
ARA
Handphone ku berdering , ada panggilan masuk. Aku kaget saat melihat handphone ku, ada panggilan dari Pram . Tiba-tiba hatiku jadi dag dig dug. "Ada apa, kok Pram menelpon karena biasanya cuma chatting saja." Bathinku.
Aku cukupkan 3 kali handphone ku berdering, baru kuangkat.
Setelah ku terima panggilan nya, aku menyapa Pram terlebih dahulu.
Ternyata Pram menelpon karena istrinya ingin berkenalan denganku. Aku baru tahu kalau nama istrinya adalah Pipin.
Aku dan Pipin berbincang-bincang di telpon. Namun saat Pipin menanyakan aku memanggil Pram dengan panggilan apa? Mas kah? Aku merasa tidak nyaman, mungkin kehadiranku sudah mengganggu hubungan Pram dan istrinya. "Namun itu mungkin perasaanku saja, "Pikirku.
Setelah berbincang-bincang sekitar 10 menit, aku minta diri pamit mematikan telpon karena ada customer yang datang ke toko.
Aku sengaja menyetop pembicaraan di telpon, karena aku merasa masih grogi harus bicara dengan istri Pram. Padahal yang sebenarnya bisa saja aku menyuruh Siti yang melayani customer.
Aku berusaha mengontrol perasaanku. Tadi saat pertama kali aku mengangkat telpon, untuk pertama kalinya aku mendengar suara Pram lagi, setelah 20 tahun tak bertemu.
Bayangan wajah sendu Pram muncul lagi dalam angan dan pikiranku. Aku menghela nafas...
Aku berusaha menghilangkan perasaan-perasaan aneh yang sering tiba-tiba muncul saat apapun yang berhubungan dengan Pram.
Aku menyibukkan diriku dengan orderan yang masuk yang harus segera aku bereskan. Siti membantuku dengan semangat.
Tak terasa hari sudah semakin sore. Aku menyuruh Siti untuk merapikan etalase dan semua orderan yang harus dikirim.
Seperti biasa, aku menyiapkan alamat pengiriman untuk semua paket yang harus dikirim hari ini. Namun tiba-tiba handphone ku berdering. Aku pikir mungkin itu dari suamiku yang menyuruhku segera tutup toko dan pulang. Jadi aku abaikan telpon yang berdering dan melanjutkan aktivitasku.
Namun handphone ku berdering lagi. Karena aku pikir mungkin penting, jadi aku mengambil handphone ku yang sedang dicas. Saat aku melihat foto profil dan nama yang muncul, aku terkejut.
Ternyata yang menelpon bukan suamiku melainkan Pram. Tiba-tiba hatiku bergetar. Aku memberikan alamat-alamat pengiriman paket hari ini ke Siti dan kemudian aku menerima panggilan telpon sari Pram.
"Halo Ara... Belum tutup toko?"
"Halo Pram..Belum tutup Pram, ini lagi beres-beres. Pram, gimana keadaan Pipin? Udah baikan?"
"Sudah baikan Ar. Pipin sebenarnya ada hipertensi, cuma Pipin gak rutin minum obat tensinya. Jadi yaa seperti itu, sering tiba-tiba pusing."
"Ooh gitu.. Mungkin kalau pusing yaa karena tensinya naik Pram. Mungkin begitu yaa Pram ."
"Iyaa Ar... Tapi nanti malam aku akan mengajaknya ke dokter."
"Iyaa yaa Pram..Ini di mana, di rumah atau di kantor?" Tanyaku
"Aku di kantor Ara... tadi aku menyelesaikan kerjaan dikit. Biar gak numpuk."
"Oh iya Pram. "
__ADS_1
"Ara...Aku ada rencana membantumu mempromosikan jualanmu. Gimana mau gak aku bantu untuk promosikan jualanmu?"
"Mau dong..."
"Pram,, ntar dulu, ne karyawanku mau pulang dulu, jangan dimatikan. Tunggu bentar, tapi kalau Pram sibuk, gak apa-apa dimatikan dah."
"Aku tunggu Ara... Aku gak ada kesibukan yang lain. Ku tunggu."
Siti berpamitan, dan aku mengingatkan Siti untuk mengirim barang2 orderan dulu sebelum pulang.
