
Sejak aku dan Pipin jadian, aku setiap hari di samperin Pipin dan berangkat kuliah bareng. Pulang juga selalu bersama. Cuma aku membatasi Pipin masuk kamar, karena aku takut kejadian itu terulang lagi.
Semakin hari aku semakin mengenal Pipin. Dan benih-benih cinta pun mulai tumbuh. Aku bahagia ada Pipin yang selalu menemaniku, karena Pipin selalu ada di saat suka maupun duka.
"Pin... Kamu nanti pulang kuliah gak perlu tunggu aku yaa, karena aku ada janji mau kerjain tugas kelompok ma temen-temenku."
Pipin hanya mengangguk sambil cemberut.
Aku melihat reaksinya langsung paham kalau Pipin gak suka aku kerjain tugas ma temen-temen yang ada ceweknya. Pipin sayang banget ma aku, jadi dia takut kalau ada cewek lain yang deketin aku.
"Hmm kok mukanya cemberut gitu? Mana senyumnya?" godaku.
Pipin tetep aja cemberut sambil mulai merapikan buku-buku yang ada di bangku taman dan bersiap-siap pergi.
Aku gak suka sikap Pipin seperti itu. "Pin, aku sudah katakan berkali-kali kepadamu kalo aku tu gak suka liat orang cemberut terus cuekin aku," kataku mulai marah dan bersiap hendak pergi.
Pipin langsung menarik tanganku. "Pram, jangan marah dong. Aku cuma gak mau melihat kamu dekat dengan cewek lain, aku takut kehilangan kamu," Pipin merajuk.
__ADS_1
Aku karena sudah terlanjur kesal terus saja jalan berlalu meninggalkan Pipin. "Hmmm ribet amat, "gerutuku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
Kemudian aku menuju rumah temanku yang letaknya agak jauh dari kampus. Aku dibonceng temanku.
Tak berapa lama kami sampai dan langsung mengerjakan tugas yang diberikan dosenku.
Waktu berlalu cepat tak terasa hari sudah sore, karena tugas sudah selesai akhirnya kami pamit pulang.
Aku sampai di kosku setelah hari hampir gelap. Sesampainya di kos, kulihat Pipin duduk di bangku teras kamar kosku.
Pipin menyambut kedatanganku dan memberi salam dan ku jawab salamnya sambil melewatinya dan membuka pintu kamarku. Kemudian aku masuk dan Pipin mengikuti aku.
"Pram, aku buatin teh hangat yaa... Kamu pasti capek, " Pipin menyalakan kompor dan memasak air.
Aku tetap diam saja, dan duduk di kursi belajarku.
Tak berapa lama Pipin menyuguhkan segelas teh dan di taruh di atas meja di depanku.
__ADS_1
"Makasi Pin, " kataku singkat.
"Pram... Aku minta maaf atas sikapku tadi di kampus. Aku sering cepet cemburu, aku takut kehilangan kamu," Pipin menjelaskan Pram.
Aku hanya mengangguk saja. Aku lagi malas bicara.
Pipin sudah mulai bingung karena aku tetap diam.
"Pram, please tolong maafin aku... mengertilah akan perasaanku."
Mendengar kata-kata itu membuatku semakin kesal.
"Kamu bilang apa Pin? Kamu minta aku mengerti akan perasaanmu? Perasaanmu yang bagaimana? Perasaanmu yang sering cemburu gak jelas?? Hah??!" kataku kasar.
"Sebaiknya kamu pulang dulu Pin, aku lagi mumet nih. " Aku meminta Pipin untuk pulang dulu, karena aku lagi gak ingin ribut. Capek Pin, ribut melulu." Selesai marah-marah aku langsung keluar menuju teras.
Pipin meminta maaf kepadaku. Namun aku masih malas bicara.. Tak berapa lama Pipin keluar dari kamarku.
__ADS_1
"Baiklah Pram, aku pamit pulang yaa... "Pipin mengambil tasnya dan beranjak meninggalkan kos-kosan ku.