Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Keinginan Pram untuk membahagiakan Ara


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Usaha yang dibangun Pram sudah mulai menampakkan hasil. Pram dibantu Rahma berhasil membuat usaha percetakannya menjadi lebih maju.


Siang ini Pram janji akan menelponku.


Handphone ku berdering dan kulihat itu panggilan dari Pram. Aku langsung menerimanya. Namun sebelumnya aku minta tolong Siti untuk melanjutkan orderan yang sudah aku list. Oh iyaa, Siti sudah bekerja lagi.


Kemudian aku bilang ke Siti, kalau aku akan istirahat sebentar di kamar belakang.


"Apa kabar sayangku? "Tanya Pram.


"Kabar baik Pram....Kamu sendiri gimana? Sehat kan Pram."


"Aku selalu sehat kalau dah mau telponan ma kamu. Aku kangen Ar." Kata Pram.


Hatiku bergetar dan berbunga-bunga.


"Hmmm bener nih...trus kalau kita gak telponan kamu gak sehat gitu?" Tanyaku sambil tertawa.

__ADS_1


Aku mendengar Pram tertawa.


"Ara... tolong dengerin aku yaa... Aku ingin usahaku ini benar-benar segera menunjukkan hasil. Aku semangat bangun usaha ini Ar, cuma waktuku benar-benar tersita. Waktuku belum longgar Ar. Ini dilema Ar, satu sisi aku ingin usahaku segera berhasil namun sisi lain aku rindu banget ma kamu. Aku kangen banget Ar. Cuma aku menyemangati diriku, ini semua untuk mimpi kita Ar. Jadi tolong mengerti yaa, dan tolong maafkan aku ." Kata Pram.


"Iyaa Pram... Aku mengerti dan kamu gak perlu minta maaf. Aku sayang kamu Pram, aku ingin melihatmu bahagia. Aku ingin kamu berhasil. Aku akan slalu mendukungmu. Kamu tetep semangat yaa..."


"Makasi Ara ...Cintaku. Aku akan membahagiakanmu suatu saat nanti. Hanya itu keinginanku sebelum Tuhan menjemputku." Kata Pram penuh semangat.


Mendengar kata-kata Pram seperti itu membuatku takut, tiba-tiba aku menangis. Ada perasaan terharu akan cinta Pram padaku namun ada rasa takut, aku takut ditinggalkan Pram.


"Kenapa diam Ar? Aku ada salah ngomong?"


"Kok ngomong gitu Ar... Kamu gak percaya aku sayang kamu?"


"Aku percaya dan sangat yakin dengan perasaanmu Pram. Aku cuma takut kalau belum masa itu tiba, Tuhan memisahkan kita. Itu yang aku takutkan." Kataku dengan tetap berurai air mata.


"Ara... Tolong dengerin aku. Aku mau ngomong penting ma kamu. Aku sayang ma kamu, dan Tuhan tahu betapa besar rasa sayangku padamu. Kita hanya bisa menjalani hidup kita yang penuh dengan rencana dan keinginan. Kita hanya berusaha untuk mewujudkan semua mimpi dan keinginan-keinginan kita. Tapi kita juga harus tetap sadar dan ingat bahwa di atas semua yang kita lakukan ada kekuatan yang maha tinggi yang mengatur dan menetapkan takdir kita. Kita hanya bisa berjalan Ar, namun semua ketentuan ada di tangan Tuhan. Kamu mengerti maksudku sayangku?" Pram menjelaskan dengan hati-hati.

__ADS_1


"Iyaa Pram, aku mengerti." Kataku.


Pram mengalihkan ke panggilan video, akupun menerimanya.


Pram langsung mencium keningku, kemudian menatapku dalam-dalam


"Sayang ... Kenapa menangis? Kita harus tunduk pada ketentuan Tuhan sayang. Kita banyak berdoa supaya semua yag kita inginkan dan cita-citakan bisa terwujud. Iyaa... I love you... Aku ingin bersamamu tidak haya di dunia saja Ar, aku ingin bersamamu sampai kita di alam selanjutnya. Aku sangat menyayangimu Ara..." Pram memandangku.


Aku mengangguk, dan sungguh aku ingin memeluknya.


"Aku peluk yaa, tapi stop nangisnya yaa..."


Aku mengangguk. Aku bisa merasakan pelukannya walaupun secara fisik kami berjauhan namun hati kami dekat tak berbatas. Aku bisa merasakan curahan kasih sayangnya.


"Ar...suatu saat aku akan menjemputmu. Tetaplah mencintai dan menyayangi ku. Sabarlah dalam penantianmu. Smoga Tuhan Sudi mewujudkan mimpi dna keinginanku ini Ar..."


"Iya Pram. Semangat Yaa cari duitnya, cari yang berkah dan halal yaa.. Dan inget jaga kesehatanmu."

__ADS_1


" Iyaa cintaku... Perintahmu akan aku laksanakan ." Kata Pram sambil mengangkat tangan kanannya sebagai tanda hormat.


Aku tertawa dan Pram pun tertawa.


__ADS_2