Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Kenapa telponnya gak diangkat Pa?


__ADS_3

Saat telponan dengan Ara, aku menceritakan mimpiku ke Ara. Aku tak tahu kenapa ada perasaan mengganjal dalam hatiku.


Apa arti mimpiku sebenarnya. Karena selama ini aku seperti tidak pernah didatangi mimpi. Mimpi itu sepertinya tidak mau bersahabat denganku. Aku sampai lupa kapan aku terakhir bermimpi.


Yaa itulah kenyataannya, aku tak pernah bermimpi. Dan baru kemarin malam aku bermimpi lagi. Itupun mimpi hidup dengan Ara sebagai suami istri. "Apa arti semua ini.." Itu terpikir olehku.


Namun aku ambil positifnya aja, mungkin aku bermimpi karena aku sangat merindukan Ara.


Ara mendengarkan dengan antusias mimpiku. Aku bahagia melihat Ara, yang selalu tersenyum manis terhadapku. Ara tidak pernah menunjukkan wajah muram atau dingin saat kami video call.


Setelah aku menceritakan mimpiku, kupandangi wajah perempuan yang sudah mengisi hari-hariku hampir setahun ini. Begitu lembut dan tulus pandangan mata dan perhatiannya sungguh membuatku semakin rindu padanya.


Setelah aku selesai menceritakan mimpiku, ada perasaanku takut kehilangan Ara.


Ara sepertinya bisa merasakan kegelisahanku. Ara berusaha menghiburku.


"Pram...., sudah jangan terlalu dipikirkan mimpinya yaa. Anggap aja bunga tidur. Yaa...I love you..."


Aku bahagia Ara slalu bersikap manis padaku...


Aku hanya memandang wajah Ara dan tersenyum.

__ADS_1


Sembari tersenyum kukecup kedua matanya.


Karena aku nelponnya sudah agak sore, jadi kami telponan ya hanya sebentar saja. Ara harus pulang.


Setelah selesai telponan, aku duduk memandangi laptop ku. Masih tersisa 1 laporan yang belum aku kerjakan. Aku mau kerjakan tapi aku sudah kelelahan.


Akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja. Karena dari tadi aku belum berkumpul dengan anak dan istriku. Tadi siang aku hanya mengantar Yusuf pulang trus langsung balik ke kantor.


Sampai di rumah, aku disambut dengan wajah-wajah dingin dari istri dan dua anak gadisku. Hanya Yusuf yang menyambutku riang.


"Pa... Capek yaa Pa? Yusuf buatin Papa teh hangat yaa..." Kata Yusuf sambil mencium tanganku.


"Iya Nak..." Kataku sambil mencium kepalanya.


"Sehat semua nih?? "Tanyaku.


Rahma mengangguk.


"Sehat Pa..." Kata Sabila.


.

__ADS_1


"Ibu gimana ni keadaannya? gak pusing-pusing kan Bu?" Tanyaku.


"Gak Pa.... Tadi pulang ngajar ibu langsung istirahat dan ibu kesiangan bangunnya. Cuma ibu agak kelelahan aja." Kata istriku sambil merapikan lemari pakaian Yusuf.


"Udah sekarang ibu istirahat aja, gak usah masak untuk makan malam yaa. Nanti Papa beliin sate ayam ma lalapan Ayam aja yàaa.."


Istriku mengangguk.


Kemudian aku kembali ke teras sambil menikmati teh hangat yang sudah dibuat Yusuf.


Tak berapa lama handphone ku berdering. Ada panggilan masuk dari nomor byang tidak ada di daftar kontakku. Aku malas mengangkatnya.


Tiga kali handphone ku berdering namun aku tetap tak bergeming dari dudukku. Istri dan dua anak gadisku memandang curiga ke arahku.


"Kenapa gak diangkat telponnya Pa?" Tanya istriku


"Ooh itu... Yang nelpon gak ada namanya di daftar kontak Papa " Kataku singkat.


"Hmmm ... Kalau begitu biar ibu yang angkat." Kata istriku dan mengambil handphone ku yang ada di meja.


Aku hanya mengedikkan bahu mempersilahkan istriku mengangkat telponku yang sedang berdering.

__ADS_1


Istriku dengan wajah bernada curiga menerima panggilan di handphone ku.


Aku menikmati teh hangat ku lagi.


__ADS_2