Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
2 jam menunggu


__ADS_3

Setelah kurang lebih tiga bulan akhirnya KKN berakhir. Syukurlah pak Kades memberikan nilai terbaik untuk kami semua. Perpisahan dengan warga desa membawa kesan yang mendalam.


Warga desa yang selalu bahu membahu bergotong royong menyelesaikan masalah- masalah di desa. Sikap kekeluargaan antar warga masih terasa.


Setelah KKN selesai aku mulai menggarap skripsi. Begitu juga dengan Bagus. Kami sama-sama bersemangat ingin segera menyelesaikan kuliah.


KKN berakhir namun hubunganku dengan Bagus tetap berjalan. Bagus kalau tidak sibuk, menyempatkan diri untuk mengantar atau kadang menjemput aku pulang kuliah. Dan apel malam minggu Bagus selalu datang.


Hubunganku dengan Bagus baik-baik saja. Dan aku semakin yakin kalau Bagus benar-benar tulus menyayangi aku.


"Ara, nanti pulang kuliah tunggu aku yaa..aku akan menjemputmu," kata Bagus ketika baru saja mengantarku kuliah.


"Yaa Gus, nanti kamu tunggu aku di sini aja yaa kalau aku belum keluar."


" Iya Ar... Aku juga gak lama kok. Aku cuma ketemu dengan dosen pembimbing aja sebentar."


" Iyaa deh.. Aku masuk dulu yaa..." Aku meninggalkan Bagus.


Aku melihat Amir sedang membaca buku di bawah pohon.


"Hai Mir... Serius banget. Kok gak masuk ruang kuliah si?" tanyaku


"Dosennya belum datang Ar. "kata Amir.


"Ooh gitu yaa... Okey Mir.. "Aku mengambil posisi duduk di sebelah Amir. Aku mengeluarkan sebuah buku.


"Ar.. Tadi aku liat ada cowok yang antar kamu. Siapa tu Ar?" tanya Amir sambil tetap membaca buku.

__ADS_1


"Ooh itu teman Mir," jawabku singkat.


"Hmm sudah mulai main rahasia yaa sama aku? Temen atau temen? Aku sering lihat dia antar jemput kamu akhir-akhir ini sejak kamu pulang KKN." Amir menoleh kepadaku.


Aku tersenyum . " Itu pacarku Mir...Bagus namanya. Dia teman KKN ku."


" Wow... Cinta lokasi rupanya yaa..." Amir tertawa.


"Iih apa sih.. Tu kan pasti kamu akan tertawain aku." Aku memanyunkan bibirku.


" Iyaa tapi kamu harus tetep ingat jangan cepat terbuai dulu. Kan kamu baru kenal beberapa bulan saja. Ya Ar.." Amir menasehati aku.


"Ya Mir... Awalnya aku juga ragu karena ternyata Bagus tu banyak penggemarnya Mir. Tapi lama kelamaan keraguanku hilang karena dia berhasil membuatku percaya dan yakin."


"Syukurlah... Smoga dia benar-benar baik dan sayang ma kamu Ar." Amir tersenyum.


Amir adalah teman kuliahku yang selalu memberiku nasehat kalau aku ada masalah di kampus. Dan Amir selalu menyemangati aku.


Aku sudah menunggu hampir setengah jam, tapi Bagus belum juga muncul batang hidungnya. Aku mulai kesal. Karena hari semakin panas.


Aku melihat jam tanganku lagi. "Sudah hampir satu jam, batinku.. Aku sudah mulai merasa tidak nyaman.


Hingga hampir 2 jam aku menunggu, tapi ternyata Bagus belum juga muncul.


Akhirnya aku putuskan aku pulang saja naik mobil angkot.


Sampai di rumah aku langsung ke kamar. Bermacam-macam pikiran dan prasangka berkecmuk dalam hatiku. "Kenapa Bagus gak datang menjemputku?, Sesibuk apa sih dia????

__ADS_1


Aku mengambil buku harianku. Aku menulis kekecewaan dan ketakutanku. Tak terasa air mataku jatuh.


Karena capek menunggu akhirnya aku tertidur.


Malam harinya Bagus datang ke rumah. dan meminta maaf kepadaku.


"Ara.. Maaf tadi aku gak bisa jemput kamu, karena Hadi minta diantar foto tempat penjilidan."


"Ya gak apa-apa," Jawabku singkat dan mengacuhkan Bagus.


"Ara.. please tolong jangan diam terus. " Bagus menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kamu pulang aja Gus, aku ngantuk. Maafin Aku."


"Ar, aku kan sudah minta maaf tapi kamu kok masih juga marah sih?" Bagus mulai kesal.


Aku tidak suka mendengar perkataan Bagus.


"Kamu pernah gak berfikir jadi aku? Aku nungguin kamu sampai 2 jam lebih Gus. Aku bisa ngertiin kamu kalo kamu antar Hadi jilid apalah tapi bisa kan kamu cari aku dulu sebentar. Dan jilid apa sih sampai 2 jam gak kelar?? Hah!!!"


"Ar.. maafin aku.."


"Sudah Gus, sebaiknya kamu pulang dulu dah. Kamu juga belum ngerti perasaanku." Aku menangis.


Bagus menundukkan kepalanya.


"Baiklah Ara... Aku pulang dulu. Kamu istirahat dulu yaa."

__ADS_1


Bagus menghidupkan motornya kemudian pergi.


Aku masuk kamar, dan menangis. Aku mulai ragu, mulai kecewa... "Seperti ini kah rasanya kecewa? Sementara sekarang aku sudah mulai mencintainya..." Aku berbicara sendiri dengan hatiku.


__ADS_2