Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
nyambung lagi


__ADS_3

Aku terbangun, dan langsung lihat jam. Aku terlambat bangun. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 7. Aku langsung bergegas bersiap untuk pulang. Karena aku harus mengantar Yusuf ke sekolah.


Aku sampai di rumah hampir pukul 7, tadi aku membawa motorku agak ngebut sedikit supaya bisa lebih cepat sampai rumah.


"Pa.. kok terlambat sih datangnya." Kata Pipin sbilencium tanganku dan akupun mencium keningnya.


"Yaa Bu.. tadi Papa terlambat bangun, jadi Papa pulangnya agak terlambat." Kataku.


Aku duduk menunggu Yusuf bersiap-siap sambil meneguk air hangat yang disediakan istriku.


"Papa gak bisa mandi dulu dong. Karena kalo Papa mandi ntr Yusuf terlambat sampai di sekolah." Kata istriku.


"Ya Bu... Papa nanti aja mandinya, sepulang antar Yusuf sekolah." Kataku.


"Yusuf, buruan Papa nungguin kamu tu." Istriku memanggil Yusuf.


"Iya Bu... Ini dah beres." Kata Yusuf sambil menyisir rambutnya.


"Sudah sarapan Nak..."Kataku sambil melihat anakku yang sudah mulai tumbuh remaja.


"Sudah Pa..."


Yusuf memang anaknya gak banyak omong, pendiam.


"Maafin Papa yaa Nak.. Papa terlambat pulang ke rumah." Aku mengelus rambut Yusuf.


Yusuf tersenyum dan berkata ," Gak apa-apa kok Pa... Toh Yusuf yang belum siap dan Papa harus nungguin."


Aku memeluk Yusuf, dan mengajaknya segera berangkat.

__ADS_1


Di sepanjang perjalan menuju sekolah, aku yang dominan mengajak Yusuf ngobrol.


"Yusuf... Belajar yang rajin Nak yaa. Supaya kelak Yusuf bisa gantiin Papa." Aku menasehati Yusuf.


"Iya Pa..." Yusuf memelukku dari belakang.


"Yusuf satu-satunya anak laki-laki Papa. Papa berdoa smoga Yusuf bisa jadi orang sukses suatu hari nanti."


"Oh iyaa... bagaimana pelajaranmu Nak. Ada kesulitan?"


"Gak ada Pa. Cuma di pelajaran matematika aja Yusuf masih kurang bisa."


"Ooh itu kuncinya gampang Nak...Kalo matematika, kuncinya cuma satu, harus banyak-banyak latihan. Semakin sering berlatih, nanti kita akan semakin mahir menyelesaikan soal-soal matematika."


"Iya Pa.. Yusuf akan lebih sering lagi berlatih."


Aku kemudian bergegas balik ke rumah karena aku belum mandi dan sarapan.


Sesampainya di rumah, istriku sudah siap-siap akan pergi mengajar. Sejak anak-anakku sudah besar, istriku mulai mengajar di sekolah TK swasta. Katanya jenuh di rumah terus.


"Pa... di meja sudah ada sarapan untuk Papa. Papa sarapan sendiri yaa... Aku pergi ma Sabila aja." Kata istriku sambil mencium tanganku


Aku mengangguk dan berkata," Nak.. hati-hati yaa bawa motornya, jangan ngebut."


"Iya Pa... Kata Sabila


Kemudian Sabila dan istriku berangkat.


Sebenarnya aku gak lapar, aku masih ngantuk.

__ADS_1


Aku pergi ke kamar, dan rebahan sebentar. Tak berapa lama pak Amin telpon katanya mengajak aku ke salah satu klien pagi ini.


Akhirnya aku urungkan niatku untuk tidur. Aku mandi, terus sarapan.


Aku sarapannya buru-buru. Selesai sarapan aku langsung berangkat menuju kantor.


Sampai kantor, langsung masuk ke ruang kerjaku. Aku lihat sudah ada pak Amin.


Pak Amin meminta aku menyiapkan berkas-berkas perusahan x yang akan kami kunjungi. Setelah beres semua, aku dan pak Amin segera ke kantor perusahaan X.


Di perjalanan, aku membuka handphone ku, dan aku langsung chatting Ara.


"Ara... Mat pagi... Apa kabar?"


"Smoga kamu baik-baik saja yaa..."


Tak berapa lama Ara membalas chatting ku.


"Pagi juga Pram... Aku baik-baik saja. smoga kamu juga slalu baik- baik saja yaa, slalu sehat yaa Pram..."


Akupun membalas chatting Ara.


"Syukurlah Ar..."


"Ara... makasi yaa dah mau balas pesanku."


"Sekarang aku kerja dulu yaa Ar... Nanti siang aku chatting lagi yaa."


"Ya Pram... Rajin-rajin kerja yaa... Semangat Pram."

__ADS_1


__ADS_2