Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Mimpi perpisahan


__ADS_3

Semalam aku bermimpi. Pram mengajakku berlari, dia menggandeng tanganku. Hingga di suatu tempat Pram merasa lelah dan menatapku.


" Ar..aku capek banget Ar... Duduklah di sini Ar.." Kata Pram sambil membersihkan batu besar di pinggir jalan.


"Makasi Pram..." Akupun duduk.


Pram berdiri di depanku dan menatapku, lalu tersenyum. Akupun tersenyum.


"Capek yaa? " Tanyaku. Pram mengangguk dan menatapku.


" Pram... Duduklah kalau memang capek."


Pram menggeleng...


"Ar... Kamu duduklah di sini. Aku mau pergi dulu yaa..."


"Mau kemana? Kok gak ngajak aku?" Tanyaku sambil memanyunkan mulutku.


Pram tersenyum dan mengelus rambutku.


" Sudahlah...aku pergi dulu. Yaa.. Aku ingin kamu duduk di sini. Melihatmu bahagia aku sudah sangat bahagia Ar." Pram mencium tanganku. Dan tiba-tiba Pram sudah berlalu meninggalkanku. Aku mencari Pram. Aku menangis karena tak menemukan Pram.


Aku terbangun. "Yaa Tuhan, ternyata aku bermimpi." Aku menangis.


Peraaaan tak enak menyelimutiku.


Aku ingat kemarin aku telponan dengan mbak Pipin dan lanjut VC. Aku melihat sendiri bagaimana kondisi Pram.


Aku tersadar kalau aku harus bangun untuk menyiapkan sarapan. Anak-anak akan berangkat sekolah.

__ADS_1


Aku langsung ke dapur dan masak yang sederhana dan cepqt saji. Selesai masak, aku langsung memanggil anak-anakku. Suamiku selesai memberi makan ikan-ikan di kolam.


" Ma... Hari ini mama ke toko?" Tanya suamiku.


" Iya Pa, ada orderan yang harus Mama selesaikan."


"Iyaa, tapi nanti kalau pusing sebaiknya mama iatirahat aja di belakang.'


"Iya Pa."


Arini dna Azka sudah berpakaian rapi.


Kamipun sarapan bersama.


Selesai sarapan aku langsung memasukkam bekal anak-anak yanh akan dibawa ke sekolah. Setelah semua beres, anak-anakku berangkat sekolah diantar Papanya.


Aku sendiri langsung bersiap ke toko.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 1 siang. Aku beristirahat di kamar.


Aku langsung menelpon mbak Pipin. Namun 3 kali panggilan tetap saja mbak Pipin tidak menerimanya.


Perasaanku tak enak. Sejujurnya sejak telponan terakhir dengan Pram dan mbak Pipin aku sudah merasa tak nyamam. Khawatir dengan keadaan Pram.


Aku duduk lemas. Pikiranku kacau dan berkelana sendiri. Ditambah lagi dengan mimpiku.


Aku kemudian memanggil Siti, minta tolong untuk membuatkan aku teh manis hangat. Dan ketika Siti masuk kembali ke kamardengan segelas teh hangat, tiba-tiba handphone-ku berbunyi dan kulihat ada panggilan dari nomor yang tidak kukenal aku pun menerimanya.


Biasanya aku tidak pernah menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak kukenal namun karena aku kepikiran dengan Pram aku pun menerimanya.

__ADS_1


" Tante, ini Rahma." Ternyata dari Rahma anak Pram.


" Oh iyaa Rahma, ada apa Nak?" Tanyaku.


" Papa Tante... Papa...Hu hu hu." Kudengar Rahma menangis.


Air mataku langsung menetes. Aku sepertinya sudah tahu apa yqng akan dikatakan Rahma.


" Iya sayang... Jangan menangis. Ada apa dengan Papamu Nak."


Rahma terdengar menangis. Aku sedih mendengar tangisnya.


" Papa sudah pergi ninggalin adek Tante. Papa dah pergi Tante. Hu hu hu.."


Aku tak kiasa lagi menahan tangisku.


"Beneran Dek? Kapan Papa pergi Dek?"


"Tadi sebelum dzuhur tante. Papa ... Papa...Adek disuruh ibu telpon tante."


" Yaa Tuhanku... "


Aku menenangkan diriku. Pram benar-benar meninggalkanku. Itukah arti mimpiku. Pram berpamitan padaku.


"Rahma...dengar Tante yaa sayang... Rahma anak yang kuat, jangan buat Papamu di sana sedih yaa. Papamu pasti sedih kalau ngeliat kamu nangis seperti ini. Bangun dan semangati kakak dna adikmu, iya... Dan Rahma harus kuat, jagain ibumu... Ibumu sangat butuh orang-orang yang kuat saat ini. Sudah, hapus air matamu Nak." Kataku.


Perlahan-lahan tangis Rahma reda.


" Iyaa Tante. Adek kuat, hu hu...itu juga yang slalu Papa bilang ke adek. Papa baik tante, adek sayang ma Papa.." Rahma menangis.

__ADS_1


"Iyaa sayang... Sekarang temani ibumu dulu yaa... Tolong sampaikan salam tante ke ibumu yaa, tante turut berduka yang sedalam-dalamnya." Kataku sambil menangis.


Aku berusaha menahan tangisku namun aku tak sanggup karena aku merasa sungguh-sungguh kehilangan.


__ADS_2