Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara bener-bener tak bertenaga


__ADS_3

ARA


Badanku sakit semua, terasa mau remuk. Nafsu makanku hilang dan badanku terasa lemas.


" Ma... Sudah bersiap-siap?" Tanya suamiku yang akan mengantarku ke dokter.


" Iya Pa. Mama masih cari kartu kesehatan Mama."Kataku sambil mencari kartu kesehatanku di dalam dompet kartu.


Suamiku berdiri di dekatku. "Sudah ketemu?"


"Sudah Pa. Kita jalan yuk." Kataku lemah.


Suamiku mengangguk dan memapahku berjalan.


Azka masuk ke kamar.


"Pa, biar Mama ma Azka aja Pa. Papa siapin mobil dulu." Kata Azka.


"Iya Nak." Suamiku berjalan lebih dulu.


Azka menggandengku. Aku berjalan perlahan-lahan. Aku merasa kedinginan namun demamku tinggi sekali.


"Azka, kamu ikut nganter Mamamu?" Tanya suamiku.


"Udah Pa, biar Azka di rumah aja temenin adiknya. Ya Nak." Kataku.


"Iya Ma..."

__ADS_1


"Iya udah, sekarang kita buruan ke dokter Ma." Kata suamiku.


Aku memeluk lengan suamiku, karena aku berjalan sgak sempoyongan dan gak kuat berjalan.


Sanpai di dokter, aku langsung diperiksa dan tak lama kenudian diberi obat. Dan dokternya berpesan, kalau sampai 3 hari gak ada perubahan aku disuruh balik lagi.


Sampai di rumah, aku langsung masuk kamar dan istirahat. Sebelum tidur, aku minum obat dulu.


"Ma... Sekarang Mama istirahat dulu yaa ... Nanti kalau butuh apa-apa tinggal panggil Papa yaa... Papa di ruang sebelah. Ada pekerjaan yang harus Papa kerjakan...


Aku mengangguk lemah. Aku mencoba memejamkan mataku, namun tak bisa. Aku kepikiran Pram. Aku yakin Pram saat ini lagi gak tenang.


Aku mencoba mengambil handphone ku, aku ingin mengabari Pram. Namun tiba-tiba suamiku masuk membawakan aku secangkir teh hangat.


Aku mengurungkan niatku du samping karena ada suamiku, namun juga karena memang aku seperti tak bertenaga walaupun hanya untuk mengetik pesan.


"Iya Pa. Makasi yaa..." Kataku sambil mencium tangan suamiku yang aedang mengelua pipiku.


"Ma, demamnya masih lho ni... Udah sekarang Mama tidur aja dulu yaa..."


"Iya Pa. " Suamiku mengecup keningku kemudian keluar dari kamar. Dan akupun menaruh handphone ku.


Mungkin karena pengaruh obat, aku mengantuk dan akhirnya tidur.


Keesokan harinya aku bangun, namun badanku masih terasa menusuk-nusuk dan demamku belum juga turun.


Aku bangun kesiangan, jadi aku tak melihat anak-anakku. Mereka sudah berangkat sekolah

__ADS_1


Hari ini aku tak bisa ke toko. Aku minta tolong Siti yang mengurus semua urusan toko offline dan online untuk sementara.


Aku sarapan di kamar, karena badanku masih lemas.


Suamiku sedang di ruang kerjanya.


" Pa... " Panggilku


"Iya Ma... Ada apa? Lho sarapannya kok belum dimakan? Ayo dimakan dulu, biar Mama bisa langsung minum obat." Kata suamiku sambil mengambil bubur yang ada di meja.


"Biar aku makan sendiri aja Pa. " Kataku saat suamiku akan menyuapi aku.


"Mama bisa bangun? Gak apa-apa biar Papa suapi." Kata suamiku memaksa.


Akhirnya aku menurut. Aku makan buburnya hanya 3 sendok saja, karena aku mual.


" Dua sendok lagi yaa Ma..."Kata suamiku namun aku menggeleng karena aku sudah tak sanggup memakannya lagi.


Aku minum air hangat, dan kemudian obatku. Suamiku masih duduk di dekatku, sambil memijit kakiku.


Aku memperhatikan suamiku. Dia sangat perhatian sekarang, beda dengan dulu. Saat suamiku tahu, bahwa Pram menyayangiku, suamiku lebih perhatian dan lebih sering menunjukkan rasa sayangnya padaku.


"Makasi yaa Pa... Sekarang Mama mau tidur lagi yaa... Mama masih lemes banget Pa."


"Iyaa tidurlah Ma...Nanti kalau Mama perlu apa-apa tinggal panggil Papa yaa, Papa di sebelah." Kata Suamiku dan berlalu.


Aku memejamkan mataku, aku ingin tidur. Kupandangi handphone ku, aku kepikiran Pram. Namun aku masih benar-benar lemes, jadi kuurungkan niatku.

__ADS_1


__ADS_2