan masalah pekerjaan lumayan agak lama karena banyak yang dibahas oleh pak Amin dan direktur perusahaan itu.

__ADS_1


Setelah selesai urusan dengan klien, kami pulang. Dan di tengah perjalanan pak Amin mengajakku mampir di warung mencari makan siang.


Pak Amin memesan 2 porsi nasi campur dan 2 jeruk hangat. Kemudian pak Imam mengeluarkan sebungkus rokok dan membakarnya 1 batang. Aku pun ikut membakar 1 batang rokok dan kemudian aku hisap dan keluarkan.


Tak berapa lama pesanan kami sudah siap di meja. Saat aku akan mulai makan, tiba-tiba handphone ku berbunyi, ada telpon masuk. Aku lihat, ternyata dari Pipin istriku. Akupun mengangkatnya, sebelumnya aku menunduk memberi isyarat pada pak Amin untuk mengangkat telpon.


"Ya Bu... Gimana?" tanyaku.


"Pa... Nanti Papa gak usah jemput Yusuf siang, soalnya Yusuf barusan nelpon kalau Yusuf pulang nya sore. Ada jam tambahan dari gurunya.. "Kata Pipin di seberang sana..


"Oh iyaa Bu..Nanti Papa jemput sore kalo gitu. Ini Papa masih ditraktir makan siang ma Pak Amin." Kataku.


"Iya Bu.... Udah dulu yaa Bu, Papa tutup telponnya yaah."


"Iya Pa.. Ibu juga mau tidur dulu ne.. kepala ibu kok pusing dan sakit."


"Lho... Ibu kenapa? Papa pulang yaa?"


"Gak usah Pa... Ibu tidur aja dulu bentar, nanti juga baikan. Udah yaa Pa.." Kata Istriku dah mengakhiri telpon.


Pak Amin aku lihat sudah mulai menyantap makan siangnya.

__ADS_1


"Silahkan Pak, makan siang. Ntr keburu dingin gak enak lho." Kata Pak Amin mempersilahkan aku.


" Siap Pak..." Kataku sambil mulai menyantap makanan yang yang ada di depanku.


Saat makan, pikiranku ke istriku. Aku gak tenang. Aku ingin pulang melihat istriku.


"Pak... maaf sebelumnya.. Selesai makan aku ijin pulang Pak, istriku lagi sakit kepala, gak ada yang nemenin di rumah."


"Ooh gitu yaa... Ibunya Yusuf sakit apa Pak?"


"Aku belum tahu pasti Pak. Aku khawatir kalau tensinya naik Pak."


"Oh gitu yaa... Yaa Pak Pram pulang aja temenin istrinya Pak. Toh kerjaan hari ini dah selesai kok Pak."


"Aku cuma sebentar aja Pak, cuma mau lihat dulu keadaan istriku."


"Ooh iyaa... Pak Pram atur dah.. Toh nanti klo ada kerjaan Pak Pram bisa kerjakan lembur malam harinya."


"Baik Pak.. Makasi Pak."


Setelah selesai makan, kita langsung menuju kantor. Sampai di kantor aku langsung mengambil motorku dan siap-siap pulang.

__ADS_1


__ADS_2