Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara menangis


__ADS_3

ARA


Setelah sebagian orderan rampung, tepat jam 1 siang aku beristirahat sebentar.


"Siti... Sekarang kamu istirahat dulu, nanti lanjut selesaikan pekerjaanmu itu." Kataku bernada perintah pada Siti.


"Iya Bu.. tanggung ini lagi 2 orderan yang belum siap. Mumpung aku lagi semangat Bu." Kata Siti sambil tersenyum.


"Ya udah kalo gitu. Ibu mau istirahat sebentar di belakang.":Kataku sambil menuju kamar belakang..


Aku kemudian membuka handphone. Aku mencari pesan dari Pram, yang tadi pas aku lagi sibuk masuk, namun belum kubuka pesannya.


Aku lihat ada beberapa pesan masuk dari group SMA-Bio dan dari customer juga ada.


Aku menemukan pesan dari Pram, dan akupun membacanya. Lalu aku membalas chatting nya yang menanyakan kabarku. Dan kulihat Pram juga lagi online dan kamipun asyik chating.


"Ternyata Pram tidak tinggal di kota ini, "batinku setelah membaca pesan yang dikirim Pram.


Saat Pram mengirimkan foto makan siangnya, ada rasa sedih dan rasa peduli yang sangat mendalam. Tak terasa air mataku menetes. "Bagaimana sebenarnya keadaanmu di sana Pram," bathinku.


Chatting Pram yang selanjutnya kubaca,


"Lho kok gitu, makan siang dulu baru lanjut kerja. Gak boleh terlambat makan, ntr kamu sakit lagi."


Aku membalas pesannya, " Yaaa Pram, ntr aku makan siang... "

__ADS_1


" Pram... Aku mau tanya, kamu sudah punya putra-putri berapa?"


Aku tidak melanjutkan chatting ku karena aku lihat Pram sudah tidak aktif lagi. Dan pesanku pun tidak dibacanya.


Aku menghela nafas... Sejujurnya aku ingin tahu bagaimana keadaan Pram sekarang setelah 20 tahun tidak bertemu.


Tiba-tiba handphone ku berbunyi ada panggilan masuk, ternyata suamiku menelpon.


"Ma... Anak-anak sudah aku jemput barusan di sekolah. Sekarang semua sudah di rumah. Aku sudah makan siang tadi di rumah, tapi selesai makan aku langsung balik ke kantor." Kata suamiku di telpon.


"Ooh iyaa Pa... Makasi Pa... Hati-hati di jalan yaa Pa..." Kataku pada suamiku. Tadi sebelum berangkat suamiku sudah bilang kalau nanti siang dia yang akan menjemput anak-anak.


"Yaa Ma...Udah dulu yaa..." Kata suamiku dan langsung memutuskan panggilannya.


Aku kemudian makan kue camilan sebagai pengganti makan siang ku, aku juga membuat teh manis hangat biar aku gak ngantuk.


"Wah sudah beres semua yaa Siti? " kataku sambil menepuk pundak Siti.


"Ya bu, semua orderan dah beres Bu. Nah sekarang baru aku istirahat ." Kata Siti sambil tersenyum puas.


" Iyaa... Sekarang kamu istirahat dulu dah sana. Biar nanti ibu yang cek."


"Baik Bu..."kata Siti kemudian beranjak dari duduknya dan menuju kamar belakang.


Aku mengecek semua orderan yang sudah disiapkan Siti. Aku cek satu persatu, sudah bener gak orderan dan nama penerimanya. Alamatnya juga aku cek baik-baik.

__ADS_1


Setelah semua beres, baru aku kembali melihat handphone ku, ada gak orderan yang masuk. Belum ada masuk orderan baru.


Aku kemudian menelpon anak-anakku di rumah untuk memastikan mereka sudah makan siang atau belum. Aku menelepon Azka.


"Halo mama...Ada apa Ma?" Tanya Azka


"Sudah makan belum kak?"


"Kalo Azka dah makan Ma... Ne adek Arini belum mau makan. Katanya sih masih kenyang Ma."


"Ooh gitu... Sekarang mana adek, bilang Mama mau ngomong sebentar."


"Yaa Ma, ntr Azka panggil adek dulu." Kata Azka dan terdengar suaran di seberang sana sedang memanggil Arini.


"Yaa Ma.. Ini adek, ada apa Mama? "


" Adek lagi ngapain?"


"Adek lagi maen sama Pusy,, ne lagi adek gendong."


Pusy adalah nama kucing kesayangan Arini dan Azka.


"Ooh gitu... Sekarang adek biarin Pusy maen dulu, dan adek makan siang dulu yaaa. Gak boleh terlambat makan lho." Kataku mengingatkan


"Iyaa Ma.... Siap...Sekarang adek makan siang dulu. " Kata Arini dan memberikan handphone nya ke Azka.

__ADS_1


"Kak... tadi Mama sudah suruh adek Arini makan, sekarang kakak temenin adek makan dulu yaaa. Mama mau lanjutin kerjaan Mama dulu.Udah dulu yaa sayang...Mama tutup telponnya." Kataku mengakhiri telpon.


__ADS_2