Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Ara Fokus kuliah


__ADS_3

Sejak peristiwa itu, sikap Pipin semakin baik. Pipin sudah bisa memberikan kepercayaannya kepadaku. Dan hubungan kami semakin baik-baik saja.


Aku bisa menjalani kuliah dengan lebih baik. Dan aku lebih semangat dalam belajar agar kuliahku cepat selesai.


Untuk sementara Pram disibukkan dengan kehadiran Pipin yang penuh cinta untuk dirinya...


***


Di daerah berbeda...


Ara menjalani kuliahnya dengan baik, Setiap mata kuliah yang diambil Ara selalu mendapat nilai yang bagus. Tidak heran karena memang sejak SD sampai SMA Ara selalu masuk ke dalam peringkat 3 besar. Selain Ara itu rajin dan tekun belajar, Ara juga berperilaku baik dan sopan. Jadi baik guru ataupun dosen yang pernah mengajarnya pasti menyukai dan memujinya.


"Ara, tugas dari dosen kemarin sudah selesai belum?" tanya Tuti . Tuti adalah teman kuliah Ara.


"Sudah selesai, tapi belum aku jilid Tik" jawabku.


"Oh begitu, aku juga sudah selesai tapi belum aku jiliid. Nanti kita jilid yuk, di tempatnya pak Wawan, " ajak Tuti.


"Yaa, nanti setelah kuliah terakhir selesai yaa."

__ADS_1


Tuti mengangguk.


Selang beberapa jam, kuliah terakhirku selesai.


Kemudian Tuti mengajakku ke percetakan pak Wawan untuk menjilid tugas paper dari pak dosen.


Di perjalanan aku melihat Wisnu lagi duduk di bangku taman. Kemudian Wisnu menghampiri dan menyapaku.


"Ar, mau kemana? "


"Mau ke percetakan pak Wawan," jawabku sambil tersenyum.


"Ooh deket yaa, kalo jauh aku antar," Wisnu menawarkan diri.


"Oke dah kalo gitu, hati-hati yaa."


Aku tersenyum dan mengangguk kemudian melanjutkan tujuanku bersama Tuti.


"Ar, itu tadi siapa sih? Aku sering melihat kamu ngobrol ma dia. Itu pacarmu yaa," tanya Tuti penuh selidik.

__ADS_1


"Ah bukan pacarku Tik, namanya Wisnu. Kami satu kelas waktu SMA. Kami cuma teman."


"Ooh bener... aku pikir dia pacarmu."


Aku hanya tertawa kecil. " Beneran, aku belum punya pacar Tik,."


Hubunganku dan Wisnu memang lebih dekat sejak tamat SMA. Mungkin karena jarak fakultasku dan fakultas Wisnu berdekatan jadi kami sering bertemu.


Tak terasa akhirnya sampai juga di percetakan. Aku langsung menjilid paperku, begitu juga Tuti. Setelah semua beres, kami pulang.


Aku dan Tuti pulang menaiki mobil angkot( waktu itu belum ada gojek dan sejenisnya, handphone pun belum ada, adanya telpon rumah dan telpon umum😀. Hubungan jarak jauh masih pakai surat menyurat).


Sesampainya di rumah, aku langsung mandi, trus istirahat di kamar, merebahkan badan sejenak.


Saat rebahan, aku mengambil sebuah foto yang ada di buku harianku. Foto Pram. Aku memandangnya, dan kubaca berulangkali tulisan di belakang foto itu. Sudah hampir 1 tahun aku kuliah, namun Pram tidak ada kabar beritanya. Aku menghela nafas panjang. "Mungkin Pran sibuk," batinku.


Sejak tamat SMA teman-teman sekelasku tak ada yang menulis surat. Kami benar-benar hilang kontak. Tak ada kabar beritanya. Maklum waktu itu aku gak punya telpon rumah apalagi handphone waktu itu belum zamannya.


Kesibukan kuliah membuat jarak antara kami. Yaa kecuali Wisnu, karena Wisnu satu perguruan tinggi dengan aku cuma beda fakultas aja.

__ADS_1


Malam ini aku rindu mereka semua, cerita-cerita lucu mereka, kadang mereka saling debat, walaupun debatnya yang ringan-ringan aja. Aku berharap suatu hari nanti bisa bertemu dengan mereka dalam satu kesempatan yang aku tidak tahu kapan. "Yaah Smoga, " harapku.


Aku mencoba tidur dan mengistirahatkn semua pikiran-pikiranku. Aku mencoba menonton televisi. Malam semakin larut, akhirnya aku tertidur.


__ADS_2