Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Masuk ke kamar penganttin


__ADS_3

Hari semakin senja, keluargaku yang ikut mengantar akhirnya berpamitan. Mama menghampiriku.


"Ara... Kamu baik-baik di sini yaa... Jadi istri yang baik, layani suamimu dengan baik. Taati apa perintah suamimu yaa..." ?/Mama berpesan padaku.


"Iya ma... Ara akan berusaha menjadi istri yang baik ma..." Kataku sambil mencium tangan mama kemudian memeluk mama. Aku menangis, dan mamapun menangis haru.


Sekarang aku akan tinggal terpisah dengan mama. Aku akan tinggal dengan suamiku dan keluarga suamiku...


Semua masih terbayang indah dan gak ada sedikitpun terbayang akan begitu banyak masalah yang akan aku alami.


"Sudahlah sayang... Ara jangan sedih gitu yaa... Semua akan baik-baik saja... Ya sayang... Ara bisa pulang ke rumah bersama Muhlas kalau Ara kangen rumah yaa.." Membesarkan hatiku.


"Iya ma...Doain Ara yaa ma.." Aku menghapus air mataku.


Kemudian kedua orang tuaku dan keluarga yang mengantarku tadi berpamitan pulang.


"Ara... Masuklah... ini kamar kita.." Kata Muhlas membuka pintu kamar kami. Aku mengangguk.


Aku memasuki kamar yang tidak terlalu besar, yang dihias sederhana. "Ini kamar pengantinku," batinku.

__ADS_1


Muhlas duduk di tepi ranjang, kemudian menyuruhku untuk duduk di sisi nya.


Aku kemudian duduk di sisinya sambil menunduk.


Muhlas mencium keningku...


"Ara...Aku mencintaimu..." Muhlas menyentuh pipiku. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba bergetar di hatiku. Aku gugup. Dan Muhlas memelukku.


"Ara... Kenapa kamu mau menjadi istriku?" Tanya Muhlas.


Sesaat aku terdiam.


Muhlas melepas pelukannya, kemudian menatapku dalam-dalam. Kemudian Muhlas menyuruhku duduk di pangkuannya. Aku kemudian duduk di pangkuan Muhlas.


Muhlas mencium keningku, terus hidungku. Kemudian Muhlas mulai mencium bibirku.Awalnya Pelan namun lama kelamaan aku merasakan nafas Muhlas mulai memburu, Muhlas menggigit kecil bibirku, kemudian menyedot bibir bawahku.


Aku berusaha mengimbanginya.. Aku mengalungkan kedua tanganku ke leher Muhlas. Aku merasakan gelora yang membara saat Muhlas mencium leherku. Aku terbuai.


Muhlas mulai mencium telingaku, dan kemudian mengisapnya lembut, dan memainkannya dengan lidahnya... Aku merasa geli tapi suka. Kemudian aku memeluk Muhlas, Muhlas semakin rakus menciumku, dan aku merasakan daging kenyalku menempel di dada Muhlas. Ooh aku merasa ada getaran-getaran hebat di dalam hatiku.

__ADS_1


Saat daging kenyalku menempel di dada Muhlas, aku melihat Muhlas semakin bernafsu menciumku, dan aku merasakan nafasnya semakin mburu menciumku. Muhlas perlahan menidurkan aku ke ranjangnya dan mulai memposisikan dirinya di atas tubuhku.


"Oooh...mmm... "Desahku mulai keluar saat Muhlas mulai mencium area dekat daging kenyalku. Kemudian Muhlas memasukkan tangannya ke dalam pakaian kebayaku yang belum kulepas.


"Ahhhh... Suaraku semakin mendesah saat tangan Muhlas berhasil menyentuh daging kenyalku. Muhlas mencium bibirku lagi, dan tangannya mulai meremas daging kenyalku.


Aku membalas ciuman Muhlas. Namun aktivitas panas itu tiba-tiba terhenti karena ada yang mengetuk pintu kamar kami.


Aku kaget dan mendorong tubuh Muhlas. Kemudian Muhlas bangun dan menjawab saat namanya dipanggil oleh adiknya dari luar.


Ternyata Adiknya menyuruh kami untuk makan malam bersama.


"Ara... Kita lanjutin nanti yaaa... sekarang kamu ganti pakaian dulu yaa, terus kita keluar makan malam bersama yaa..."Kata Muhlas.


Aku mengangguk...Saat aku akan berdiri, Muhlas kembali mendaratkan ciuman di bibirku sekilas. "Ar...Aku mencintaimu..."


Aku tersenyum.


Aku bahagia, karena ternyata ada yang benar-benar mencintaiku.

__ADS_1


Setelah aku berganti pakaian kemudian kami keluar untuk makan malam bersama.


__ADS_2