Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Foto Pram dan bunga Edelweis


__ADS_3

Sebelum magrib, aku dah sampai rumah, jadi ibu gak marah. Wisnu langsung pamit pulang.


Aku gak sabar membuka amplop yang diberikan Pram. Ternyata isinya sebuah foto Pram yang sedang berdiri di dekat pohon. Aku tersenyum memandangi foto Pram. Ada getaran aneh dalam hatiku, indah dan membahagiakan.


Sebenarnya aku suka ma Pram, tapi aku gak tahu pasti perasaan apa sebenarnya. Di kelas aku sering tanpa sengaja bertemu pandang dengan Pram. Dan aku tahu kalo Pram kadang perhatian ma aku, cuma kadang gak jelas apa arti perhatiannya.


Aku mencium seikat kecil bunga edelweis yang diberikan Pram. Aku masih memandangi foto Pram. Tanpa sengaja aku membalik foto itu, ternyata ada tulisan di belakangnya..


Tulisannya" Buatmu Ara... Orang yang aku kagumi. Yah..Aku hanya bisa kagum.. Tulisannya sengaja dibuat lucu, he he..."


Aku bertanya-tanya dalam hatiku"Apa maksud tulisan Pram ini?" Ku pandang lagi foto Pram, dan aku baca berulang-ulang tulisan di belakang foto itu. Karena kelelahan, aku tertidur sambil memegang foto dan bunga edelweis.


Tengah malam aku terbangun. Aku beranjak dari tempat tidur. Kuambil foto Pram dan aku simpan dalam buku harianku. Sedangkan bunga edelweis aku taruh di pot kecil yang ada meja belajarku.

__ADS_1


Kemudian aku tidur lagi karena masih ngantuk sekali.


PRAM


Pagi ini aku bersiap-siap akan pergi ke Malang untuk melanjutkan kuliah di sana seperti permintaan orang tuaku.


Aku berangkat diantar oleh papaku naik kapal laut.


Aku merasa senang karena akan mengejar cita-citaku, namun ada rasa sedih karena harus berpisah dengan Ara. Aku gak akan melihat Ara lagi untuk waktu yang agak lama.


Tapi aku merasa cukup puas dan bahagia sudah memberikan fotoku dan bunga edelweis itu pada Ara. Aku berharap Ara suka. Dan Ara bisa mengenangku.


Smoga Ara bisa merasakan perasaanku selama ini. Bunga edelweis itu sengaja aku petik dari gunung saat aku pergi mendaki gunung X . Aku memang berniat memberikannya pada Ara .

__ADS_1


Bunga edelweis adalah bunga sebagai lambang cinta yang abadi. Seperti itulah kurasakan cintaku pada Ara.


"Ara... aku sangat mengagumimu..," batinku. Aku sesali diriku yang terlalu pengecut untuk menyatakan perasaanku pada gadis pujaanku.


Di sepanjang perjalanan di kapal, pikiranku dipenuhi dengan bayang-bayang Ara. Bagaimana saat ngobrol dengan Ara, Ara yang selalu tersenyum. Wajah Ara yang keibuan dan lembut. Aku berdoa agar Araku slalu baik-baik saja..


Aku menyemangati diriku sendiri. Aku harus rajin kuliah, agar aku bisa menggapai smua impian dan cita-citaku. Aku berharap suatu saat Tuhan akan mempertemukan aku dan Ara dalam ikatan suci. " Semoga..." harapku.


Namun muncul pertanyaan dalam hatiku," Akankah Ara menerimaku? Akankah Ara juga mempunyai perasaan yang sama denganku?"


Ada penyesalan dalam hatiku," Mengapa aku tak mberanikan diri untuk menyatakan perasaanku."


Aku duduk lemas dengan penuh penyesalan. Harusnya aku berani menyatakannya, perkara Ara akan menerima atau menolak aku itu tidak masalah.

__ADS_1


"Ahh sudahlah, kalo jodoh tak akan ke mana. Aku akan mengikuti kemana angin akan menerbangkan aku," batinku.


__ADS_2