Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Semua sudah menjadi kehendakNya


__ADS_3

ARA


Hari ini aku mencoba membuka toko offline ku. Sudah hampir 3 Minggu aku gak buka toko. Karena masih trauma dengan gempa yang sudah terjadi.


Aku merapikan toko offlineku dibantu suami. Sementara Siti pegawaiku sudah menikah dan untuk sementara tidak bekerja dulu karena dilarang ma suaminya.


Saat aku membersihkan etalase, tiba-tiba handphone ku berbunyi, ada panggilan masuk. Kulihat ada nama Pram, langsung kutolak.


Suamiku yang baru keluar dari kamar mandi bertanya.


"Siapa tadi yang telpon Ma?"


" Biasa customer Pa. tanyain pesenannya." Kataku sambil tetap membersihkan etalase. Aku tidak ingin tampak gugup di depan suamiku.


"Oh iya Ma..."


Tak terasa hari sudah siang, kami belum juga selesai membersihkan toko, maklumlah lama toko gak buka jadi debunya tebal banget.


"Ma ... Kita istirahat dulu yuk... Kita cari makan siang."


"Iya Pa..."


Aku dan suami keluar mencari makan siang.


"Pa... Aku pingin makan bakso aja yaa... Gimana?"


"Iya Ma... Aku si ngikut aja. Kita ke tempat biasa tu Yaa Ma.." Kata Suamiku.

__ADS_1


Sesampainya di warung bakso, aku langsung memesan 2 mangkok bakso dan 2 gelas jeruk hangat. Dan tak berapa lama pesanan kami datang.


Sebelum menyantap baksonya, aku sempatkan diri untuk mengirim pesan ke Pram mengatakan kalau saat ini suamiku sedang bersamaku dan aku katakan nanti aku telpon.


Pesanku dibaca Pram, namun Pram tidak membalas pesanku.


Aku menarik nafas dalam-dalam.


Selesai makan, aku buru-buru mengajak suamiku balik ke toko. Alasanku ada yang mau ambil segera pesanannya. Suamiku menuruti keinginanku.


Sesampainya di toko aku langsung menyiapkan orderan. Suamiku balik ke rumah menemani anak-anakku karena bibi yang membantuku masih kurang sehat karena trauma gempa kemarin.


Setelah selesai menyiapkan orderan, aku mencoba mengirim pesan ke Pram.


"Pram..."


"Lagi sibuk kah?"


"Gak Ar... Aku nungguin kamu."


"Kamu masih sibuk?"


"Sudah gak sibuk Pram. Aku baru aja selesai packing orderan Surabaya."


"Oowh... Laris manis.... Cair terus nih."


"Yaa Pram. Aku bersyukur saat pasca gempa seperti ini aku masih dapat orderan."

__ADS_1


"Iyaa Ar. Yang penting inget pesanku. Kalau terjadi gempa, jangan panik yaa... tetap tenang."


"Iya Pram. Sejak pertemuan kita kapan tu, aku bisa lebih tenang Pram. Aku merasa kamu selalu ada di dekatku."


"Iyaa sayangku... Aku slalu ada di dekatmu. Di hatimu."


"Makasi Pram."


"Ar... Aku pingin liat kamu."


Aku langsung mengalihkan ke panggilan video dan Pram langsung menerimanya.


"Sayangku... Aku kangen Ar. Sejak pertemuan kita tu aku semakin bersemangat cari duit Ar. Aku lebih terbuka pikiran dan ide-ideku."


"Oh iyaa?? Beneran Pram?"


"Iya sayang... Aku serius. Aku sekarang punya mimpi dan harapan Ar. Aku ingin bahagia bersamamu, aku ingin membahagiakanmu. Tunggu aku Yaa Ar..."


Aku tersenyum dna mengangguk.


"Sayangku ... Aku bahagia mendengar kata-katamu barusan. Aku yakin apa yang kamu inginkan akan berhasil. " Kataku sembari memberi semangat pada Pram.


"Makaai Ar... Di ujung usiaku ini Tuhan mengijinkan aku bertemu denganmu kembali. Dan aku sangat bahagia karena kamu juga merasakan apa yang aku rasakan."


"Aku tak menyesali semua yang sudah terjadi karena itu semua sudah kehendakNya."


"Tapi Pram, aku juga sudah menghancurkan hidupmu. Aku menghancurkan kebahagiaan mbak Pipin denganmu." Kataku memotong pembicaraan Pram.

__ADS_1


"Ara... please tolong jangan bicara seperti itu."


.


__ADS_2