
Pagi-pagi aku bangun dan langsung ke dapur.Aku akan memasak untuk 2 pangeranku yang baru datang dari daerah B tempat mereka kuliah.
Aku memasak kesenangan meraka. Suamiku menyapaku.
" Buat apa Ma... Sepertinya mama masak banyak nih..." Kata suamiku.
Aku hanya tersenyum dan menatap suamiku sekilas. Kulihat suamiku sudah rapi, aku tak tahu dia akan ke mana.
" Ma .. Bisa tolong buatin Papa kopi pahit?" Kata suami dan kemudian duduk di kursi yang tersedia yang posisinya berhadapan dengan posisiku yang sedang memasak.
"Iya Pa."
Aku membuatkan kopi untuk suamiku.
"Anak-anak belum bangun yaa Ma..." Tanya Suamiku.
"Iyaa... Kayaknya belum ada yang bangun Pa." Kataku.
"Hmmm yaa Ma.... "
Suamiku mengambil sepotong pisgor yang tersedia di meja. Kemudian menyeruput kopi pahitnya.
"Oh iyaa Ma, Papa sudah membuat keputusan. Semalam Papa gak bisa tidur. Setelah Papa pikir-pikir panjang akhirnya Papa memutiskan untuk membatalkan rencana pernikahan Papa dengan Lily."
Aku mendengarkan suamiku sambil mengupas bumbu-bumbu yang akan aku olah.
"Ma... Selesai sarapan Papa akan bertemu dengan Lily. Papa akan meminta maaf padanya karena Papa tak bisa menikahinya. Doakan Papa yaa Ma, supaya semua seperti yang kita harapkan Ma. Ya Ma..." Kata suamiku
__ADS_1
Aku bingung dengan keadaan yang sedang kuhadapi. Di satu sisi aku tak ingin kehilangan suamiku namun di sisi lain aku kasihan pada Lily.
"Pa... Mama gak bisa bayangkan bagaimana terkejutnya keluarga besar Lily, dan Mama gak bisa bayangkan bagaimana kecewa perasaan Lily dan keluarganya. Apakah Papa gak pikirkan itu? Hmmm..." Aku menatap suamiku.
"Ma... Papa belum cerita ke mama kalau sebenarnya Lily itu hanya tinggal dengan ibunya di sini. Dia anak tunggal. Nanti Papa akan minta maaf ke ibunya juga, dan Papa akan ceritakan apa adanya..."
Aku diam. Aku melanjutkan aktivitas memasakku.
"Ma... Kenapa? Mama marah?? Papa hanya ingin mempertahankan keutuhan rumah tangga kita Ma. Papa gak mau kehilangan orang-orang yang Papa sayangi. Papa gak mau kehilangan kebahagian rumah tangga kita Ma. Papa gak mau nanti anak-anak akan membenci Papa kalau Papa menikah lagi." Kata suamiku.
Aku masih diam dan tetap dengan aktifitasku.
"Ma... Jangan diam saja." Kata suamiku.
"Pa...Mama hanya memikirkan perasaan Lily dan ibunya. Mama kasihan padanya. Apakah Papa gak merasakan itu? Terlalu mudah bagi Papa untuk memutuskan menikah lagi dan begitu juga terlalu mudah Papa berniat membatalkannya."
"Papa gak punya jalan lain. Hanya ini yang bisa Papa lalukan. Yang penting mama doain Papa yaa..."
Sementara di balik pintu ada sepasang telinga yang tanpa sengaja mendengarkan pembicaraanku dengan suamiku.
Tiba-tiba terdengar suara Arini yang sedang mengagetkan abangnya.
" Dar!!!!! Eee abang Arjun ngapain di situ??? Ha ha ha kaget kan?" Kata Arini pada abang Arjunnya.
"Hushhh kamu ni apa sih!!! Bikin abang kaget aja." Kata Arjun dengan nada kesal.
Kemudian Arjun duduk di hadapan Papanya. Arjun menatap Papanya.
__ADS_1
Aku melihat tatapan Arjun jadi khawatir jangan-jangan tadi Arjun mendengar pembicaraanku dengan Papanya.
"Arjun, ini mama buat kesukaan Arjun. Ni dimakan dulu kebabnya Nak... Dan ini susu putih hangatnya." Kataku.
"Makasi Ma... " Kata Arjun sambil menyantap kebabnya.
" Kebab adek mana Ma?" Tanya Arini manja.
" Ooh ini punya adek, Mama buatin gak pakai saos sambal." Kataku pada Arini sambil menyodorkan kebab dan susu coklat hangat padanya.
"Makasi Mama..." Kata Arini sambil menyantap kebabnya.
Suamiku tampak kikuk melihat tatapan Arjun.
"Pa... Papa jadi pergi ? Buruan Pa, ntar terlambat." Kataku pada suamiku.
"Ooh iyaa yaa, Papa mau habiskan kopi ma kue ini dulu Ma. " Kata suamiku.
Setelah sarapannya selesai suamiku pamit pergi.
"Arjun , Arini... Papa pergi dulu yaa... Nanti sore kita jalan-jalan yaa." Kata suamiku pada Arjun dan Arini.
Arjun mengangguk sedangkan Arini memberikan jempolnya ke Papanya.
Kemudian suamiku pergi, tinggalah aku dengan Arjun dan Arini.
"Ma... Arjun, buru-buru Ma...Arjun ada janji ma Sandi. Udah dulu yaa Ma... Dan Makasi kebabnya Ma... Hmmm enak banget kebab buatan Mama." Kata Arjun dan mencium tanganku buru-buru pergi.
__ADS_1
"Arjun... Hati-hati di jalan nak... Jangan ngebut yaa..." Kataku mengingatkan Arjun sebelum pergi.
Arjun mengacungkan jempolnya dan berlalu.