Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Traveling ke Hutan Pinus dan Pantai


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, kami sudah siap-siap untuk pergi ke hutan X seperti yang sudah direncanakan.


" Ma... Anak-anak dah siap semua kan .." Tanya suamiku.


"Iya Pa....Anak-anak sudah siap. Arini aja yang masih mengantuk. " Aku mengusap kepala Arini yang masih tidur di pangkuanku.


" Iyaa biarin dah Arini tidur... Mungkin dia masih kecapekan Ma....Mobilnya dah siap, kita bisa berangkat sekarang."


"Iya Pa... "


"Ayo Aldi, Arjun bantu Papa bawa tas ransel adik-adikmu..." Kata suamiku.


Aldi dan Arjun langsung membantu papanya.


Di mobil Arini masih melanjutkan tidurnya. Kami akan menjemput Yusuf dan Rahma. Tadi suamiku sudah menelpon Pram kalau sekarang kami sudah menuju rumahnya.


Sesampainya di gang deket rumah Pram, tampak Yusuf dan Rahma sedang menunggu. Pram baru muncul dari gang.


Suamiku turun menyapa Pram, Yusuf dan Rahma meenyalami suamiku.


"Yuk kita berangkat Nak...." Ajak suamiku. Kemudian Yusuf bergabung dengan Arjun dan Aldi sementara Rahma duduk bersama Azka.


Pram menghampiriku dan menyapa kami.


" Gimana anak-anak.... Sudah siap ni mau travelingnya?" Arjun dan Aldi menyalami Pram.


" Siap dong Om... Arjun dah gak sabar ni Om.. Sayang yaa Om Pram gak bisa ikut, kapan lagi Om kita jalan bareng...." Kata Arjun.


"Iyaa..lain kali yaa Nak...Om ada kerjaan yang gak bisa ditinggal jadi yaa terpaksa deh Om gak ikut.. Hati-hati di sana yaa.... Maaf yaa.... Om belum bisa ikut gabung. " Kata Pram.


Arjun mengangkat jempolnya..." Siap Om..."


Kemudian mobilpun melaju menuju daerah wisata Hutan X.

__ADS_1


Di perjalanan kudengar Azka dan Rahma sudah mulai ngobrol-ngobrol. Sedang Yusuf masih belum begitu banyak bicara, yang banyak ocehannya Arjun. Sementara Aldi, sepertinya tidur karena tidak bersuara sama sekali.


Perjalanannya lumayan jauh, jadi kami mampir dulu di supermarket mini untuk beli makanan dan minuman.


""Ayo siapa yang mau ikut turun dengan Mama. Bantuin Mama beli jajan ma minuman." Kataku.


Arini sudah bangun tidur, dan langsung ikut turun bersamaku. Azka pun ikut turun. Tapi tidak dengan Rahma. Kemudian aku menawarkan Rahma untuk ikut turun.


" Rahmna, ikut bantu Tante belanja yuk... " Kataku.


Rahma tersenyum dna kemudian turun.


Kami membeli makanan ringan dan minuman yang akan kami bawa ke hutan X. Aku juga membeli buah-buahan dan roti.


Setelah selesai berbelanja, kami melanjutkan perjalanan kami. Kurnag lebih 1 jam kemudian akhirnya kami sampai di hutan X.


Kami semua turun dan pemandu kami yang berjalan di posisi paling depan.


Kami juga berfoto bersama mengabadikan perjalanan kami di hutan.


Aku melihat anak-anak senang sekali. Karena merasa lelah, aku duduk di bawah pohon pinus. Kakiku pegel sekali. Arini duduk di dekatku.


Rahma menghampiriku.


"Kenapa Tante? Kakinya sakit yaa?" Tanya Rahma.


Aku tersenyum. " Cuma pegel aja Rahma. Maklum tante gak pernah jalan jauh. Baru jalan segini aja kaki tante sudah pegel."


Rahma tersenyum. " Sini, Rahma pijitin Tante. Kata Papa, Rahma pinter mijit lho tan...."


"Oh iyaa?? Boleh... Tapi pelan-pelan aja yaa...."


Rahma mulai memijit kakiku di mulai dari pergelangan kakiku. Ternyata benar, pijitan Rahma enak banget. Bisa merilekskan pegel kakiku.

__ADS_1


Aku memandang Rahma yang sedang telaten memijitku.


Rahma yang sadar kuperhatikan, menoleh padaku.


Aku tersenyum.


"Ternyata benar, Rahma pintar mijit yaa... Pijitan Rahma enak banget. Kaki tante berhenti pegel. Rahma belajar pijit di mana?" Tanyaku.


Rahma tersipu malu.


" Rahma liat di youtube tante... Trus Rahma coba pijitin ibu ma Papa... Eh katanya pijitan Rahma enak... Gitu tante...."


"Oh iyaa...makasi yaa Rahma..."


"Sama-sama Tante.... Rencana tante di sini berapa hari?"


"Rencananya sih 3-4 hari. Tapi tergantung anak-anak mau berapa hari." Aku tersenyum.


"Iyaa tante tanggung kalau 3-4 hari... Seminggu bisa puas dah travelingnya."


"Iyaa sih .. Cuma Om lagi ada ikut proyek jadi yaa gak bisa lama-lama di sini. Lain kali lah kita ke sini lagi."


Rahma mengangguk dna tersenyum.


"Oh iyaa Rahma...Kamu gak lanjutin kuliah?" Tanyaku.


" Gak Tante.... Rahma lagi kumpulin duit dulu untuk kuliah. Sementara Rahma bantuin Papa dulu."


Aku tersenyum. Kulihat wajah keikhlasan pada Rahma yang menerima kenyataan. Namun aku juga melihat kegigihannya dalam membantu Papanya.


Setelah puas menikmati keindahan hutan pinus X, kami melanjutkan perjalanan ke pantai.


Anak-anak tampak senang dan menikmati suasana pantai. Kami duduk-duduk di pinggir pantai sambil menunggu matahari terbenam.

__ADS_1


__ADS_2