Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Sembuhkanlah Ara


__ADS_3

PIPIN


Aku sedang menyiapkan makan siang untuk anak-anak dan suamiku.


Kesehatanku semakin membaik dari hari ke hari. Aku rutin meminum obat herbal yang dianjurkan seorang sahabat dan menjalani hidup sehat.


Aku menjaga pola makanku, menjaga pikiran agak selalu tenang dan berfikir positif dalam menyikapi setiap keadaan. Selain itu aku juga meluangkan waktu untuk olahraga pagi( jalan pagi) ditemani suamiku.


Aku bersyukur dengan keadaanku sekarang. Aku bisa menyiapkan makanan untuk keluargaku walaupun dengan masakan sederhana.


Hari ini aku memasak tempe dan ayam goreng dengan sayur bening. Aku sudah selesai memasak dan kutata semuanya di atas meja makan.


Handphoneku berdering. Kulihat dari nomor Ara, aku langsung mengangkatnya.


"Halloo..." Kata seorang laki-laki dari seberang sana.


Lho kok suara laki-laki, bathinku.


"Iyaa Hallo..."


"Ini mbak Pipin yaa? Istrinya Pram?" Tanya orang yang di telepon.


"Ooh iyaa benar... Maaf ini siapa yaa, karena ini kan nomornya Ara."


"Aku suaminya Ara. "


"Ooh yaa Mas... Salam kenal,dan maaf tadi kupikir siapa gitu Maaf."


"Iyaa gak apa-apa mbak... Aku tadi liat panggilan tak terjawab dari mbak beberapa kali. Kemarin yaa mbak teleponnya?"


"Iyaa Mas. Kemarin aku telepon berkali-kali tapi tidak bisa terhubung." Aku ingin bertanya mana Ara kok dia yang menelponku, tapi kuurungkan niatku. Kupikir lebih baik aku mendengarkan saja.

__ADS_1


" Maaf mbak, istriku Ara sekarang lagi sakit. Jadi dan beberapa hari ini Ara gak pernah buka handphone nya."


Aku kaget.


" Ara sakit apa Mas?" Tanyaku.


"Ara tiba-tiba badannya lemas dan gak bisa masuk makanan. Jadi sekarang Ara dirawat di rumah sakit. Makanan masuk lewat infus saja mbak. Jadi aku minta doa dari mbak yaa supaya Ara bisa cepet sembuh."


"Ya Tuhanku ... Ara sakit apa? " Aku tak kuasa menahan tangisku.


" Untuk sementara diagnosa dokter, Ara kena tifus mbak. Tolong doakan Ara yaa mbak."


"Iyaa pasti kudoakan. Ara tu sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Smoga Ara cepet sembuh Mas. Nanti kalau Ara sudah bangun, tolong sampaikan salamku padanya. Aku sangat rindu padanya, sudah lama aku gak pernah telpon Ara. Tolong yaa Mas." Kataku memohon dan masih menangis.


"Baik Mbak, nanti aku sampaikan. "


"Makasi Mas ... Ku tunggu ..." Kataku. Kemudian panggilan berakhir.


" Sembuhkan Ara Tuhanku....Aku mohon .. Dia begitu baik, dan aku sangat menyayanginya, tolong sembuhkanlah dia..."


Aku ingin menelpon suamiku untuk memberitahu keadaan Ara, tapi aku takut nanti akan mengganggu pikirannya. Karena aku tahu kalau suamiku sangat menyayangi Ara.


Tapi setelah kupikir-pikir sebaiknya nanti aku beritahu suamiku saat dia selesai makan siang.


Aku melanjutkan menata meja, kemudian bersih-bersih di dapur.


Aku membersihkan dapur, tanganku kemang mengerjakan pekerjaan rumah tapi pikiranku ke Ara terus.


Aku gelisah. Namun aku berusaha menghibur diriku dengan pikiran-pikiran yang positif.


Sekitar pukul setengah 2 Yusuf pulang dijemput Sabila.

__ADS_1


Yusuf memberi salam dan menyalamiku, begitu juga dengan Sabila.


"Nak, Papa ma adek mu belum pulang yaa?" Tanyaku pada Sabila.


"Belum Bu, tadi pas lewat depan kantor, kantornya masih terbuka dan motor adek juga masih parkir di sana."


"Ooh iyaa Nak .. Mungkin masih ada yang dikerjakan." Kataku.


"Kayaknya tadi semua dah beres kok Bu, tadi aku dan selesein orderan yang masuk bersama adek."


" Trus Papamu gimana?"


"Papa sepertinya lagi gak konsen Bu atau mungkin Papa kurang sehat. Karena aku lihat tadi Papa tiduran di pojok kamar."


"Ooh Papamu lagi kurang sehat Nak?"


"Sepertinya begitu Bu. Atau kalau gak mungkin Papa cuma mengantuk aja Bu."


Aku mengangguk, dan aku kepikiran dengan suamiku. "Semoga suamiku sehat dan selalu semangat." Doaku dalam hati.


Selang setengah jam, akhirnya suamiku dan Rahma datang juga.


Kemudian kami langsung makan siang bersama dengan menu makan siang sederhana.


Setelah selesai makan siang, suamiku langsung masuk kamar, dan itu bukan kebiasaan suamiku. Biasanya kalau sudah selesai makan, suamiku duduk di teras.


Aku kemudian mengikuti suamiku ke kamar, setelah semua pekerjaan dapur sekesai.


Kemudian aku menceritakan suamiku tentang keadaan Ara. Aku ceritakan suami Ara yang menelponku tadi siang.


Betapa kagetnya suamiku saat aku mengatakan kalau Ara sekarang lagi rawat di rumah sakit.

__ADS_1


Suamiku duduk lemas di pinggir tempat. Aku bisa mengerti kenapa suamiku merasa sedih.


__ADS_2