
PRAM
Aku menunggu hasil lab istiku. Aku merasa tegang khawatir akan keadaan istriku. Terakhir istriku diperiksa dokter jaga di ruang UGD, hasilnya tekanan darah istriku melonjak hingga 190/95.
Aku khawatir sekali, aku hanya bisa berdoa untuk kesembuhannya.
Ini hari le 2 istriku menginap di rumah sakit. Aku menemani istriku sepulang kerja sedang anak-anakku bergiliran.
Kalau pagi sampai siang aku sibuk
Setiap ada waktu Aku beusaha menlpon atau mengirim pesan, setidaknya mengabari Ara tentang keadaan istriku.
"Bu...Papa mau ngerokok sebentar., papa keluqr dulu yaa..." Kataku oada Pipin.
Istriku megangguk. Kemudian aku keluar mencari ruangan terbuka.
Aku kemudian mengirim pesan ke Ara hanya untuk ngabari kalau aku mungkin tak bisa menghubunginya beberapa hari ini karena keadaan Pipin.
Aku tak lama di luar setelah selesai mengirim pesan ke Ara, aku langsung masuk kembali ke ruangan istriku
"Lho kok Papa ceoet sekali balik." Tanya istriku dengan suara lemah.
"Iyaa Bu... Papa ngerokok cuma sebatang aja Bu."Kataku sambil tersenyum dan duduk di sebelah Istriku.
"Bu....Gimana sakit kepala nya, dah enakan setelah minum obat kan..."Kataku sambil mengelus kepala istriku.
__ADS_1
"Dah berkurang sakitnya Pa... Cuma untuk duduk ibu belum berani, masih terasa berputar.
"ooh iya bu. Sepertinya vertigo juga lagi kumat ne.
.Kata suamiku
"Iya Pa, sepertiny begitu.Jawab istriku.
Kemudian aku menyuapi istriku .
"Nah sekarang makan dulu bubur ayamnya yaa... "istriku tersenyum
"Pa... Papa sayang ma ibu kan? " Tanya istriku
"Iya Pa... I love you Pa....Ibu takut Papa tiba-tiba pergi ninggalin ibu hanya untuk Ara. Ibu gak mau seperttti itu. "Kata istriku sambil menatapku.
"Sudah... jangan banyak pikirkan macam-macam Bu... Ibu harus sembuh. Ibu harus pikirkan iitu saja, jangan pikir yang macam-macam yaa...Papa sayang ma ibu. " Kataku memberi aemangat ke istriku.
"Iya Pa... Peluk ibu ... Ibu maunya Papa gak usah pulang, tetap di aini temneni ibu yaa..."
"Gak bisa Bu... Papa harus kerja cari duit. Ntar Sabila gantiin Papa. Dan nanti malam baru Papa balik lagi nemenin ibu. Begitu.... Dah sekarang senyum dulu, gak usah cemberut seperti itu. Okey ..." Aku mengecup kening istriku.
Istriku tersenyum." Pa... Ibu sayang ma Papa."
" Na begitu dong... Kan Papa jadi semangat ne cari duitnya. " Kataku sambil berkelakar menunjukkan ototku ke istriku.
__ADS_1
Istriku tertawa lemah.
"Udah dulu yaa Bu,, sekarang Papa pergi dulu yaa..."Kataku.
"Iya Pa... Tapi ibu dipeluk dulu yaa..." Pinta istriku.
" Iyaa ...." Kemudian aku memeluk istriku dna kucium keningnya.
Aku lega karena masa kristis istriku sudah lewat, rasa sakit kepala istriku sudah berkurang dan sudah tidak muntah-muntah lagi.
Selang 3 menit, Sabila muncul dari arah timur rumah sakit.
"Bu .. Pa... Gimana keadaan ibu sekarang?"tanyaku.
"Ibu dah baikan, cuma ibu masih lemes aja. Ibu seperti tak bertenaga nak. Mungkin karena ibu muntah-muntah itu." Kata istriku.
"Syukurlah kalau begitu Bu... Tadi Sabila khawatir ma keadaan ibu."Kata Sabila.
"Nak... Papa mau pergi kerja dulu yaa... Kamu tolong temenin ibumu dulu yaa . Jangan tinggalin ibumu sendirian yaa Nak." Kataku pada Sabila.
" Siap Papa... Semangat yaa Pa .." Kata Sabila.
"Iyaa Nak...Siapp" Kataku sambil menyalami istri dah anakku Sabila.
"
__ADS_1