"Siti, alamat sudah ditempel di semua paket yaa.."
"Sudah Bu." Kata Siti.
"Okey, ini ATM untuk pembayaran ongkos kirimnya yaa."
Siti mengangguk, kemudian pamit pergi.
Setelah itu aku kembali mengangkat telpon yang ternyata masih hidup.
"Pram..."
"Iya Ara..."
"Tadi Pram bilang mau bantu promosikan jualan Ara."
" Iya, kalau kamu ijinkan. Nanti aku bantu promosikan di Medsos x dan yang lainnya. Aku lihat jualan mu prospeknya bagus Ar."
"Sama-sama Ar... Oh iya Ar, bagaimana menurutmu video yang aku kirim kapan tu. Bagus gak?" tanya Pram di seberang sana.
"Bagus Pram. Kamu begitu semangat dan cara penyampaian materinya bagus, sederhana dan mudah dimengerti. Di video itu aku lihat khas caramu ngomong. He he..."
"Hmmm... ngenyek yaa..."(ngenyek tu artinya ngeledekin).
Aku tertawa kecil.
"Gak... Masak Ara dibilang ngenyek. Gak lah... Beneran, Ara keinget gaya Pram ngomong duluuuuu sekali.Gaya Pram ngomong ma cewek-cewek di kelas kalau lagi merayu."
"Hmmm...Siapa yang merayu Ar? Aku?"
"Iya lah siapa lagi. Pram dulu suka merayu Heny, Vivi, Yuyun ... Masak lupa sih."
"Gak Ara, aku gak pernah merayu mereka, beneran. Aku tu gak percaya (PD) diri Ar untuk merayu cewek. Aku gak PD ma keadaanku.'
"Hmmm... Masak sih, Ara liat Pram PD banget deh ngegodain cewek-cewek tu. Kesel Ara ngeliat nya."
Terdengar suara Pram yang tertawa.
__ADS_1
"Eee Pram ketawa lagi."
"Ar... memang beneran Ara kesel liat aku godain cewek-cewek tu."
Aku terdiam, aku bingung harus jawab apa.
"Ar... Kenapa kok diam. Maafin aku yaa...Aku ngeselin yaa."
"Gak apa-apa Pram." Aku hanya menjawab singkat.
"Ara .. aku mau tanya sesuatu,boleh?"
"Mau tanya apa Pram?"
"Aku dulu pernah memberikan foto dan bunga, Ara ingat itu?"
"Yaa... Ara inget Pram. Foto dan bunga edelweis."
"Ooh rupanya Ara masih ingat yaa."
"Foto itu masih kusimpan. Kalau bunga, baru Ara gak tahu di mana keberadaannya, soalnya gak semua barang Ara bawa waktu menikah dulu."
"Beneran Ara masih menyimpan foto itu?"
"Iya Pram. Masih ada."
"Beneran Ara?" Kata Pram dengan nada tidak percaya.
"Iya..." Aku hanya menjawab singkat karena tiba-tiba ada perasaan sedih mengingat Pram hilang entah kemana gak ada kabarnya setelah tamat SMA. Ada rasa kecewa.
Kami terdiam walaupun telpon masih berlangsung.
"Ara..."
"Yaa Pram..."
"Maafin aku yaa Ara...."
"Maaf untuk apa Pram." Tak terasa air mataku menetes.
Kami berdua terdiam. Aku kembali teringat kenangan lama bersama Pram, memang tak banyak yang bisa diceritakan karena memang tak ada ikatan yang jelas antara kami. Karena kami memendam semuanya.
Aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 lebih. Aku ingat, bahwa aku harus segera pulang.
"Pram... Maaf yaa, Ara harus pulang, karena di sini hari sudah mulai gelap." Kataku ingin menutup pembicaraan.
"Ooh iyaa yaa. Aku lupa kalau kita beda 1 jam yaa.. Okey Ara, sekarang Ara pulang dah. Hmmm.. Sebentar, nanti malam kalau Ara sempat tolong kirimkan beberapa foto produk Ara yang akan dipromosikan. Ya Ar... Kalau Ara gak sibuk."
__ADS_1
"Iya Pram. Sampai nanti malam yaa... Udah dulu yaa..."
Selesai telponan dengan Pram, aku langsung bersiap-siap untuk pulang.