
Entah kenapa aku merasa tidak suka membaca pesan Ara yang mengatakan "Ada apa Pram?"
Aku merasa Ara tidak menginginkan kabar dariku, aku merasa Ara tidak rinsu padaku. Ada rasa kecewa, namun aku sadar apalah arti diriku, irang gagal yang tak pantas untuk menyayangi Ara.
"Pram... Kenapa kok diem sih? Kamu sehat kan?" Tanya Ara.
"Hmmm... Aku sehat Ar... Kamu sehat kan?" Tanyaku.
"Iyaa aku dah sehat, dah semakin baik Pram."
"Syukurlah kamu dah sehat." Jawabku singkat.
"Pram..."
Aku hanya diam, aku masih memperbaiki keadaan hatiku.
Ara mengalihkan ke panggilan video, dan kutrima.
"Pram... Kenapa? Ada masalah?" Tanya Ara.
__ADS_1
Aku hanya memandang wajah Ara, orang yang slalu kusayang dan kucintai. "I love you Ara..." Batinku.
"Pram... Kok gak jawab sih... Aku ada salah ngomong Pram?" Tanya Ara lagi.
Aku hanya menggeleng.
"Pram... Kalau aku ada salah ngomong, tolong jangan diemkan aku seperti ini. Tegur aku kalau aku salah Pram."
Aku menghela nafas dalam-dalam.
"Ar... Aku mau tanya ma kamu, dan tolong jawab jujur." Kataku.
"Mau tanya apa Pram..."
" Kok nanya gitu sih... Kan kamu tahu gimana perasaanku padamu. Pram, kita bukan anak kecil atau remaja ingusan lagi. Aku gak perlu mengatakan kalau aku cinta ma kamu, aku sayang banget ma kamu. Kamu cukup merasakannya, merasakan perasaanku. Namun aku sadar keadaan kita, jadi ada batasan yang tetap harus kita jaga." Kata Ara.
"Iyaa Ar... Maafin aku..."
Kemudian kami sama-sama diam untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Ar... Maafin aku yaa... Tadi sebenarnya bsaat kamu balas pesanku bilang "Ada apa" aku merasa kamu gak menginginkan pesan dariku. Kamu gak ingin tahu kabar dariku. Kamu dak merindukan aku."
Ara memotong bicaraku.
" Oooh itu... Maafin aku yaa... Aku gak bermaksud seperti itu sayang...Kalau memang aku gak peduli ma kamu, gak mungkin aku langsung telpon, trus lanjut ke video call. Itu karena aku sayang ma kamu Pram, aku rindu ma kamu Pram."
"Aku merasa tak pantas Ar...Aku orang gagal yang tak mungkin bisa membahagiakan mu, aku tak pantas Ar. Maafin rasaku Ar... Maafin rasa sayangku ini..." Kata Pram sambil menunduk.
"Hmmmm mulai dah ni... Pram, kamu kumat lagi dah ni... Please jangan merasa seperti itu, aku gak suka, sangat sangat gak suka. Aku sayang ma kamu, aku cinta ma kamu dan kamu tahu itu!!! Rasakan cintaku dengan hatimu Pram... Aku salah ngomong bukan berarti aku gak peduli ma kamu. Maklumi kalau ada kata-kataku yang kamu gak suka. Dan tolong jangan anggap diri sebagai orang gagal. Ini dah berulang kali lho kamu ngomong seperti itu. Aku ingin Pram Ku semangat, selalu optimis. Please... sayang...." Kata Ara.
"Iyaa Ar... Maafin aku... Kamu jangan marah dong... Kok jadi kamu yang marah sih?" Kataku sambil menatap Ara.
Ara menatapku tajam.
"Aku gak marah Pram. Aku sayang ma kamu. Jadi sekarang janji ma aku, gak akan bilang kamu tu orang gagal, aku ingin kamu aelalu semangat sayang... Aku akan menunggumu. I love you..."
"I love you Ara.... Tunggu aku yaa... Aku janji Ar, aku gak akan lagi merasa sebagai orang gagal, aku akan semangat dan optimis jalanin usaha kita Ar... Maafin aku yaa... Aku hanya takut kehilanganmu." Kataku.
Ara tersenyum. " I love you Pram..."
__ADS_1
Aku mengecup kening Ara dari handphonku. Kemudian aku menceritakan Ara tentang perkembangan usaha yang semakin menunjukkan kemajuan. Ara mendengarkan ceritaku dengan semangat.
"Cinta hanya bisa dilihat dengan hati, bukan dengan mata"