Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pram gigih mencari pekerjaan


__ADS_3

PRAM


Di lain tempat...


Aku sekarang sudah bekerja di sebuah travel menjadi seorang guide. Aku berusaha bekerja giat agar bisa menghidupi Pipin yang sekarang sudah menjadi tanggungjawab nya.


Pipin sampai setengah tahun umur pernikahan kami, gak pernah mengeluh dengan pendapatanku yang pas-pasan. Pipin tampak bahagia walaupun keadaan ekonomi masih megap-megap.


"Pin... Hari ini aku mungkin pulangnya agak malam, karena aku akan membawa tamu ke GN. Tempatnya agak jauh." Kataku sambil menghabiskan sarapan nasi goreng ku.


Pipin tersenyum. "Yaa Pram...Doa ku selalu menyertaimu... Andre sudah datang menjemputmu." Kata Pipin sambil menyodorkan air putih minumku.


Setelah selesai sarapan, aku berpamitan ke Pipin. Aku mencium keningnya kemudian Dan kulihat Andre sudah menungguku di teras.


"Hai Andre... Gak lama nunggunya kan?" Kataku sambil menyalami Andre.


Andre tersenyum dan berkata," Gak lama kok, tapi cukuplah aku habiskan 3 batang rokok saat nungguin kamu."


Aku tertawa terkekeh-kekeh mendengar jawaban Andre. " Oke oke... Sorry Yaa And...Kita jalan dah yuk."


Aku berpamitan ke mamak dan papa. Kemudian aku dan Andree berangkat..

__ADS_1


Aku masih tinggal menumpang di rumah orang tuaku. Aku pernah ingin tinggal di kos-kosan tapi papaku tidak mengijinkan dengan berbagai alasan.


Hari ini aku akan mengantar tamu beberapa tempat wisata, dan tujuan terakhir ke GN.


"Andre... Semoga perjalanan kali ini lancar-lancar yaa..." kataku.


Andre mengangguk.


Selang waktu sekitar setengah jam akhirnya aku sampai di hotel tempat menginap tamuku.


Sementara Andre parkir mobil, aku langsung menuju resepsionis untuk menemui tamuku. Dan ternyata 4 orang tamuku sudah menunggu kedatangan kami.


Setelah mempersiapkan segala sesuatunya, kami berangkat ke tujuan wisata yang sudah kami rencanakan.


Sejak awal menikah aku sudah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan keluargaku dengan cara yang benar dan halal.


ARA


Aku duduk di ranjang kamarku, menunggu suamiku yang sedang bersiap-siap akan pergi ke kantor. Suamiku sekarang bekerja di sebuah perusahaan besar swasta.


Aku sudah tidak tinggal di rumah orangtua suamiku. Sekarang aku tinggal di rumah kontrakan yang tidak terlalu besar. Sejak awal menikah memang kami sepakat untuk tidak tinggal seatap dengan orangtuaku atau orang tua Muhlas suamiku. Itu saran dari papaku, dan Muhlas menyetujuinya.

__ADS_1


"Kenapa Ara... sepertinya dari tadi aku melihatmu sering bengong. Ada apa?" Muhlas memandangku dan mengelus rambutku.


Aku menatap suamiku kemudian tertunduk.


"Ada apa? Ada yang kamu pikirkan? Kalau ada apa-apa sebaiknya kamu katakan terus terang..." kata Muhlas.


"Bang... aku ingin bekerja, aku bosan diam di rumah terus. Tapi aku tahu, kamu tidak akan mengijinkanku." Aku masih menunduk. Oh iya, aku memanggil suamiku dengan panggilan "bang".


"Ooh itu yaa yang kamu pikirkan... Kita sudah bicarakan ini sebelumnya kan." Muhlas menatap mataku.


Aku mengangguk.


Kemudian suamiku berdiri, dan berkata ," Ara... Aku sayang banget sama kamu dan aku gak mau kamu bekerja terus nanti digangguin sama laki-laki lain. Tapi nanti aku coba carikan pemecahan jalan keluarnya yaa...Sekarang kamu senyum dong..." Muhlas memegang daguku kemudian mencium bibirku lembut.


Aku mengangguk dan kemudian tersenyum.


"Hati-hati di jalan yaa bang..." Aku mencium tangan suamiku kemudian memeluknya. Muhlas membalas pelukanku.


"Ara... nanti pulang dari kerja kita jalan-jalan yaa... kita makan di luar, Oke..." Muhlas melepas pelukannya kemudian mengecup keningku. Aku mengangguk.


Setelah itu suamiku berangkat bekerja, sementara aku merapikan kamar, beres-beres pekerjaan rumah tangga. Aku menikmati pekerjaanku sebagai ibu rumah tangga.

__ADS_1


Aku senang karena aku sudah tidak tinggal seatap dengan keluarga suami. Aku ingin mandiri. Soal keinginanku untuk bekerja, lebih didorong karena keinginanku ingin punya penghasilan sendiri.


Setelah selesai beres-beres rumah, biasanya aku pergi ke pasar. Tapi karena suamiku mau mengajakku keluar nanti malam dan makan di luar jadi aku gak pergi ke pasar. Aku memilih menyetrika saja supaya besok bisa lebih santai.


__ADS_2