Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Menyibukkan diri


__ADS_3

Keesokan harinya aku ke toko seperti biasa. Aku merasa tak bersemangat dan khawatir. Aku mengingat semua pesan-pesan Pram semalam. Aku ingin menangis menumpahkan rasa sedih dan takutku namun aku berusaha menahannya.


"Ma... Ada apa? Sepertinya Mama lagi gak fit." Kata suamiku.


Aku menghela nafas....


" Mama gak apa-apa Pa. Mungkin kecapekan aja Pa."


"Kalau memang lagi gak fit sebaiknya Mama istirahat aja di rumah. Kita balik pulang ke rumah aja yaa."


Aku menggeleng.


"Mama turun dulu yaa Pa..." Kataku saat mobil kami sudah sampai di depan toko.


Suamiku mrngangguk.


"Nanti kalau Mama mau cepet pulang, telpon Papa yaa.... Papa hari ini gak ke mana-mana. Papa di rumah aja."


"Iya Pa... Makasih."


Aku disambut Siti dengan senyum dan toko sudah rapi.


Aku tersenyum.


"Siti... Makasih yaa...Sudah bantu ibu jalankan toko ini dengan baik. Ibu senang...." Kataku saat Siti menyalamiku.


"Siti juga senang kerja di sini Bu... Makasi ibu dah baik selama ini ma Siti. Makasi ibu dah ajarin Siti bekerja."

__ADS_1


Aku tersenyum....


" Iyaa sudah.... Ibu mau lihat dan cek orderan-orderan yang kamu kerjakan kemarin."


Kemudian Siti menyodorkan 5 paket yang sudah berisi barang-barang pesanan. Aku mengeceknya, kemudian setelah semua beres aku minta Siti untuk packing rapi.


"Syukurlah, semua dah beres Siti. Packing yang rapi yaa, dan tolong alamatnya jangan sampai keliru."


"Baik Bu."


"Siti... Ibu ke kamar dulu yaa..."


Aku berjalan menuju kamar. Rebahan... menatap langit-langit kamar.


Aku memikirkan Pram. Sejak semalam aku kepikiran Pram terus.


Tak terasa air mataku ingin menetes. Aku tak bisa berbuat apa-apa Tuhanku. Aku hanya bisa menunggu. Menunggu Pram berkabar.


Adakah yang bisa merasakan kegelisahanku?


Aku berharap Pram bisa segera sembuh. Namun kata-kata yang dia tulis dalam chattingnya kemarin benar-benar membuatku takut dan khawatir.


Aku membuka media sosialku. Ku ketik nama Pram berharap aku mendapat kabar yang bisa membuatku tenang.


Namun aku tak menemukan apa-apa. Pram tidak membuat status apapun. Aku semakin khawatir. Aku ingin menulis pesan untuk menanyakan kabarnya, namun aku takut terjadi hal-hal yang nanti akan menyudutkan Pram.


Aku menghela nafasku...

__ADS_1


"Bu... Siti pergi ke expedisi pengiriman sebentar yaa Bu... Karena ini minta dikirim segera." Kata Siti yang membuatku kaget.


Aku mengangguk.


"Tokonya Siti tutup dulu atau biarkan terbuka Bu?" Tanya Siti


" Tolong ditutup aja yaa .. Ibu mau istirahat.... Hmmmm tapi gak jadi Siti. Biar ibu yang jaga tokonya. Kamu jalan dah, hati-hati di jalan yaa..." Kataku smabil tersenyum.


Siti kemudian pergi meninggalkan toko.


Aku mencoba menghibur diriku dengan mencari kesibukan di toko. Aku mengupload beberapa foto barang yang baru di group reseller. Kemudian aku meng-upload juga di media sosial yang kupunya.


Untuk sementara aku sibuk dengan kegiatan jualan online ku. Walaupun aku jualannya tidak maksimal, tapi hanya untuk mengalihkan perhatian dna pikiranku saja.


Tak berapa lama Siti sudah balik ke toko lagi.


"Kamu sudah balik yaa Siti." Kataku.


"Iyaa Bu... Tadi kebetulan gak rame si kantor expedisinya Bu, jadi bisa cepat selesai, gak perlu antri." Kata Siti.


"Syukurlah..."Kataku.


"Ibu sudah lebih sehat?"


"Iyaa sudah lebih biak Siti. Ini ibu coba pakai kerja. Smoga aja bener-bener dah enakan yaa." Kataku.


"Iyaa Bu..."

__ADS_1


Kemudian aku dan Siti larut dalam pekerjaan toko. Aku sesekali melihat handphone ku, melihat siapa tahu ada pesan dari Pram. Namun tak ada, aku harus menelan rasa kecewa.


__ADS_2