Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
T A M A T


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian..


Sekarang bisnis Pram yang dikelola oleh Sabila dan Rahma semakin maju. Mereka sudah membuat usaha percetakan offline juga. Bisnis mereka semakin maju.


Aku senang melihat kemajuan usaha mereka. Mereka sekarang sudah memiliki banyak reseller. Dan mereka juga mengembangkan usahanya yang lain.


Mereka membuka usaha cafe tongkrongan anak-anak muda. Walaupun tempatnya tidak besar namun karena tempatnya di desain santai dan menyediakan makanan minuman yang murah dan lumayan enak membuat cafenya ramai pengunjung.


Mbak Pipin dan aku saling berkabar, bahkan hampir setiap hari. Hubungan kami semakin membaik dan hangat begitu juga dengan anak-anak mbak Pipin.


Setiap hari selalu ada yang kami ceritakan. Sepertinya kami tak pernah kehabisan cerita.


Rahma dan Sabila tahu kalau usaha percetakan yang sedang dikelolanya


Itu adalah kerjasama antara aku dan papanya. Mbak Pipin sudah menjelaskan kepada anak-anaknya.


Sementara itu suamiku sekarang sikapnya semakin hari semakin baik. Kami bisa semakin lebih terbuka dan perhatiannya lebih banyak ke keluarga.


Seperti biasanya mbak Pipin menelponku. Menanyakan kabarku dan kabar anak-anak. Setelah itu mbak Pipin memberitahuku kabar gembira.


" Ar...Aku ada kabar gembira lho Ar..." Kata mbak Pipin.


"Oh iyaa? Apa kabar gembiranya mbak?" Tanyaku.


" Aku sekarang sudah bisa mengajar lagi. Aku sudah gak bingung sendiri di rumah."

__ADS_1


" Syukurlah mbak, aku turut bahagia. Tapi mbak sudah gak sering pusing lagi kan?"


"Syukurlah Ar,, sekarang mbak jarang pusingnya. Mbak seneng sekali Ar. Habis kalau mbak di rumah, sering inget sama Pram. Sering kebayang ma Pram. Jadi waktu temen mbak nawarin untuk balik kerja ngajar lagi, mbak seneng sekali."


Aku bisa merasakan yang mbak Pipin rasakan. Jangankan mbak Pipin, aku aja sering kebayang saat Pram menelponku hanya menanyakan kabarku atau telepon hanya untuk marah karena aku gak perhatikan makan siangku.


Saat mbak Pipin bercerita tanpa kusadari aku menangis. Aku berharap mbak Pipin bisa kuat menjalani semua ini tanpa Pram di sisinya.


Aku kudian menimpali cerita mbak Pipin.


"Syukurlah mbak,aku berharap smoga dengan mengajar lagi mbak bisa merasa lebih baik lagi."


"Iyaa Ar..."


"Awalnya mereka gak setuju, karena khawatir keadaanku. Tapi setelah aku jelaskan tujuanku mengajar lagi, syukurlah anak-anak bisa mengerti dan mengijinkan. Aku seneng banget Ar."


"Aku juga turut senang mbak. Kapan mulai ngajarnya mbak?"


"Ini hari pertama mbak mengajar lagi. Ini mbak baru selesai mengajar. Masih tungguin Sabila menjemputku."


" Oh gitu??? Wah, ibu guru lagi tunggu jemputan rupanya." Candaku.


"He he .... Iyaa Ar. Semoga seterusnya aku sehat terus biar bisa ngajar setiap hari."


"Aamiin mbak... Berarti mbak juga harus tetap jaga kondisi badan mbak, jangan terlalu capek dan mbak harus banyak istirahat juga. Yaa...."

__ADS_1


"Iyaa Ar. Aku rasanya sekarang bersemangat lagi."


"Iyaa dong mbak, harus semangat. Yaa. "


Setelah itu kami ngobrol soal masakan dan cerita tentang anak-anak. Tak terasa jami telponan hampir 1 jam lebih.


Setrlah Sabila datang menjemput mbak Pipin, teleponpun kami akhiri.


Aku meghela nafas. Kupandangi foto profil mbak Pipin. Mbak Pipin memasang fotonya berdua dengan Pram.


Aku tersenyum melihat foto itu. Aku menangis. Aku kebayang dengan mbak Pipin yang pasti begitu berat menjalani hidupnya saat ini. Pram tempatnya bergantung sudah pergi jauh meninggalkannya.


Pram pergi setelah memberikan kenangan-kenangan manis tentang dirinya. Tentang ketulusan mencintai dan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan bapak dari 3 orang putra putrinya.


Pram selalu bilang padaku bahwa " Cintaku gak Salah Ar....Aku tak tahu bagaimana rasa ini ada dalam hatiku dan mengapa rasa ini tak mau pergi dariku."


Puluhan tahun cinta itu ada dan tak pernah pergi darinya, sampai akhirnya kami bertemu lagi dalam keadaan yang berbeda. Dan akhirnya Pram pergi bersama cintanya selama-lamanya.


Pram mengajarkan aku bagaimana cara menyayangi dan mencintai seseorang dengan tulus. Bahagia melihat orang yang disayangi bahagia walaupun orang yang disayangi tak menjadi miliknya.


Cinta soal ketulusan, cinta demi kebahagian orang-orang yang disayangi itu lebih utama. Bukan hanya semata-mata mementingkan perasaan sendiri.


Inilah akhir cerita dari " Cintaku Gak Salah"


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2