Cintaku Gak Salah

Cintaku Gak Salah
Perkenalan pertama dengan Muhlas


__ADS_3

Saat ini aku sedang di Posko Panitia pendaftaran Seminar. Aku ditemani oleh kak Joko dan kak Arif.


"Ar, tadi aku lihat ternyata sudah banyak yaa yang daftar Seminar Regional x. Syukurlah, semoga semua berjalan lancar yaa Ar." Kata kak Joko sambil melihat jumlah peserta seminar. Tampak wajahnya senang sekali.


"Ya kak,, amiin..." Jawabku sambil menulis pembukuan keuangan dana yang masuk.


"Ara, senyum dikit dong... Dari tadi aku gak pernah lihat senyummu. Kamu sibuk terus nulis ini itu..Hmmm.." Kak Joko mengambil pulpen ku kemudian duduk di hadapanku.


"Kak, ini belum beres lho... lagi sedikit," kataku. sambil memandang kak Joko.


Kak Joko senyum-senyum dan menatapku.


"Senyum dong.."


Aku cemberut. " Kak, aku serius ne... Tapi yaa udah nanti kalo pembukuannya berantakan aku gak tanggung jawab yaa."


"Biarin... Aku gak peduli, senyum dulu Ar, Please... kok malah cemberut gitu." Kak Joko masih menggodaku.


Arif sekertaris kak Joko senyum-senyum dan menggeleng melihat tingkah kak Joko yang dari tadi menggodaku.


Kak Joko gak peduli, dia tetap tidak mau mengembalikan pulpenku.


"Arif, kamu sebaiknya pergi dulu sana cari apa kek ke kantin. Aku mau ngomong serius ma Ara ne." Kata kak Joko sambil memberi isyarat agar Arif keluar.


Arif cengengesan sambil menggelengkan kepalanya.


"Parah kamu ne Jo... Ara tu gak mau sama kamu tahu," kak Arif membalas perkataan kak Joko.


Kak Joko bengong seketika dan melotot ke arah kak Arif. Kemudian kak Joko beralih memandangku.

__ADS_1


"Ar, beneran kata Arif tu? " kak Joko menatapku dalam.


Aku hanya tersenyum, namun aku tak bisa menjawabnya.


"Ar... Please jawab Ar.. Ara,nanti aku antar kamu pulang yaa," kak Joko memelas.


Tiba-tiba Amir masuk tanpa mengucapkan salam. Amir datang bersama Icha.


"Ada apa ne... Bang Joko, kenapa sih selalu gangguin Ara. Liat tu Ara jadi kikuk gitu," Amir langsung mengambil tempat duduk di sebelahku.


"Ah kamu Mir, ganggu aja. Pakai acara datang segala. Dah beres belum urusan pembicara? " Kak Joko mengalihkan pandangannya sekarang ke Amir.


"Sudah beres bang," jawab Amir sambil mengacungkan jempolnya.


"Mantap... memang kamu the best Mir kalo urusan koordinir pembicara." Kak Joko memuji Amir.


Amir tampak senang mendapat pujian dari kak Joko.


Icha mengacungkan jempolnya,," Beres kak..."


"Sip.. Berarti semua dah beres yaa.. Yaa kita hanya berdoa saja semoga semua dimudahkan..aamiin.."


Kami hampir serempak mengaminkan.


Selang beberapa menit, datanglah 2 mahasiswa fakultas keguruan ke posko.


Ternyata kak Joko kenal baik dengan 2 mahasiswa itu. Mereka adalah ketua himpunan Mahasiswa fakultas keguruan dan wakilnya.


Mereka tampak akrab berbincang-bincang.

__ADS_1


Tak lama kemudian kak Joko mendekati mejaku daj bertanya," Ar...Mereka akan mendaftar sebagai peserta. Mana kupon pendaftarannya? "


Aku mengambilkan kupon yang dimaksud kak Joko kemudian memberikannya.


"Wah, siapa ne Jo, kok gak kenalin aku si." Kata salah satu mahasiswa itu.


" Oh ini Ara, ini calon istriku," kata kak Joko memperkenalkan aku.


Aku kaget kak Joko berkata seperti itu. Aku menggeleng.


"Oh Ara yaa namanya. Kenalin aku Junaedi, panggil aja aku Jun," katanya memperkenalkan diri.


Aku tersenyum.


Kemudian temannya yang satunya memperkenalkan diri juga," Aku Muhlas."


"Oh iyaa, aku Ara."


"Kalo ini Icha namanya Jun. " Kak Joko memperkenalkan Icha ke kak Jun dan kak Muhlas.


Icha mengangguk dan tersenyum.


Kemudian kami berbincang-bincang seputaran persiapan seminar besok. Kak Joko gak fokus, karena perhatiannya tertuju ke Ara terus.


Muhlas sering memperhatikan Ara. Dan itu diketahui oleh kak Joko. Tampak Kak Joko gak suka.


Sejam kemudian kak Jun dan kak Muhlas pamit undur diri.


Inilah perkenalan pertamaku dengan Muhlas.

__ADS_1


"


__ADS_2