Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Terserah Papa


__ADS_3

Arjun segera melarikan motornya. Ternyata Arjun bukan akan bertemu dengan Sandi, namun ia ingin tahu ke mana Papanya pergi.


Ada bermacam-macam perasaan yang dirasakan Arjun saat ini. Ada rasa penasaran, amarah dan kesal pada Papanya.


Arjun mengikuti kemana mobil Papanya pergi hingga mobil itu parkir di sebuah rumah sederhana. Namun Papanya tak langsung keluar, Arjun melihat Papanya sedang meneelpon. Arjun berada agak jauh dari mobil Papanya.


Tak berapa lama keluarlah seorang perempuan membukakan pintu gerbang dan menyambut Papanya. Arjun mulai marah dan ingin segera menuju Papanya. Namun ia menarik nafas dalam dan mencoba bersabar.


Dari kejauhan skitar 10 -15 meter Arjun memarkir motornya dan tetap memperhatikan Papanya yang sudah mulai masuk ke rumah seorang perempuan yang tak asing bagi Arjun.


Arjun sudah tidak sabar ingin ikut masuk ke rumah itu, namun karena pintu rumahnya tetap dalam keadaan terbuka, Arjun mengurungkan niatnya.


"Biarlah aku menunggu beberapa menit lagi di sini." Bathin Arjun.


Muhlas(Papa Arjun) masuk ke rumah perempuan yang tak lain adalah rumah Lily.


"Mat Pagi Bang.." Kata Lily menyambut kedatangan Muhlas.


"Pagi Ly... Ibu ada kan Ly?" Tanya Muhlas.


"Iyaa Bang..., ibu ada. Ibu nunggu abang di dalam."


Kemudian Muhlas masuk ke dalam rumah dan memberi salam serta menyalami ibu Lily.


"Bu... Maafin Muhlas Bu. Aku ke sini mau minta maaf Bu." Kata Muhlas mengawali pembicaraan.

__ADS_1


Lily duduk di dekat ibunya berhadapan dengan Muhlas.


"Sudahlah Nak Muhlas.... Lily sudah ceritakan semuanya pada ibu. Nak Muhlas gak usah risau yaa... Ibu bisa memaklumi keadaan Nak Muhlas."


"Iyaa Bu, Maafin Muhlas Bu." Kata Muhlas dan tertunduk.


"Iya ibu maafkan." Kata Ibunya Lily.


Tampak Ibunya Lily sungguh bijaksana menyikapi keadaan Muhlas.


"Sebenarnya kalau Ara, istriku sudah mengijinkan Bu. Cuma anak-anak sulit dikasi pengertian. Jadi Muhlas benar-benar minta maaf dari lubuk hati yang terdalam karena tidak bisa melanjutkan rencana pernikahan ini. Dan aku sadar tak mudah untuk anak-anak menerima Papanya akan menikah lagi."


"Iya Nak." Jawab Ibunya Lily.


"Dan Lily.... Abang minta maaf yaa... Dan abang sangat berharap Lily juga mau memaafkan Abang dan mengerti keadaan abang." Kata Muhlas sambil menatap Lily.


Muhlas mengangguk. Dan Lily tersenyum.


Tiba-tiba ada panggilan masuk, ternyata itu dari anakku, Arjun.


"Iyaa Arjun, ada apa Nak? Tanya Muhlas.


"Papa lagi dimana? " Tanya Arjun.


" Hmmm Papa lagi di rumah teman. Ada apa Arjun?"

__ADS_1


"Teman atau teman?" Tanya Arjun lagi.


" Lho kamu kok ngomong gitu Nak?"


" Tolong Papa jawab jujur Pa." Kata Arjun sambil menghidupkan rokoknya.


"Yaa bener Nak, ada apa? " Tanya Muhlas kepada anakku.


"Kalau begutu, Arjun cari Papa yaa." Kata Arjun.


" Jangan Nak. Sebaiknya Arjun tunggu Papa di lesehan kemarin. Sebentar lagi Papa nyusul. Ya Nak..." Kata Muhlas .


"Gak Pa.. . Kita jalan bersama Pa, Arjun tunggu di dekat rumah tante Lily.." Kata anakku ketus.


"Hmmm baiklah... Tunggu Papa 5 menit lagi, papa akan pamitan dulu." Muhlas menutup telepon.


Kemudian Muhlas menceritakan ibunya Lily dan Lily kalau yang barusan menelpon adalah Arjun, anaknya.


"Iyaa Nak... Sekarang Nak Muhlas jelaskan baik-baik dan pelan-pelan ke Arjun yaa...Ibu doakan semua akan baik-baik saja " Kata ibunya Lily dan tersenyum.


Kemudian Muhlas berpamitan dan diantar keluar pintu rumah oleh ibunya Lily dan Lily.


Muhlas segera keluar dan menghidupkan mobilnya. Muhlas melihat di kejauhan ada motor Arjun yang di parkir di bawah pohon.


Kemudian Muhlas menelpon Arjun.

__ADS_1


"Nak, ikuti Papa dari belakang yaaa.... Kita ngobrol di pantai aja " Kata Muhlas.


"Iya Pa, terserah Papa." Kata Arjun dengan suara kesal dan kasar. Telponpun dimatikan.


__ADS_2