Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Pilih nama untuk dedek


__ADS_3

" Bang... dedek bayi kita pilihkan nama yang mana bang? Kataku sambil melihat 3 pilihan nama anak laki-laki yang pernah kita bicarakan.


Suamiku menghampiriku, dan melihat 3 pilihan nama.


" Adek suka yang mana? " Suamiku bertanya balik dan tersenyum.


"Aku bingung bang... Semuanya bagus dan aku suka tiga-tiganya."


"Tiga nama ini sudah abang yang buatkan, na sekarang giliran adek mau pilih nama yang pas yang mana buat anak kita."


Aku masih memperhatikan satu-persatu nama yang tertulis di secarik kertas. Kulihat bayiku yang aku gendong. Kupandangi wajah putih bersihnya.. Dan akhirnya aku memberikan pilihan ke sebuah nama.


" Bang... Bagaimana kalau kita pakai nama yang nomor 2 aja bang..." Kataku smabil menunjukkan nama yang di urutan kedua.


"Aldi Saputra dan kita panggil Al yaa Dek." Suamiku menyebut nama yang diurutan 2.


"Bagus juga...Baiklah, kita beri nama Aldi Saputra yaa Dek." Kata suamiku dan akupun mengangguk.


"Oh iyaa kita pulang kerumah besok yaa dek?" Tanya suamiku.


"Iya bang, besok siang sudah bisa pulang kata dokter. Tadi adek tanyak ke dokter pas Dokter periksa adek."


"Ooh begitu. Kalau begitu abang mau ke bagian administrasi dulu yaa dek, mau beresin semuanya dulu."

__ADS_1


Aku pun mengangguk. Kemudian suamiku berlalu.


***


Hari ini aku pulang dari rumah sakit. Karena aku melalui proses persalinan normal, oleh dokter aku diijinkan pulang setelah menginap 2 malam di rumah sakit.


Suamiku sudah memesan taxi untuk kepulangan kami, sedangkan mama dan ibu mertuaku membereskan semua barang-barang bawaanku.


Pada masa ini sudah handphone yang biasa-biasa aja yaa, tapi belum ada WhatsApp yaa.


" Bang... taxi nya belum datang yaa? Tanyaku.


"Belum dek... Mungkin 5 menit lagi." Kata suamiku smavil membantuku memakaikan bajuku.


"Oh iya bang... Dan urusan administrasi pembayaran, apakah sudah beres kemarin bang ?"


"Iya bang..."


Tak berapa lama handphone suamiku berbunyi, ternyata yang menelpon sopir taxi.


" Dek, taxi nya sudah datang... Sekarang kita pulang. Nanti dedek bayi biar digendong ma mama aja yaa." Kata suami dan aku mengiyakan.


Suamiku mengambil dedek bayiku dan memberikannya kepada mama. Mama seneng banget menggendongnya.

__ADS_1


Kami berpamitan di perawat-perawat jaga. Kemudian kami menuju mobil taxi yang dipesan dan pulang menuju rumah.


Jarak rumah sakit dengan rumah kontrakanku tidak begitu jauh, jadi kurang setengah jam kami sudah sampai di rumah.


Sesampainya di rumah, kulihat bapak mertua dan Ana adik suamiku sudah menunggu.


Ana kemudian menyambut kami.


Kemudian aku menyalami bapak mertuaku dan Ana. Tampak wajah bahagia mereka.


"Selamat datang adek ganteng... Cakep sekali keponakan tante ne, montok. Bikin tante gemes aja." Kata Ana sambil mengambil Aldi dari gendongan ibu dan kemudian mencium kening Aldi.


"Kak Ara... dedek bayi sudah ada namanya kak?"


Aku mengangguk. " Aldi Saputra namanya An.."


"Ooh dedek Al yaa... Namanya bagus banget Kak.. Pas sekali dengan wajah dedek yang ganteng dan bersih."


Aku tersenyum melihat Ana yang sepertinya sangat bahagia melihat Aldi.


Aldi adalah cucu pertama dari keluargaku dan keluarga suamiku. Jadi bisa kebayang kan bagaimana bahagianya keluargaku dan keluarga suamiku menyambut kelahiran Aldi.


Tapi di saat bahagia dengan kelahiran anak pertamaku, aku teringat papa, yang sekarang sudah tiada. Aku membayangkan papa pasti bahagia melihat cucunya. "Tenang di sana Pa..." Batinku.

__ADS_1


Aku melihat rumahku sudah bersih dan rapi, mungkin Ana yang membersihkan dan merapikannya.


Aku minta ijin masuk ke kamarku untuk beristirahat, sementara Aldi masih di luar digendong oleh Ana.


__ADS_2