
Sampai kantor aku langsung buru-buru masuk ruang kerjaku karena aku sudah terlambat 5 menit. Saat aku akan masuk ke ruangan ternyata Pak Amin sudah ada di dalam ruangan kerjaku.
"Pagi Pak... Maaf ni aku terlambat masuk kantor." Kataku memberi salam kepada pak Amin bos ku.
Pak Amin hanya menengok sekilas dan kemudian tersenyum.
"Ngantar Yusuf dulu yaa Pak Pram? " Tanya Pak Amin.
"Iya Pak." Jawabku singkat sambil menghidupkan laptop ku. Aku tak menjelaskan apa-apa karena aku sudah katakan sebelumnya kalau aku gak bisa datang ke kantor pagi-pagi karena kesibukanku untuk mengurus antar jemput anakku Yusuf.
Pak Amin dan mas Gion adalah teman seperjuangan denganku waktu kami dulu bekerja menjual Souvenir di alun-alun kota. Namun pak Amin dan mas Gion berhasil memulai bisnis percetakan dan kemudian sekarang membuka bisnis baru lagi di bidang jasa. Dalam bisnisnya kali ini pak Amin dan mas Gion mengajakku ikut serta.
"Pak... Kira-kira bisa rampung hari ini proyek CV X?" kata Pak Amin sambil menuju ke meja kerjaku dan memperhatikan apa yang sedang aku kerjakan.
"Aku usahakan Pak. Tapi kayaknya bisa selesai hari ini. Karena ini semua data-datanya sudah tersusun rapi." Kataku dan menunjukkan data-data yang aku maksud.
Pak Amin memperhatikan data-data yang aku tunjukkan, kemudian menepuk pundakku dan berkata ," Good Job Pak Pram..."
Aku tersenyum dan melanjutkan pekerjaanku.
Sekitar jam 11, aku istirahat sebentar dan pergi ke dapur untuk membuat kopi karena aku mulai mengantuk.
Aku kemudian kembali ke meja kerjaku dengan membawa secangkir kopi pahit tanpa gula. Aku lega akhirnya pekerjaan yang ditugaskan kepadaku sudah selesai.
Aku membuka handphone ku, berfikir siapa tahu ada pesan penting yang masuk. Karena dari tadi aku sibuk didepan laptop ku jadi tidak memperhatikan handphone ku sama sekali.
__ADS_1
Kalau lagi bekerja, aku tidak akan pegang handphone ku kecuali ada panggilan masuk.
Aku membuka pesan-pesan yang masuk. Setelah aku selesai membalas semuanya, mataku mencari kontak dengan nama Ara. Aku tak tahu seperti ada dorongan hati yang luar biasa untuk selalu melihat profil kontak Ara.
Aku ingin mengirim pesan, namun aku ragu. keragu-raguanku selalu muncul saat aku ingin menanyakan kabar Ara. Entah apa sebabnya.
Aku memandangi foto Ara dan anak kecil yang ada dalam pelukannya. "Ra...Aku merindukanmu..."batinku teriak.
Akhirnya aku memberanikan diri menyapa Ara dalam chatting di pesan pribadinya.
"Hai Ara..."
"Masih ingat akukah?"
"ini aku, Pram...
Aku menunggu Ara membalas pesanku, tapi ternyata tidak ada balasan. Aku melihat Ara aktif kurang lebih 1 jam lalu.
Aku kemudian melepas handphone ku, dan menaruhnya di atas meja. Aku lanjutkan pekerjaanku. Namun aku gelisah, mataku ke laptop ku tapi hati dan pikiranku ke Ara. Aku ingin mengetahui kabar Ara.
Tiba-tiba telponku berbunyi, ada panggilan masuk dan kulihat dari istriku.
"Yaa bu.. ada apa? " Kataku.
"Pa.. nanti ingat jemput Yusuf yaa daj jangan terlambat kasian Yusuf harus menunggu." Kata istriku.
__ADS_1
"Iya bu... ini Papa dah siap-siap mau berangkat."
"Oh iya Bu.. nanti Papa gak makan siang di rumah karena ada kerjaan isi parfum di masjid X. Jadi Papa antar Yusuf pulang dan langsung pergi."
"Iya Pa.. Hati-hati di jalan ." akata istruku yang kemudian menutup telpon.
Aku kemudian pergi menjemput anakku, aku tidak buru-buru kali ini. Kurang setengah jam aku sudah sampai di sekolah Yusuf. Dan teernyata Yusuf baru aja keluar dari sekolahnya.
Yusuf menghampiriku dan langsung mencium tanganku. Kemudian naik ke atas motor bututku...
Aku mengarahkan motorku untuk pulang mengantar Yusuf pulang ke rumahku. Di perjalanan aku selalu menanyakan pelajarannya di aekolah tadi, apakah ada yang sulit dan belum dipahami.
"Tadi gimana pelajarannya Nak...Ada yang gak dipahami ?"
"Gak ada Pa kali ini...Yusuf sudah paham tadi." Kata Yusuf.
"Ooh begitu... Syukurlah, sekarang anak Papa sudah tambah pintar"
Ditengah perjalanan kami ngobrol macem-macem dan tak terasa kami sudah sampai di rumah . Pipin menyambut kami.
Aku hanya mengantar Yusuf saja kemudian aku pamitan lagi untuk pergi melakukan pekerjaan sampinganku..
Aku sampai di masjid x dan kemudian mulai melakukan pekerjaanku.
Tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk. Aku berfifkir itu Ara, aku ingin sekali membukanya tapi aku urungkan niatku. Aku lanjut. menyelesaikan pekerjaan ku.
__ADS_1
Setelah selesai semua baru aku duduk istirahat. Aku duduk si pojokan masjid. Aku membuka notifikaai pesan-pesan yang masuk di handphone ku. Tapi mataku hanya mencari satu nama, Ara.
Hatiku berdegup kencang saat aku melihat ada pesan masuk dari Ara. Aku tak sabar ingin membukanya.