Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Cuma itu pintaku, Pram....


__ADS_3

Telepon video masih berlangsung.


" Pram... Gimana keadaan mbak Pipin?" Tanyaku.


"Pipin sudah aku keluar dari rumah sakit Ar ."


"Lho kok udah keluar? Memang day bener-bener sehat?"Tanyaku.


"Sudah lebih baik Ar ... Pipin rawat jalan Ar. Aku khawatir sekarang di sini lagi parah-parahnya wabah virus ini Ar. Jadi aku putuskan untuk membawa pulang Pipin, aku gak mau anak-anak nanti terpapar karena sering bolak-balik rumah sakit."


"Ooh gitu... Iyaa yaa.. Sepertinya itu keputusan yang tepat Pram." Kataku


Aku melihat Pram susah menarii jafas.


"Sayang... Nafasnya sesak yaa?" Tanyaku cemas.


"Gak terlalu sayang... I love you..." Kata Pram tersenyum dan memandangku.


Perasaanku sungguh tak tenang, khawatir namun aku tak berdaya. Aku menangis.


"Sayangku, cintaku... Hapus air matamu. Aku tahu kamu kuat, aku akan slalu di sisimu. Selamanya..."

__ADS_1


Tangiskupun semakin menjadi-jadi.


"Sayangku... Hapus air matamu, doakan aku yaa.... Semua sudah diatur Tuhan... Kamu jangan khawatir.. Kamu harus percaya pada ketentuan Tuhan. Sudah... ayo hapus air matamu. Ntar ilang cantiknya, ayooo dah jangan nangis." Kata Pram tersenyum.


"Pram... Kamu sayang aku kan?" Tanyaku.


"Iyaa sayang... Aku sangat sayang dan mencintaimu. Dan kalau boleh aku jujur.... Tolong dengarkan aku Ara... Aku mau jujur ma kamu." Kata Pram sambil menarik nafas.


Aku memperhatikan wajah Pram, aku sungguh-sungguh cemas dan khawatir. Aku takut Tuhan. Perasaan ketakutan itu yang ada dalam hatiku.


"Ara sayang...Dengarkan aku yaa...Aku sayang dan mencintaimu dari dulu sejak pertama kali aku mengenalmu sampai sekarang, tak ada yang berkurang walaupun waktu memisahkan aku denganmu dalam waktu yang sangat lama. Bahkan sekarang jujur sayang, aku lebih mencintaimu daripada istriku. Namun aku bukan bajingan Ar, yang akan menelantarkan anak istriku demi cintaku padamu. Dan aku tak ingin menghancurkan kebahagian anak-anak dan suamimu. Itu sebabnya aku pasrah dan tunduk pada takdir Tuhan....Sampai Tuhan memang mengijinkan aku memilikimu seutuhnya. Ini takdirku Ar....Takdir kita Ara..." Kata Pram dengan mata berkaca-kaca.


Aku mengangguk tanda aku mengerti dan sangat mengerti. Aku tahu dan sangat kenal siapa Pram.


Pram memandangku sambil sesekali mencoba menarik nafas.


"I love you Ara... Makasi sudah mau ngertiin aku."


"Iyaa Pram." Kataku sambil memandang Pram penuh rasa cemas.


" Ara... Kamu tahu apa keinginanku?" Kata Pram.

__ADS_1


Aku menggeleng pelan.


"Ara.... Aku ingin bersamamu, kuingin kamu menjadi milikku sepenuhnya...Itu keinginanku sejak kita bertemu lagi. Namun aku sadar, keinginanku itu egois. Itu sebabnya aku hanya bisa berharap dan berdoa semoga Tuhan mengijinkan aku memilikimu dan membahagiakanmu sebelum Tuhan memanggilku. " Kata Pram, matanya terus menatapku.


"Pram..." Kataku dan air mataku menetes lagi.


"Ara sayang.... Tolong pahami kata-kataku itu, yaa sayang.... Sekarang hapus air matamu. Percayalah aku sayang padamu dan akan tetap bersamamu."


Aku mengangguk dan akhirnya menunduk.


"I love you Pram..." Kataku sambil menghapus air mataku.


"Ara... Gak ada yang lebih membahagiakanku selain pertemuan kita kembali ini Ara... Tuhan kabulkan keinganan dan doaku untuk bertemu denganmu lagi, setelah puluhan tahun berpisah gak tahu kabarmu."


Pram berbicara sambil sesekali menarik nafasnya yang seperti sesak.


"Pram.... Aku bahagia dengan pertemuan kita. Sekarang kalau memang kamu benar-benar sayang padaku, kuatlah untukku, semangatlah untukku, yakin bahwa kamu akan sembuh. Bahagiakan aku seperti janjimu. Cuma itu pintaku padamu Pram." Aku memandang Pram dengan tatapan memohon.


"Iyaa sayang....Doain aku yaa..." Kata Pram.


"Iyaa... Aku slalu mendoakanmu. Selalu sayang.... Sekarang kamu pulang dulu, istirahat dan inget ke dokter lagi yaa...Janji yaa Pram."

__ADS_1


"Iyaa sayangku..." Kata Pram dan mengecup keningku dari handphone nya.


Kemudian Pram pamit dan panggilan videopun berakhir.


__ADS_2