
Istriku menjawab salam orang yang menelpon di seberang sana.
" Maaf ini siapa yaa? " Tanya istriku.
"Aku Agus dari kota X. Masak lupa ma aku sih Pin? Aku temen kuliahmu."
" Ooh Mas Agus to... Iyaa yaa aku inget kok, gak mungkin lupa dong. Gimana kabar Mbak Oki? Sehat-sehat kah?"
"Sehat Pin. Mana Pram, ada?"
"Ooh ada Mas. Ne Pram lagi minum teh. Ntar Yaa aku panggilin." Kata istriku.
"Pa... Ini telpon dari Mas Agus, temen kuliah kita dulu." Kata istriku sambil memberikan handphone nya padaku.
"Iya Bu." Kataku.
"Halo apa kabar kok ilang... Sehat Gus?" Tanyaku.
"Iyaa sehat Pram. Kamu gimana sehatkah?" Tanya Agus.
"Sehat dong..." Jawabku.
"Aku lagi di sini nih. Aku pingin ketemu ma kamu. Main ke hotel tempatku menginap yaa... Aku pingin ketemu kamu Pram ."Kata Agus.
"Ooh yaa? Baik Gus. Lama kita gak ketemu. Menginap di hotel mana Gus?"
Kemudian Agus menyebutkan nama hotel tempatnya menginap. Kami ngobrol sebentar kemudian panggilan kuakhiri.
"Bu, nanti aku mau ke hotel X ke tempatnya Agus menginap." Kataku pada istriku.
"Ooh iya Pa. Nanti salamin ibu yaa. " Kata istriku.
__ADS_1
"Iya Bu nanti kusampaikan."
Kemudian aku mandi membersihkan diriku.
Sekitar jam 8 malam, aku berangkat dari rumah menuju hotel tempat Agus menginap.
Aku sampai di hotel sekitar setengah jam, karena jaraknya memang tidak jauh dengan rumahku.
Aku menelpon Agus dan mengatakan kalau aku sudah menunggunya di loby hotel.
Tak lama Agus sudah ada di loby hotel dan menghampiriku. Kami berjabat tangan dan kemudian berpelukan. Karena cukup lama kami tidak bertemu.
"Wah, kamu semakin sehat aja Pram. Perutnya dah mulai buncit ne." Kata Agus sambil menyenggol perutku.
Aku hanya tertawa saja.
"Kita cari angkringan yuk. Biar enak ngobrolnya." Kataku.
Kemudian aku mengajak Agus ke angkringan yang letaknya dekat dengan hotel.
Kami memesan 2 cangkir kopi dan sepiring gorengan.
"Gimana kabarmu Pram? Bisnis apa sekarang?" Tanya Agus.
"Aku kerja di perusahaan Pak Amin. Aku stafnya bagian promosi dan pemasaran."
"Ooh gitu. Iyaa syukurlah."
Kemudian kami membicarakan seputar pekerjaanku dan tentang keluarga kami masing-masing.
"Oh Yaa Gus, salam Pipin untuk kamu ma istrimu." Kataku.
__ADS_1
"Ooh iyaa kenapa gak ikut sih Pram?"
"Iyaa maklum lah Pipin sering pusing jadi gak bisa ikut. Tensi Pipin sering naik Gus." Kataku sambil mengambil sebatang rokok yang dikeluarkan Agus.
Kemudian aku menyulut rokokku. Kuseruput kopiku yang sudah disajikan.
"Gus... Aku mau cerita sesuatu ke kamu. Yaa didengerin aja." Kataku.
" Cerita apa Pram? Pentingkah?" Tanya Agus.
"Iyaa penting Gus. " Kataku sambil menghisap rokokku.
"Yaa aku dengerin. Cerita dah."
" Aku ketemu cinta lamaku Gus."
"Oh iyaa? Memang kamu pernah punya cinta lama Pram?" Kata Agus sambil tertawa mengejek.
Aku hanya tersenyum dan menikmati rokokku dengan kepulan asapnya. Kupandangi asap yang terbentuk dan kemudian memudar hilang.
"Sorry Pram... Aku becanda. Baiklah... aku akan jadi pendengar yang baik." Kata Agus dan menepuk bahuku. Agus memperhatikan aku.
"Gus... Dulu waktu SMA aku pernah menyukai seorang gadis. Aku sangat mengaguminya. Namanya Ara. Bahkan sebelum kami pisah karena tamat SMA, aku memberikan sebuah foto dan bunga edelweis. Aku melanjutkan kuliah keluar daerah meninggalkan kampung halamanku. Dan Kamu tahu sendiri ceritanya setelah itu aku selalu dengan Pipin. Kemanapun aku pergi, Pipin selalu ada di sampingku."
"Sejak itu aku tak pernah bertemu Ara lagi. Aku berusaha mencari kabar tentang Ara lewat berbagai media sosial tapi tak pernah aku temukan. Dan teman-teman SMA ku pun aku tanyain ada gak yang tahu keberadaan Ara. Tapi gak berhasil kutemukan."
"Pendek cerita, kemudian garis hidup mempertemukan aku kembali dengan Ara.."
"Aku senang dan bahagia sekali dapat menemukan Ara kembali." Ceritaku dan aku menghela nafas.
"Trus... Jangan bilang kalau kamu masih mengaguminya." Kata Agus menyela.
__ADS_1
Aku mengangguk.