
Aku pulang diantar kak Jo dengan menggunakan sepeda motor. Hari ini aku pulang agak sore karena hari ini adalah H-1 acara seminar .
Rumahku sudah dekat, tiba-tiba Kak Joko menghentikan motornya. Kami masih tetap duduk di atas motor.
"Ar... Kamu belum juga kasi aku jawaban. Bagaimana perasaanmu padaku? Aku beneran suka sama kamu. Tadi aku perhatiin Muhlas sering perhatiin kamu. Aku gak suka Ar.. " Kak Joko mengungkapkan isi hatinya.
Aku diam saja.
"Ar... kamu dengarkan apa yang aku katakan tadi,"
"Iya kak, aku dengar. "
Tiba-tiba kak Joko menyentuh tanganku, dan menggenggamnya. Aku berusaha melepaskannya.
"Kak... Tolong lepaskan tangan Ara," pintaku.
Kak Joko tetap menggenggam tanganku.
__ADS_1
" Kak, kakak gak boleh seperti ini. Aku gak suka," kataku sambil berusaha melepaskan tanganku lagi.
Kak Joko melepaskan tanganku. Kemudian kak Joko menghidupkan lagi motornya dan kami melanjutkan perjalanan.
Sesampainya di rumah, kak Joko memberikan aku sebuah bungkusan hadiah.
"Ar, ini ada buku bagus untukmu.Maafkan sikapku tadi yaa..." kak Joko minta maaf dan menatap mataku.
Aku tertunduk dan mengucapkan terimakasi atas hadiahnya.
" Makasi kak." Aku tersenyum.
Aku mengangguk dan tersenyum. Aku sadari kak Joko sangat perhatian padaku,dan tampak kak Joko benar-benar sayang padaku.
Aku bergegas masuk kamar. Kubuka hadiah yang diberikan kak Joko.
Aku penasaran ,"kira-kira ini buku apa yaa," batinku sambil terus membuka kertas kado yang membungkusnya.
__ADS_1
Ternyata buku itu adalah buku kumpulan puisi cinta dan kesetiaan. Aku tersenyum, namun tiba-tiba pikiranku teringat akan Pram. Pram suka baca buku tentang puisi.
Aku mengambil foto Pram yang kusimpan di dalam buku harianku. Aku memamdangi foto Pram. Ada kerinduanku untuk Pram. Hmm... Aku bergumam, ada nada kekecewaan mengapa Pram tidak ada kabar sejak perpisahan sekolah itu
Aku menaruh kembali foto Pram ke dalam buku harianku
Pandanganku tertuju ke buku hadiah dari kak Joko.
Sebenarnya ada perempuan yang sangat mencintai kak Joko, kak Mirna namanya. Kapan tu kak Mirna mencariku ke kampus, dan berkenalan denganku. Aku heran mengapa kak Mirna mencariku dan ingin sekali berkenalan dengan aku.
Usut punya usut, Icha memberi tahu aku bahwa kak Mirna itu sangat cinta ma kak Joko, cuma kak Joko menganggapnya hanya sebagai teman. Saat kak Mirna tahu kalau kak Joko itu suka dan deketin aku terus, kak Mirna minta tolong Icha untuk mengenalkan aku pada kak Mirna.
Setelah berkenalan, hubunganku dengan kak Mirna semakin akrab saja. Aku suka karena kak Mirna orangnya sangat sederhana dan lugu banget orangnya.
Kucoba membuka buku hadiah dari kak Joko. Kucoba baca puisinya satu-satu. Aku resapi dan aku pahami baik-baik apa makna dari puisi yang kubaca. Karena Ada puisi yang makna langsung terbaca saat kita membaca puisinya dan ada puisi yang isi dan maknanya baru dapat kita ketahui setelah kita membaca dan memahami puisi itu baik-baik.
Aku asyik membaca puisi demi puisi yang ada di buku itu. Karena asyiknya aku sampai lupa kalo malam sudah larut.
__ADS_1
Aku tersadar setelah aku melihat jam di dinding menunjukkan pukul 12.
Akhirnya buku itu aku tutup, kusimpan di atas meja, dan kemudian aku bersiap untuk tidur. Aku berharap tidak terlambat bangun supaya besok aku bisa datang pagi-pagi ke kampus. Besok adalah hari H nya Seminar Regional x.