
Cuaca hari ini di hotel sejuk, yaa sesejuk dan sedingin hatiku yang merasa kecewa.
Aku bersama Arini dan Azka turun dari mobil dan langsung ku ajak masuk ke hotel.
Dan aku sangat terkejut saat aku melihat seorang pria tinggi dengan badan yang agak gemuk yang langsung berdiri saat melihatku datang. Seorang pria yang mengenakan kaos lengan pendek warna hitam dengan memakai rompi hitam dan celana panjang hitam.
"Ooh Tuhanku... Inikah orang yang kucari???" Kataku dalam hati. Kakiku terasa lemas dan sontak aku merasa tak sanggup untuk berdiri.
Pria itu berdiri di hadapanku. Aku tertegun, gugup dan bermacam-macam perasaan dalam hatiku.
Kami berdiri berhadapan. Namun kami berdua tak sanggup berbicara hanya mata kami saling memandang.
Kemudian Pram mengucap salam dan menyapa sambil membungkukkan sedikit badannya.
"Mat sore... Ini Arini ma Azka yaa ..." Tanya Pram sambil memandang Arini dan Azka bergantian.
Kegugupanku disadarkan oleh sapaan Pram.
" Arini, Azka....Ayo balas salam Om... Ini teman mama sayang..." Kataku sambil memeluk kedua anakku.
Arini dan Azka membalas salam Pram sambil menyalami tangan Pram.
Sedangkan aku hanya membungkukkan badanku sedikit sebagai tanda salam dariku.
__ADS_1
Kemudian mataku dan Pram bertemu. Aku terharu dan ingin menangis saat mata kita bertemu. Aku merasa kakiku lemas dan tak sanggup berdiri. Rasanya aku akan pingsan. Syukurlah ada Arini dan Azka tempatku menopang berdiri.
Tak lama kemudian suami dan anak-anak bujangku masuk ke dalam hotel dan ikut nimbrung dengan kami di loby tamu.
"Hai... Ini Aldi yaa .." Kata Pram menyapa Aldi dan anakku Aldi langsung menyalami Pram sambil tersenyum.
"Kalau ini pasti Arjun yaa ..." Kata Pram lagi.
Arjun mengangguk sambil tersenyum dan langsung menyalami Pram.
Kemudian Pram dan suamiku langsung berjabat tangan dan berpelukan.
Kami kemudian ngobrol di ruangan terima tamu hotel.
Pram menanyakan sekolah Aldi dan Arjun.
"Aldi hebat yaa... Bisa masuk perguruan tinggi X tanpa tes. Selamat yaa Nak." Kata Pram memuji Aldi.
"Iya Om.. kebutalan aja Om." Kata Aldi.
Pram tersenyum tipis. Kemudian Pram ngobrol dengan Arjun yang kebetulan Arjun anaknya supel cepat nyambung dengan siapa saja.
Aku sama sekali tak berbicara sepatah katapun dengan Pram. Mata kami sering bertemu, hanya mata kami yang berbicara.
__ADS_1
Aku sesekali menarik nafas dalam.
Kemudian anak-anak bujangku mohon diri ke Pram untuk istirahat di kamar. Kecapekan karena keliling di wisata C.
Sementara aku masih duduk didampingin Azka dan Arini, sedangkan suamiku duduk asyik ngobrol dengan Pram.
Aku hanya menjadi pendengar yang baik dan sesekali memandang ke Pram dan sesekali ke suamiku.
Tak lama kemudian, Arini minta ditemani balik ke kamar. Jadi aku minta diri ke Pram untuk balik ke kamar menemani Arini. Azka juga ikut balik ke kamar.
Saat berdiri akan menuju kamar, aku seperti tak sanggup berjalan.
Tinggallah Pram dan suamiku yang masih ngobrol. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Aku menemani anak-anak di kamar.
Kurang lebih 1 jam kemudian suamiku balik ke kamar. Dan dia menatapku, namun aku hanya tersenyum saja.
Hari semakin larut, anak-anakku sudah mulai tertidur. Sementara aku belum bisa memejamkan mataku. Aku masih teringat pertemuanku dengan Pram.
Walaupun aku dan Pram tidak berbicara sepatah katapun, namu mata kami berbicara banyak.
Aku melihat ada kerinduan, kesedihan dan kegelisahan di mata Pram saat memandangku.
Aku bisa merasakan apa yang Pram rasakan. Aku menunggu Pram mengirim pesan padaku namun sampai jam 11 malam Pram tidak juga mengirim pesan untukku. Bahkan sekarang aku diblokir di nomor pribadinya.
__ADS_1
Aku sedih dan berfikir pasti ada masalah baru lagi yang dihadapi Pram.