Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Memutuskan untuk tidak memilih adalah suatu pilihan


__ADS_3

Sampai di kantor aku langsung membuka komputer dan memulai tugas yang belum aku selesaikan.


Aku sendirian di kantor, karena Andre sepertinya lagi pergi membeli makan malam.


Ada pesan masuk. Dan kulihat Ara mengirim beberapa foto jualannya ke group reseller. Aku hanya mengucapkan salam saja di group, terus aku tinggalkan karena aku harus menyelesaikan pekerjaanku.


Ara mengirim pesan pribadi ke aku dan langsung aku buka.


"Pram., gimana keadaanmu? Sudah baikan? Aku khawatir Pram."


Aku langsung membalas pesan Ara.


"Aku dah baikan Ara. Aku cuma sakit kepala biasa aja. Tadi aku sudah tidur dan sekarang dah baikan. Kepalaku dah gak sakit lagi."


"I love you sayangku... Makasi atas perhatianmu. Tetaplah di sisiku Ar."


" Iya Pram... Aku sangat menyayangimu. Aku akan slalu di sisimu selamanya."


"I love you my honey.. Forever..."


Aku merasa bahagia sekali, Ara perhatian padaku dan benar-benar menyayangiku. Aku merasa kebahagiaanku sudah sempurna sekali. Aku benar- benar bersyukur pada Tuhan atas karunia ini.


Kehadiran Ara membuatku semakin bersemangat untuk melanjutkan hidupku. Karena aku pernah berfikir hanya menjalani hidup seadanya saja tanpa ada harapan apa-apa. Itu karena keadaanku.


Aku sudah berkali-kali jatuh bangun dalam usaha. Itu membuatku merasa lelah untuk hidup. Aku hanya menjalani takdir yang sudah ditentukan untukku.


Sebelum aku menemukan Ara, aku hampir tidak mempunyai tujuan hidup lagi. Aku mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluargaku, dan saat anak-anakku besar dan sudah mandiri aku bisa tinggalkan mereka dan aku ingin hidup sendiri menikmati hidupku sendiri dan memperbaiki hubunganku dengan Tuhanku.

__ADS_1


Dan aku pernah mengatakan keinginanku itu pada istriku. Bahwa kalau anak-anak sudah mapan, Papa ingin pergi sendiri. Dan istriku bertanya," Trus kalau Papa pergi,ibu ma siapa?"


Aku menjawab, "Ibu bisa tinggal ma anak-anak, biarkan Papa pergi sendiri ya Bu. Papa ingin memperbaiki hubungan Papa dengan Tuhan. Nanti kan Papa jenguk."


Istrikupun menyetujui permintaanku itu.


Namun sejak Ara hadir, aku mempunyai semangat baru. Aku ingin membahagiakan orang yang sangat aku sayangi dan cintai sebelum hidupku berakhir. Walaupun aku tidak harus sebagai pasangan hidupnya. Aku cukup di sisimya, mendampinginya, dan menjaganya agar selalu bahagia.


Melihat Ara bahagia itu sudah sangat membahagiakanku. Seperti itulah cintaku pada Ara, gadis lembut dan sederhana yang tidak pernah hilang dari hatiku. Ara menempati tempat yang sangat spesial di hatiku.


"Pram...Kamu kok ilang?" Ara mengirim pesan padaku.


"Gak ilang sayang... Kan aku sudah janji, kalau akan slalu di sisimu."


" Iih gombal ah."


"Hmm kok Ara dimarahin?"


"Gak dimarahin sayang. Aku cuma mau ingetin , kalau berbicara itu yang baik-baik supaya nanti yang terjadi itu yang baik-baik.."


"Iya Pram."


"Sayang, maafin aku yaa... Aku sayang ma kamu, sejak dulu pertama kali kita bertemu sampai sekarang. Gak berubah sayangku. I love you..."


"Love you too"


"Ara, aku ada masalah tadi siang di rumah."

__ADS_1


"Masalah apa Pram?"


"Anakku Rahma buka HP ku dan membaca chatting kita."


"Trus? "


"Yaa terpaksa aku berbohong pada anakku. Aku bilang kalau kita hanya berteman saja. Gak apa ya Ar."


"Ya gak apa-apa Pram. Aku khawatir Rahma nanti cerita ke mbk Pipin. "


"Gak Ar. Aku yakin Rahma gak cerita."


"Sudah ... kamu gak usah pikirkan. Semua sudah beres Ara."


"Iya Pram. Tapi aku takut Pram. Aku takut kamu akan meninggalkanku."


"Gak sayang... Percayalah... Aku sangat menyayangimu, jadi aku gak akan mungkin meninggalkanmu. I love you..."


"Iya Pram. Hmmm Pram, aku boleh bertanya?"


"Mau tanya apa sayang...Apapaun yang ingin kamu tanyakan, kamu gak perlu tanya Ara, tanya aja langsung yaa. Aku akan menjawabnya. Karena sudah terlalu banyak waktu kita yang hilang, sudah 20 tahun Ar. "


"Pram, andai kamu disuruh memilih aku atau mbk Pipin, kamu akan pilih siapa?"


" Ara...Simak pesanku ini baik-baik yaa. Terkadang kita dihadapkan pada satu titik. Di mana kita tidak bisa memilih. Karena tidak ada yang harus dipilih. Jadi memutuskan untuk tidak memilihpun adalah salah satu pilihan."


Aku menunggu balasan dari Ara. Tapi ternyata Ara tidak membalas pesanku. Aku kemudian melanjutkan pekerjaanku.

__ADS_1


__ADS_2