Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Tak boleh chatting maupun telpon!!!


__ADS_3

ARA


Kami sampai di rumah sudah malam. Aku tak sempat masak untuk makan malam, jadi tadi pulang dari pantai aku mampir ke dagang lauk dan membeli sayur dan lauk pauk sekedarnya saja.


"Ma... Dari mana? Kok pulangnya malam sih? " Kata Azka menyapaku.


"Maafin Mama Nak... Tadi Papa ajak Mama ke pantai bentar..."Aku tersenyum.


"Hmmm kok gak ngajak-ngajak sih...Azka juga pingin ikut kan Ma..." Kata Azka sambil memanyunkan mulutnya.


"Iyaa sayang.. Tadi gak rencana mau ke pantai... Tiba-tiba aja Papa ngajakin Mama ke pantai... Besok hari minggu kita jalan-jalan ke pantai yaa ... Mumpung abang-abangmu lagi di sini." Kataku.


"Iyaa Ma... Asyikkk ... Dah lama kita gak ke pantai yaa Ma... " Kata Azka sambil membantuku menata lauk pauk dan sayur yang aku beli tadi.


Suamiku masuk ke ruang makan, namun sekilas kulihat wajahnya agak lesu tak bersemangat. Aku tak menyapanya dan aku menyibukkan diri menyiapkan makan malam.


"Papa... Kata Mama besok hari minggu kita mau ke pantai. Mau ke pantai mana Pa?" Tanya Azka ke Papanya.


Suamiku melirik padaku, dan sekilas mata kita bertemu namun aku segera mengalihkan pandanganku, semikian juga suamiku.


"Hmmm... Iyaa boleh... Azka mau ke pantai mana?" Tanya suamiku.


"Kalau Azka sih suka pergi ke pantai Tw Pa... Bagus di sana Pa.. Kita bisa bakar-bakar ikan di sana, dan bisa cari kerang juga di sana Pa ... Seru..." Kata Azka bersemangat.

__ADS_1


Suamiku manggut-manggut. " Boleh... Kita ke sana besok yaa..Mumpung Aldi ma Arjun di sini."


"Yeee asyik...Makasi yaa Pa, Ma..."


Tak lama kemudian anak-anakku yang lain dah siap di meja makan. Kita makan mlama bersama. Namun aku dan suamiku sama sekali tak saling menyapa.


Selesai makan malam kami aku masuk kamar. sedang suamiku ke ruang kerjanya. Kami aibuk dengan urusan kami masing-masing.


Aku membalas pesan-sean customer ku. Kemudian aku melihat Pram aktif. Aku ragu akan mengirim pesan atau tidak. Aku ingin tahu apa alasan Pram menelpon suamiku. Namun aku lagi gak mood. Aku mengurungkan niatku.


Suamiku tiba-tiba masuk dan menatapku dengan tatapan tajam. Aku menghela nafas kemudian kembali melihat handphone ku.


"Hmmm asyiknyaa... Lagi chatting ma Pram ya...." Kata suamiku.


Aku diam dan tak menggubris kata-kata suamiku.


"Mama dengar tapi mama gak lagi chatting ma Pram. Mama lagi balas chat pelanggan."Kataku pelan namun aku tak mau menatap suamiku.


"Ma... Papa gak suka kalau Mama masih berhubungan dengan Pram. Papa serius ini. Papa gak mau liat mama ada chatting atau telponan dengan Pram lagi. Itu keputusan Papa dan Mama harus patuh! " Kata suamiku.


Aku menatap suamiku sekilas kemudian aku mengangguk "Iya Pa.


Kemudian suamiku keluar dari kamar.

__ADS_1


Aku menarik nafas dalam.


Selang 10 menit, Pram mengirimi ku pesan. Dan kubaca.


"Ara... gimana keadaanmu... Kamu sehat dan baik-baik saja kan..."


"Aku kepikiran ma kamu Ar..."


"Aku berharap suamimu gak melanjutkan niatnya untuk menikah lagi!!!"


"Aku gak ikhlas kalau suamimu menyakitimu Ar. Dia gak boleh lakukan itu."


Aku hanya membacanya saja, namun aku tak membalasnya . Masuk lagi pesan Pram.


" Ar... Kenapa kamu gak balas pesanku??"


"Ara...Tolong balas pesanku."


Aku ta membalas pesan Pram. Tak berapa lama masuk telpon Pram namun langsung ku tolak.


Aku kemudian membalas pesan Pram.


"Besok aku balas Pram. Maaf."

__ADS_1


Pesanku langsung dibaca Pram. Aku kemudian menaruh handphone ku di meja riasku kemudian aku bersiap tidur. Aku lelah .... Lelah dengan semuanya.


Aku memghela nafas dalam-dalam.... Dan bersiap tidur.


__ADS_2