Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Merintis pekerjaan baru


__ADS_3

Aku mencoba bisnis yang ditawarkan temanku. Aku merasa optimis untuk berhasil.


Saat aku berkeliling menawarkan produkku di toko-toko, secara tak sengaja aku melewati jalan yang bisa menuju ke rumah Ara.


Tiba-tiba jantungku berdetak kencang, aku teringat Ara. Gadis teman SMA ku yang sangat aku kagumi, bahkan sangat aku sayangi. "Araaa... "Batinku.


Aku melanjutkan pekerjaanku. Syukurlah banyak yang berminat mencoba dan tertarik membeli produk yang aku tawarkan.


Hari semakin terik dan perutku sudah mulai bunyi keroncongan. Aku memarkir motorku di sebuah warung nasi. Oh iyaa, dari hasil kerjaku di guide aku berhasil membeli motor butut. Motor butut inilah yang mengantarku ke mana-mana dan menjadi saksi keberhasilanku di pekerjaanku yang baru ini.


Aku memesan nasi dan telur dadar goreng ditambah sayur, minumnya air jeruk hangat. Aku menunggu pesananku. Aku teringat Ara lagi... Bayangan Ara kembali muncul di pikiranku. Aku teringat masa-masa SMA saat aku menatap matanya, saat bersepeda bersama. Semua rasa dan keinginanku terbayang kembali. "Ara.... Bagaimana kabar nya sekarang..." gumamku.


"Pak... ini pesanannya, silahkan Pak..." Aku dikagetkan dengan suara pelayan warung yang tiba-tiba sudah berdiri di depanku membawa pesananku.


"Makasi bu..." Aku kemudian menyantapnya dan dalam waktu kurang dari 5 menit sudah habis tidak tersisa. Aku memang kalau makan gak pernah lama karena aku dikejar-kejar oleh rencana pekerjaan yang sudah tersusun di otakku. Aku ingin cepat sukses.

__ADS_1


Setelah selesai makan, aku lanjut lagi bekerja. Aku menawarkan produkku ke toko-toko yang belum aku kunjungi.


Waktu terus berlalu, tak terasa hari sudah mulai larut. Aku sudah sampai di depan rumahku. Kemudian aku memberi salam.


Sudah ada gadis kecil dan istriku menyambutku di depan pintu, yang kemudian menyalamiku, dan aku memberikan hadiah kecupan kasih sayang di masing-masing keningnya. Lelahku seketika hilang melihat senyum mereka yang menyambutku.


"Bagaimana kabar anak papa yang cantik ini?" tanyaku sambil menggendong Sabila buah hatiku. Aku menciumnya.


Sabila yang kutanya cuma senyum-senyum aja. Kemudian Pipin membantu menjawab.


"Bilang baik Papa..." Kata Pipin sambil menggerakkan tangan Sabila dan Sabila mengikuti kata-kata ibunya.


Kemudian aku mandi dan setelah itu menikmati makan malam yang disuguhkan Pipin. Sambil makan aku bercerita bagaimana prospek pekerjaan baruku ini di masa depan.


"Syukurlah Pa... Sepertinya bakal maju yaa Pa... Semoga selalu dimudahkan yaa Pa.. " Istriku menyemangati aku sambil tersenyum.

__ADS_1


Saat Pipin tersenyum, entah mengapa bayangan Ara tiba-tiba muncul. ***** makanku langsung hilang. Aku kepikiran dengan Ara.


"Papa... papa... Tabila mau itu Pa..." Suara Sabila yang memanggilku sambil memegang tanganku membuatku sadar.


"Oh iya nak... mau ikan ini yaa." Kataku sambil mengambilkan sepotong ikan untuk Sabila.


Sabila tersenyum dan mengucapka, " Makasi Papa.."


Aku tersenyum. "Rupanya anak papa suka ikan yaa..Besok ibu beliin Sabila ikan lagi yaa..." Sabila mengangguk dan terus memakan ikannya.


"Iyaa.. Besok ibu beliin Sabila ikan yang besar yaa..." Kata Pipin sambil memperhatikan Sabila yang lagi makan dengan lahapnya.


Sabila mengangguk dan menghabiskan nasi dan ikan yang tersisa di piringnya.


Setelah makan malam selesai, Aku dan Pipin berbincang-bincang tentang pekerjaan baruku dan Sabila tidur dalam gendonganku.

__ADS_1


"Pa... Kita istirahat yuk.. Besok papa harus berangkat pagi, jadi sebaiknya Papa tidur lebih awal yaa.." Kata Pipin.


Aku mengangguk dan akhirnya kitapun istirahat tidur.


__ADS_2