
Sampailah Muhlas di sebuah pantai yang letaknya tak jauh dari kota. Arjun tetap mengikuti Papanya dari belakang.
Setelah selesai memarkir mobilnya, Muhlas turun kemudian menghampir Arjun yang parkir tak jauh dari mobilnya.
"Sini Nak, kita ngobrol di bawah pohon itu ." Kata Muhlas sambil menunjuk pohon yang tampak rindang di depannya.
Arjun tak menjawab, ia hanya mengikuti Papanya dari belakag.
"Arjun.... Papa mau minta maaf sebelumnya. Mungkin apa yang Papa akan bicarakan ini akan membuatmu marah. Tapi tolong Arjun sabar untuk mendengar cerita Papa."
Arjun hanya membuang nafas kesal den memandang Papanya dengan pandangan kesal. Tampak wajah Arjun sedang menahan amarahnya.
"Begini Nak.... Sebelumnya Papa berniat ingin menikah lagi dengan seijin Mama mu. Dan setelah Papa omongkan dengan Mama, ternyata Mamamu menyetujui keinginan Papa."
Belum seleaai Papanya bicara, Arjun memotong pembicaraan Papanya.
__ADS_1
"Hmmm... Apa pernah Papa berfikir perasaan Mama? Bagaimana perasaan Mama, sedih kecewa dan ak berdaya??? Pernah Papa pikirka itu Pa???? Huh... " Arjun berkata dan mengepalkan tangannya, geram.
"Nak, tolong dengarkan Papa. Papa minta Arjun mau dengarkan Papa bicara dulu." Kata Muhlas.
Arjun mengangguk dan tampak matanya mulai berkaca-kaca.
" Papa ingin menikah lagi karena ada sebab Nak, tapi maaf Papa tak bisa menceritakan sebabnya. Intinya Mamamu menyetujui dan mengijinkan keinginan Papa itu. Dan perlu kamu ketahui Arjun, Papa tidak pernah pacaran atau punya hubungan istimewa dengan tante Lily sebelumnya. Pendek kata Papa mengajak tante Lily menikah baru 2 minggu lalu. Dan pernikahan rencana akan diadakan 2 hari lagi Nak."
"Apa??? Pa!!!! Jangan macam-macam Pa.!!! " Arjun menatap Papanya denga penuh amarah dan kebencian.
Arjun memalingkan mukanya.
" Tapi Nak, sejak kedatangan kalian kemarin Papa tersadar bahwa kebersamaan dan keutuhan rumah tangga kita sangatlah berarti dan sangat penting bagi Papa. Malamnya Papa langsung minta maaf pada Mama mu. Dan Papa langsung menelpon tante Lily bahwa Papa tak bisa melanjutkan rencana pernikahan kami. Papa sadar Nak. Tolong maafin Papa." Kata Muhlas dan menunduk.
Arjun menatap papa nya dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Pa... Arjun mohon Pa, tolong Papa jangan pernah berniat untuk menikah lagi Pa. Arjun mohon ma Papa. Arjun rela Papa gak kasi Arjun fasilitas apa-apa asal Papa janji untuk tidak menikah lagi." Kata Arjun dan tak terasa air matanyapun jatuh.
"Iyaa Nak... Papa janji Nak. Tadi Papa ke rumah tante Lily, bertemu dengan ibunya tante Lily untuk meminta maaf karena Papa membatalkan pernikahan Papa dengan anaknya. Dan Papa sangat bersyukur sekali semua bisa memaklumi dan mengerti alasan Papa membatalkan pernikahan."
Arjun memeluk Papanya , dan Muhlas pun membalas pelukan Arjun.
" Maafkan Arjun Pa... Maafkan Arjun." Tangis Arjun.
"Papa yang minta maaf Nak. Papa sudah membuatmu kecewa dan marah. Maafin Papa yaa Nak." Kata Muhlas sambil menangis pula.
"Iyaa Pa... Masalahnya Pa, Arjun kasihan lihat Mama... Mama sudah banyak terbeban dengan masalah-masalah dari keluarga Papa dan kemudian Papa akan menambah lagi beban Mama dengan menikah lagi. Maaf Pa... Arjun gak tega lihat Mama tersiksa Pa. Mama gak pernah keluhkan itu ke Papa dikarena Mama berfikir semua sia-sia. Jadi tolong Papa bahagiakan Mama.... "
"Iyaa Nak.... Papa akan bahagiakan Mamamu. Papa akan menjaga keutuhan keluarga kita Nak. Papa janji Nak." Kata Muhlas sambil melepas pelukannya dan menatap wajah Arjun.
Muhlas kemudian menghapus air mata Arjun.
__ADS_1