
ARA
Aku bangun pagi-pagi mempersiapkan semua barang-barang bawaan kami. Aku dibantu anak-anakku. Kami akan balik ke kota kami nanti siang.
Sejak semalam, aku merasa ada yang tidak nyaman di suamiku. Ada perubahan sikapnya. Namun sudahlah, aku urus packing barang-barang aja dulu.
Pagi ini kami tidak wisata ke mana-mana karena mempersiapkan diri untuk pulang. Selesai sarapan kami hanya jalan-jalan ke mall terdekat dengan hotel. Setelah itu pulang.
Sekitar jam 11 kami sudah cek Out dari hotel dan menuju bandara.
Di sepanjang perjalanan pulang, aku memperhatikan jalan-jalan yang kulewati. Ada rasa sedih meninggalkan kota ini. Walau hanya sebentar namun banyak kesan dan kenangan.
Aku pulang dengan perasaan sedih dan gak tenang, aku tak tahu apa sebabnya.
Jam setengah 1, kami sudah sampai di Bandara dan menunggu jadwal penerbangan sekitar 1 jam lagi.
Suamiku sering memperhatikan ku dan tiba-tiba tersenyum. Tak biasanya, ada yang berbeda pikirku.
Akhirnya kami siap terbang balik ke kampung halaman.
***
__ADS_1
Malam harinya, saat itu aku dan suami sedang duduk di kamar mengeluarkan isi koper.
Suami mendekatiku dan berkata.
" Ma... gimana orderan-orderan selama ditinggal liburan? Bereskah?"
"Yaa syukurlah semua beres Pa. Aku sudah menginformasikan di group kalau selama liburan orderan diterima duku dan pengirimannya setelah aku pulang." Kataku.
"Oh syukurlah...Trust bagaimana dengan Pram?"
"Maksudnya?" Aku bertanya balik.
"Maksudku Pram masih di group kan?"
"Pram sudah keluar dari group " Kataku singkat.
",Ooh gitu... Berarti benar kata-katanya." Kata suamiku.
"Maksudnya apa Pa? Emang Pram bilang apa? " Tanyaku.
"Aku sudah tahu semuanya Ma... Pram sudah cerita semuanya. " Kata suamiku sambil menghela nafas panjang.
__ADS_1
Aku diam dan mendengar saja.
"Pram cerita semuanya . Dia juga cerita kalau istrinya sudah tahu hubunganmu dengan Pram. Itu sebabnya Pram keluar dari group karena setiap hari ribut terus dengan istrinya."
Aku kaget dan tidak menyangka kalau Pram akan cerita semuanya ke suamiku tanpa bicarakan dulu denganku. "Apa maksud semua ini Pram???" Tanyaku dalam hati.
"Ma... Aku gka nyangka kamu akan tega lakukan ini padaku." Kata suamiku.
Aku diam hanya menarik nafas dalam-dalam. Aku masih tidak habis pikir apa alasan Pram membuka tentang hubungan kami ke suamiku. Berbagai macam perasaan berkecamuk di hatiku.
Aku kesal, marah dan kecewa dengan sikap dan keputusan Pram ini. Air mataku sudah di pelupuk mataku ingin jatuh, namun aku menahannya.
Aku menarik nafas dalam, dan duduk di tepi ranjang ku sambil memegang hp ku.
"Ma... Mama dengar kan apa yang aku bicarakan. Sudah hentikan semuanya. Aku hanya gak habis pikir kenapa Mama bisa tergoda dan lakukan ini."
"Hmmm Pa... Aku minta maaf." Kataku dan diam lagi.
"Yaa sekarang Mama gak perlu khawatir soal jualan onlinenya, Aku bisa bantu kok. " Kata suamiku sambil menatap lurus ke depan.
Aku hanya mengangguk dan kemudian suamiku pergi ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Setelah suamiku pergi, air mataku tumpah. Aku menangis. Aku bingung dengan semua sikap Pram. Apa maksud Pram... Apa yang buat Pram membuka semua ini ke suamiku.
Terpikir olehku, apakah Pram melakukan ini semua karena Pram melihat aku dan keluargaku baik-baik saja sementara rumah tangga Pram ribut terus dan berantakan. Jadi adil, rumah tanggaku dan rumah tangganya sama-sama berantakan.