Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Sepedahan ke alun-alun


__ADS_3

Hari minggu yang cerah. Aku senang karena akan bertemu Ara. Aku dah siapin sepedaku, sepeda Onta. Aku lap sampai bersih sepedaku, dan tak lupa juga aku menyiapkan kamera yang aku pinjam di teman papaku.


Tak berapa lama Rendi, Budi dan Ardi dah datang. Rendi, Ardi dan Budi adalah sahabatku di kelas. Kami berempat sepakat membuat group karena mempunyai tujuan dan nasib yang sama. Berasal dari keluarga yang tingkat ekonominya biasa-biasa aja dan ingin suatu saat bisa menjadi orang berhasil.


"Hai Pram, bagaimana semua sudah beres?" tanya Rendi sambil duduk di sebelahku dan memperhatikan kamera yang lagi aku bersihkan.


Aku mengangguk sambil tetap melanjutkan membersihkan lensa kamera.


"Wah keren sepedanya Pram, sepeda tua. Kamu dapat dari mana ne Pram?" tanya Ardi sambil membunyikan bel sepeda.


Budi tertawa mendengar pertanyaan Ardi dan mendekati sepeda tua milik Pram.


"Sepeda itu kupinjam dari tetangga sebelah, keren kan... Aku kebayang kalo ini ntar dipakai ma Ara.. Tapi kira-kira Ara mau gak yaa pakai sepeda ini," kataku sambil memandang sepeda tua hitam yang ada di depanku.


Budi tertawa dan berkata:" Nah lo... itu dia, kira-kira Ara mau gak yaa pakai sepeda ini. Tapi menurutku, Ara gak keberatan kok pakai sepeda ini." Budi menepuk pundakku memberi semangat.


Rendi hanya tersenyum melihatku. "Sudahlah, Ara mau atau gak pakai sepeda ini bukan masalah Pram. Yang penting kita sekarang jalan ke rumah Ara. Takutnya ntar kesiangan deh sepedahannya. Kasihan Ara kalo kita aja sepedahan terlalu siang" kata Rendi sambil beranjak dari duduknya.


" Oke-oke Ren... temen-temen yuk kita ke rumah Ara." kataku sambil bersiap-siap dan mengalungkan kamera ke leherku.


Kami berempat bersiap menuju ke rumah Ara.


Aku memakai sepeda onta, sedangkan Budi dibonceng ma Ardi, dan Rendi pakai sepeda sendirian.


ARA


Aku terbangun dan langsung melihat jam dinding.


" Ooh gawat sudah jam setengah 7, kok aku kesiangan si bangun tidurnya", kataku sambil bergegas menuju kamar mandi.


Aku mandi ala kadarnya aja biar bisa cepet siap-siap. Takutnya ntar Pram dan teman-temannya keburu datang.


Selang beberapa menit, terdengar suara Budi memberi salam di pintu gerbang.

__ADS_1


Aku menjawab salam.


" Masuk aja Bud, tunggu bentar yaa... Aku pakai sepatu dulu." kataku sambil l memasang tali sepatuku.


Aku memakai baju kaos biru garis-garis putih dan celana training biru.


Aku keluar menghampiri teman-temanku yang sudah menungguku di ruang tamu.


"Maaf yaa temen-temen, tadi aku terlambat bangun jadi kalian capek nunggu," kataku sambil cengar cengir malu.


"Gak apa-apa Ar..." kata Pram tersenyum


Budi dan Ardi hanya tersenyum sambil memperhatikan kegugupanku.


"Kita bisa berangkat sekarang Ara? " tanya Rendi


Aku mengangguk


"Mana ibu ma bapak Ar? kita pamitan dulu." kata Pram.


Pram mengangguk dan tersenyum.


" Ooh kalo gitu yuk kita siap-siap jalan, " kata Rendi beranjak dari duduknya.


"Aku pakai sepeda yang mana nih? "tanyaku sambil melihat sepeda tua yang disandarkan di tembok.


Rendi mendekatiku dan balik bertanya;" Ara mau pakai yang mana?"


Aku melihat Ardi dan Budi dah bersiap akan mengendarai satu sepeda berdua. Rendi dah memegang sepedanya sendiri.


"Aku suka sepeda tua ini, boleh kupakai Ren?" tanyaku sambil mendekati sepeda tua itu.


Pram dan teman-temanku bengong mendengar permintaanku.

__ADS_1


" Beneran Ara mau pakai sepeda Onta ini?" tanya Pram menatapku seolah gak percaya.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum.


"Emangnya kenapa Pram? Aku suka liat sepeda ini, unik. Yuk kita segera berangkat." kataku


Pram tersenyum dan berkata," Syukurlah kalo Ara mau pakai sepeda Onta itu."


Kemudian kami berangkat bersepeda. Pram dibonceng ma Rendi. Aku naik sepeda sendirian. Ardi ma Budi posisinya di depanku, aku di tengah, sedangkan Rendi dan Pram di belakangku.


Sesampainya di alun-alun, kami langsung beristirahat. Kami berlima duduk di bawah pohon sambil minum air putih yang sudah disiapin ma Pram.


Tiba-tiba Pram mengeluarkan kameranya, dan bersiap memfoto kami. Beberapa foto dah diambil ma Pram. Lalu Pram mendekatiku dan berkata "Ara, boleh gak aku ambil fotomu saat kamu mengendarai sepeda Onta itu?" tanya Pram


Aku tersenyum dan menggeleng.


"Aku gak percaya diri Pram untuk difoto," kataku sambil menutup mukaku.


"Apa karena sepedanya Ar? " tanya Pram .


"Maaf Ara, jangan marah yaa, Kalo kamu gak mau gak apa-apa kok." lanjut Pram.


"Bukan karena sepedanya Pram, tapi aku gak percaya diri masak iya kamu mau foto aku, itu aja ,"kataku


Budi menghampiriku, dan berkata" Kenapa mesti gak percaya diri? nanti kita foto berganti-gantian kok Ar... Bagaimana, Ara mau kan."


Rendi dan Ardi mengangguk mengiyakan perkataan Budi.


" Baiklah kalau begitu, " kataku sambil tersenyum.


Akhirnya Pram mengambil beberapa fotoku saat aku sedang mengendarai sepeda. Kami berfoto bergiliran mengendarai sepeda Onta itu. Kami bercanda dan tertawa riang. Aku bahagia sekali hari itu. Dan tampak teman-temanku juga bahagia sekali.


Pram mendekatiku, dan berkata," Ara, makasi yaa sudah mau jadi obyek fotoku," Aku tersenyum dan melihat Pram menatapku dalam. Tapi aku gugup, dan pandanganku langsung ku alihkan ke sepeda Onta itu.

__ADS_1


"Kita pulang yuk,"pintaku karena hari sudah mulai panas.


Teman- temanku setuju dan mengangguk. Kami bersiap pulang.


__ADS_2